Mengenal Matthew Bellamy, Sosok Jenius Dibalik Kesuksesan Grup Band Muse

Aksi panggung Matthew Bellamy bersama bandnya Muse terkenal dengan artistik yang apik (Dok.Istimewa)

Bosscha.id – Pada penghujung tahun 90-an, trio progresif rock asal Inggris yang menamai dirinya Muse ini berhasil mencuri perhatian publik lewat karya-karyanya. Hingga tahun 2000-an awal, Muse menjelma menjadi sebuah band yang banyak digemari.

Terhitung sejak awal karirnya pada tahun 1994 hingga saat ini, kurang lebih Muse tercatat sudah merilis kurang lebih 8 album Recording studio dan 4 album live. . Muse pun banyak menerima berbagai penghargaan dan menjadi salah satu band papan atas dunia.

Dibalik kesuksesan Muse tentu tidak bisa dipungkiri bahwa ini buah dari konsistensi dan dedikasi ketiga personilnya. Namun kita tak boleh lupa, bahwa ada sosok jenius Matthew Bellamy yang menjadi motor dibalik kesuksesan band ini.

Matthew Bellamy adalah vocalis sekaligus gitaris yang merupakan frontmant sekaligus motor dari band asal Inggris satu ini. Pria yang memiliki nama lengkap Matthew James Bellamy ini lahir pada tanggal 9 Juni 1978, di Cambridge, Inggris. Tepat hari ini 42 tahun yang lalu.

Matt Bellamy salah satu sosok penting grup band Muse/ Infografis Bosscha.id

Darah seni Matt Bellamy mengalir dari sang ayah, George adalah pemain rhythm guitar dari band inggris yang sempat populer pada tahun 1960-an, yaitu The Tornados, dimana mereka merupakan band british pertama yang menduduki puncak tangga lagu Amerika.

Matt mulai berkenalan dengan musik pada umur 6 tahun, dengan belajar piano. Pada medio tahun  80-an, keluarga Matt pindah ke Teignmouth. Setelah ayah dan ibunya bercerai, Matt pun tinggal bersama neneknya yang tidak mempunyai banyak uang. Neneknya lah yang mengajari Matt untuk bermain gitar, ketika ia berusia 14 tahun.

Dari sinilah karier Matt dimulai. Dia pun membentuk band bersama Dom Howard . Setelah dua tahun dan para personil lain band mereka keluar, mereka mengajak Chris Wolstenholme. Band mereka pun melaju dengan cepat hingga akhirnya bisa sampai seperti sekarang.

Selain menjadi gitaris dan vokalis, di Muse dia juga merangkap sebagai pianis dan komponis. Hampir semua lagu Muse, dialah yang membuat lirik dan arasemennya. Jadi bisa dibilang Matt Bellamy. Bisa dibilang jika tanpa dia, Muse mungkin tak akan mencapai kesuksesan seperti sekarang.

Seperti ingin mendapatkan kualitas terbaik dalam setiap penampilannya, dia pun membuat dan merancang gitarnya sendiri, bersama Hugh Manson, dengan label Manson guitars. Salah satu gitarnya adalah Silver Manson. Ini merupakan gitar Manson pertamanya dan tentu saja yang paling terkenal. Gitar ini masih ia gunakan sampai saat ini.

Dalam hal berkarya, Matt tergolong orang yang perfeksionis, ini terbukti dalam setiap pembuatan albumnya, ia garap dengan begitu sempurna. Tak hanya dari segi musikal, dia pun membuat lirik yang begitu dalam dan bermakna. Tak hanya urusan rekaman,untuk urusan live performance pun ia selalu menyuguhkan tampilan yang spektakuler.

Baca Juga:   Jadi Korban Salah Data Covid-19, KBB Masuk Zona Kuning

Kemampuan Muse dalam mengonsep, tidak perlu diragukan. Muse membuat semua live performance-nya dengan begitu baik. Yang paling menonjol adalah tata lampu yang mendukung dan bersinergi baik dengan lagu. Kemudian visualisasi di backdrop yang begitu apik mendukung lagu yang dibawakan. 

Dari segi musik, Muse merupakan band yang visioner. Muse bukan murni sebuah kolektif alternatif rock. Muse selalu memberi warna baru pada setiap albumnya. Nuansa gothic, punk, jazz, slow rock, hard rock, classical, orchestral, hip hop, groovy, arabic, dan berbagai macam jenis genre lainnya. Muse mampu merangkum setiap jenis musik dengan begitu apik, tanpa menghilangkan ciri khas Muse seperti suara falsetto Matt, cabikan bass yang enerjik dan dentuman drum yang dinamis, tidak hilang.

Matt juga tidak ingin setiap lagunya hanya menjadi sebuah lagu tambahan yang berfungsi untuk menambah jatah pita lagu saja di albumnya. Semua lagu yang digarap dengan serius dan tidak main-main. Apalagi dalam hal live performance. Matt selalu membawa hal yang baru di setiap konsernya.

Dari segi lirik dan pesan yang dibawa, Matt tidak sembarangan dalam membuatnya. Teori konspirasi seperti New World Order, Illuminati, Freemason, Proyek CIA dalam MK Ultra dan lain sebagainya dia angkat. Kemudian dominasi Amerika yang ingin menguasai banyak wilayah di Eropa dan Asia, membuat Matt perlu mengekspresikan lagunya dalam membangun semangat untuk melawan Amerika. 

Tak melulu konspirasi, pesan-pesan cinta juga disampaikan Muse dalam beberapa lagu seperti Falling Away With You, Unintended dan Love is Forrever (Newton Star Collision). Sebuah live album bertajuk H.A.A.R.P memberikan banyak pengetahuan bagi pendengar, bahwa tajuk tersebut adalah nama sebuah device rahasia yang dapat membangkit EMP untuk persenjataan di masa depan, dengan dampak yang luar biasa karena dapat mengacaukan gelombang elektromagnetik yang berguna untuk sistem telekomunikasi.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password