Di Tengah Pandemi Corona, BNN KBB Tangkap Pengedar Narkoba Jaringan Lapas

Ilustrasi: Bosscha.id

Bosscha.id– Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bandung Barat menangkap pengedar narkoba jaringan lapas di kawasan Selacau, Batujajar, Kabupaten Bandung pada Senin (18/5/2020) dini hari. Dari tangan pengendar tersebut, BNN KBB mendapatkan barang bukti berupa ganja, sabu dan beberapa jenis obat-obatan terlarang lainnya.

“Pertama kami mengamkan MR alias AS warga Batujajar karena ada dugaan yang bersangkutan merupakan kurir obat-obatan terlarang. Benar saja, setelah dilakukan penggeledahan badan, kami temukan 40 bungkus plastik klip bening berisikan masing-masing empat butir obat hexymer atau 160 butir pil hexymer,” terang Kepala BNN Kabupaten Bandung Barat, Sam Norati Martiana kepada wartawan saat gelar perkara di Kantor BNN Kabupaten Bandung Barat, Ngamprah, Selasa (19/5/2020).

Menurut Sam, setelah penangkapan kepada MR, pihaknya melakukan penggeledahan ke rumah kontarakan MR untuk mencari adanya dugaan barang bukti lainnya. Hasilnya, pengembangan mengarah adanya tersangka lain dalam kasus ini yakni HK alias MH yang merupakan pemilik obat-obatan yang beralamat di Kelurahan Cikutra, Kec. Cibeunying, Kota Bandung.

“Kemudian kami dan petugas gabungan dari BNN Kota Bandung melakukan pengembangan dan menangkap empat orang berinisial IW alias Kliwon, AL alias Ikal Alip, MR, dan NN,” terangnya.

Adapun menurut Sam, mereka ditangkap saat tengah menggunakan narkotika golongan 1 diduga jenis sabu-sabu dan didapat barang bukti satu paket alat hisap sabu dan di dalamnya ada sisa pakai sabu dan kemudian ketiganya bersama MR dibawa untuk diproses hukum dan pengembangan kasus.

“Dari situ kemudian berkembang ke tersangka berinisial SW (perempuan) dan kami amankan barang bukti dari SW ini 6 bungkus paket ganja berat 33,52 gram, 1 bungkus paket kecil berat 0.89 gram, 4 bungkus paket besar sabu dengan campuran tawas dengan berat 60,53 gram, dan 8 butir alpazolam,” terang Sam.

Lebih lanjut Sam mengatakan, berdasarkan hasil pengembangan dan pengakuan tersangka, ada indikasi mereka merupakan jaringan dari lapas. Sebab, tiga tersangka di antaranya merupakan residivis dari Lapas Tasikmalaya, dengan kasus yang sama.

“Ada dugaan jaringan lapas. Proses selanjutanya kami bekerja sama dengan BNN Kota Bandung, karena TKP lanjutan ada di wilayah Kota Bandung. Total ada tujuh orang yang kami amankan,” katanya.

Sam menambahkan, meskipun saat ini dalam situasi pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) namum kasus penyalahgunaan narkotika masih tetap bisa terjadi.

“Mungkin, kondisi tersebut dampak dari adanya kejenuhan hingga depresi yang dialami oleh orang-orang, sehingga ada yang memilih mengonsumsi narkotika agar bisa menenangkan,” kata Sam.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password