Tips Kelola Keuangan Menjelang Lebaran di Tengah Wabah Corona

Ilustrasi Bosscha.id

Bosscha.id – Dampak dari pandemi corona yang perlahan namun pasti memukul sektor ekonomi, membuat semua pihak kini harus mengetatkan ikat pinggang. Perusahaan pun tidak sedikit yang merumahkan karyawannya, bakhan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dalam kondisi ekonomi seperti ini, ketika banyak pekerja kehilangan mata pencahariannya, atau ketika bisnis tidak dapat berputar seperti biasa, yang diperlukan adalah kejelian dalam mengatur keuangan. Apalagi pada waktu menjelang hari raya Idul Fitri seperti saat ini.

Momen menjelang Idul Fitri biasanya perputaran uang akan sangat tinggi. Namun, lain hal dengan Idul Fitri tahun ini, yang sudah dipastikan akan megalami penurunan karena imbas dari wabah corona yang menyerang sektor ekonomi.

Maka dari itu, kali ini Bosscha.id akan berbagi tips tentang langkah-langkah yang penting untuk dilakukan dalam hal mengelola keuangan menjelang lebaran di tengah wabah corona seperti saat ini. Agar keuangan kita masih tetap aman sampai wabah corona ini berakhir.

Tekan Anggaran Belanja Persiapan Lebaran

Dengan menekan anggaran kebutuhan persiapan lebaran, kita dapat memaksimalkan anggaran yang kita punya, yang akan lebih berguna kita gunakan untuk biaya selama masa swakarantina. Terapkan teknik smart buying dengan membuat daftar belanja barang-barang yang penting saja untuk dibeli.

Setelah membuat daftar belanja, tentukan anggaran khusus agar tidak berlebihan ketika muncul banyak diskon menjelang lebaran. Strategi ini terkesan sederhana namun sangat efektif untuk mengetahui kebutuhan hidup selama masa swakarantina. Anda akan cenderung terhindar dari sifat impulsif berbelanja ketika sudah terbiasa belanja berdasarkan daftar belanjaan.

Bedakan Keinginan dan Kebutuhan

Pada bulan Ramadan, biasanya banyak brand memberikan penawaran potongan harga relatif besar. Tak sedikit orang yang awalnya ingin berhemat, tetapi akhirnya tak kuasa untuk kemudian berperilaku konsumtif secara berlebihan.

Baca Juga:   Tips Memilih Sepeda Untuk Goweser Pemula

Untuk mencegah perilaku seperti ini, kita mesti berpikir ulang saat berbelanja. Pilihlah yang sesuai dengan kebutuhan, bukan keinginan. Barang-barang yang dibutuhkan, biasanya memberikan nilai manfaat dalam jangka panjang, sementara keinginan hanya memberikan kenikmatan sesaat yang belum tentu berguna dalam jangka panjang. Langkah terbaik adalah, manfaatkan promo untuk berbelanja kebutuhan pokok saja. Upayakan mengerem keinginan membeli hal-hal yang bisa menjebak pengeluaran lebih.

Menabung dan Investasi

Selama bulan Ramadan ini pastikan kondisi tabungan dan investasi tetap aman. Apabila kesulitan untuk menabung dan belum memiliki investasi, Anda bisa memulainya pada bulan ini, dengan menafaatkan dana THR (Tunjangan Hari Raya). Yang terpenting adalah niat untuk mulai menabung dan berinvestasi.

Penggunaan uang THR dapat dikelompok-kelompokkan. 50% uang THR untuk ditabung, 20% untuk investasi (misalnya, membeli logam mulia, saham, atau reksadana), dan sisa 30% untuk keperluan pribadi (misalnya, melunasi utang atau memberi uang lebaran kepada keluarga).

Jangan Gunakan Dana Darurat

Menghindari penggunaan dana darurat sangat penting dilakukan. Saat kondisi pandemi seperti saat ini, usahakan menyiapkan dana darurat, idealnya untuk 3-6 bulan berikutnya. Pandemi corona saat ini membuat situasi sulit diprediksi, ada kemungkinan pendapatan bisa terhenti sewaktu-waktu. Jadi, jika dana darurat tetap tersimpan dengan aman, maka kita tak akan kesulitan jika ternyata terjadi hal-hal yang tak terduga.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password