Sejarah 10 Juni: Dipatenkannya Pulpen di Argentina

Foto Laszlo Biro memegang produk pulpen modern pertamanya (Shutterstock)

Bosscha.id – Alat tulis yang memiliki ujung berupa bola kecil dan berfungsi sebagai jalan keluarnya tinta dari tempat penyimpanannya yang biasa kita kenal ballpoint atau pulpen merupakan alat tulis yang paling banyak digunakan pada saat ini.

Diameter bola pada ujung alat tulis tersebut mempengaruhi besar kecilnya hasil tulisan. Namun, pada awalnya, sekitar 400 tahun sebelum masehi, pulpen terbuat dari batang alang-alang untuk menulis di atas papirus yang banyak digunakan bangsa Mesir dan Armenia.

Mulanya batang alang-alang tersebut dipotong lalu disimpan di bawah pupuk kandang. Dengan begitu batang alang-alang akan berubah warna hitam bercampur kuning, kemudian batang alang-alang akan semakin keras dengan permukaan yang lebih halus.

Sejarah perkembangan pulpen pun terus berlanjut hingga batang alang-alang digantikan dengan bulu angsa pada abad ke-7. Sementara itu pada tahun 1884, muncul pulpen dengan wadah tinta sehinga pengguna tak perlu lagi berulang kali mencelupkan pena ke dalam tinta setelah selesai menulis.

Lalu, oleh Laszlo Biro yang merupakan seorang jurnalis asal Hungaria produk modern pena pertamanya dipatenkan di Paris, Perancis pada 1938.

Pematenan pena modern tersebut ternyata berujung pada ketidakpuasan Biro, pasalnya Biro secara terus menerus perlu melakukan pengisian tinta pada pena tersebut. Dengan alasan tersebut Biro menginginkan inovasi lain untuk mempermudah pekerjaannya.

Selain merepotkan terhadap hal lain yang cukup mengganggu misalnya tinta yang tumpah, sering melebar, atau kertas yang sobek karena goresan ujung pena yang runcing. Sebagai seorang jurnalis, Biro terinspirasi oleh konsep tinta cepat kering di sebuah percetakan.

Baca Juga:   Sejarah 7 Juli: Ringo Starr, Sang Perekat Emosional yang Menyatukan The Beatles

Lalu, bersama dengan saudaranya, George yang seorang kimiawan, dia mengembangkan ujung pena baru berupa sebuah bola yang dapat berputar dengan bebas pada sebuah lubang. Biro juga terinspirasi oleh konsep tinta cepat kering di sebuah percetakan. Dia memikirkan pena jenis baru yang bisa digunakan dengan tinta tebal yang cepat kering. Konsep kerja pena tersebut yaitu, ketika berputar, ujung pena berbentuk bola tersebut akan mengeluarkan tinta yang meluncur ke atas kertas.

Setelah pematenan pena modern pertamanya di Paris pada 1938. Lima tahun kemudian, tepat hari ini 77 tahun yang lalu, atau pada 10 Juni 1943, Biro kembali mematenkan alat tulis berujung bulat ini di Argentina. Dan saat itu kemudian dijual dengan merek Birome. Pulpen Birome sampai sekarang masih terdapat di pasaran beberapa negara.

Pulpen ciptaan Biro ini dikenal sampai sekarang dengan nama pulpen dan berkat pengaruh bola itulah urusan tulis menulis saat ini menjadi lebih mudah.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password