BPKD KBB Luncurkan Program “BRO TAPA TAAT PAJAK”, Warga KBB Kini Mudah Bayar Pajak

BPKAD KBB luncurkan program "BRO TAPA TAAT PAJAK.

Bosscha.id– Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) selama ini berkontribusi besar terhadap penerimaan negara dari sektor pajak. Dengan demikian, di tengah pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus berupaya menggenjot pendapat asli daerah (PAD) dari sektor pajak.

Salah satu upaya itu dengan meluncurkan program kebijakan untuk menstimulus wajib pajak (WP) agar mudah membayar pajak secara online tanpa harus mendatangi kantor Pajak.

Program itu diberi nama BRO TAPA TAAT PAJAK, dengan tagline “Dengan membayar PBB-P2, Anda telah membantu melawan pendemi Covid-19”.  Pada program ini, wajib pajak bisa membayar PBB-P2 melalui gerai-gerai pembayaran, seperti Bank BJB, Alfamart, Indomart, Tokopedia, Bukalapak dan Pos Indonesia.

Kepala Bidang Pajak II (PBB dan BPHTB) pada BPKD KBB, Rega Wiguna mengatakan kebijakan pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan Kabupaten Bandung Barat tahun 2020, untuk menstimulas pajak terhutang sesuai Peraturan Bupati Bandung Barat nomor 41 tahun 2020. Selain itu, penghapusan sanksi administrasi (denda) sampai dengan tahun 2019 sesuai Peraturan Bupati nomor 11 tahun 2019.

“Kita akan buka 7 gerai yang bekerjasama dengan bank BJB, Alfamart, Indomart, Tokopedia, Bukalapak dan Pos Indonesia. Itu untuk mempermudah pembayaran pajak, selain kita gunakan juga fasilitas Mobil Layanan Warung Pajak Daerah. Sehingga bisa merangsang masyarakat untuk taat membayar pajak. Sebab pembayarannya sudah dimudahkan secara online, bahkan bisa didatangi langsung ke wilayah mereka dengan mobil layanan pajak,” ungkap Rega. 

Baca Juga:   Survei: Banyak Orang Anggap COVID-19 Konspirasi dan Rekayasa
Infografis

Meski demikian, masyarakat tetap bisa membayar pajak ke kantor pajak BPKD atau bank BJB dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Dia menyebut target PAD dari PBB-P2 sebasar Rp 140 miliar. Namun target itu direvisi setelah terjadinya pandemi Covid-19 menjadi Rp 70 miliar. “Kami tetap optimis walau di tengah pandemi Covid-19 ini dengan menerapkan protokol kesehatan, target PAD dari PBB-P2 bisa  tercapai bahkan melebihi target. Karena masyarakat sudah cerdas bahwa pajak itu bermanfaat untuk pembangunan daerah. Dan biasanya tren pembayaran PBB itu 3-4 bulan sebelum jatuh tempo,” jelasnya.

Rega pun berharap disituasi pandemi Covid-19 ini, masyarakat harus lebih sadar bayar pajak. Pasalnya, uang pajak ini salah satunya digunakan untuk penanganan pandemi Covid-19.

“Jelang New Normal, harapan kita kondisi masyarakat dan ekonomi bisa pulih kembali dan bisa meningkat. Sehingga kesadaran bayar pajak pun bisa meningkat. Karena pajak ini satu-satunya sumber penerimaan negara paling besar,” bebernya.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password