Sejarah 9 Mei: Schutzstaffel, Pasukan Elit Jerman Membantai 588 Kaum Yahudi Eropa

Tampak pasukan elit SS Jerman berbaris (Dok.Istimewa)

Bosscha.id – Dalam sebuah agenda yang bernama Endlösung, pada 9 Mei 1942. Pasukan elit Jerman yang bernama Schutzstaffel membantai 588 kaum Yahudi Eropa di Kota Zinkiv. Schutzstaffel atau yang lebih dikenal sebagai SS adalah “nyawa” dari rezim Nazi. Istilah Schutzstaffel sendiri berarti skuadron pelindung dan dibentuk langsung oleh Hitler pada tahun 1925. Tugas mereka adalah untuk melindungi Hitler dan para petinggi Nazi lainnya.

Pembunuhan massal terhadap lebih dari 1 juta kaum Yahudi sebenarnya telah terjadi jauh sebelum Endlösung dilaksanakan sepenuhnya pada tahun 1942. Pelaksanaan Endlösung merupakan suatu kebijakan untuk memusnahkan seluruh kaum Yahudi dengan membangun kamp konsentrasi untuk dijadikan “kamp kematian” dan menciptakan suatu “industri pembantaian massal” terhadap kaum Yahudi secara sungguh-sungguh.

Keputusan untuk melakukan Genosida atau pembunuhan masal secara sistematis terhadap kaum Yahudi Eropa telah diputuskan pada Konferensi Wannsee di Berlin yang dilaksanakan pada tanggal 20 Januari 1942. Selama berlangsungnya konferensi tersebut, terjadi sebuah diskusi oleh sekelompok perwira Nazi Jerman untuk memutuskan “Solusi akhir atas persoalan Yahudi” (“Endlösung der Judenfrage”).

Catatan rapat dan berita acara rapat ini ditemukan oleh tentara sekutu pada akhir peperangan dan dijadikan alat bukti pada Peradilan Nuremberg. Pada musim semi 1942, Operasi Reinhard memulai pelaksanaan pembunuhan sistematis terhadap kaum Yahudi ini walaupun ratusan ribu dari kaum Yahudi ini telah dibunuh oleh para pasukan pembunuh dan penyerbuan massal.

Pada pidatonya tanggal 6 Oktober 1943 di Konferensi Posen, Heinrich Himmler untuk pertama kalinya menjelaskan secara resmi kepada seluruh pimpinan kerajaan Jerman (Deutsches Reich) secara terus terang dan dengan bahasa yang kejam tentang apa itu arti sesungguhnya dari “Endlösung”.

Namun, masih terdapat perdebatan di antara para sejarawan mengenai kapan tepatnya keluar keputusan untuk pemusnahan populasi kaum Yahudi Eropa ini dibuat oleh para pemimpin Jerman. Akhirnya menjadi konsensus (kesepakatan) bahwa agenda “Endlösung” ini timbul secara berangsur-angsur antara musim panas dan musim semi pada tahun 1941.

Christopher Browning seorang sejarawan terkemuka tentang Holocaust menyatakan bahwa keputusan untuk pemusnahan kaum Yahudi Eropa ini sesungguhnya terdiri dari 2 keputusan, satu keputusan dibuat pada tahun 1941 untuk membunuh kaum Yahudi Rusia (pembunuhan massal oleh Einsatzgruppen telah dimulai pada saat musim panas pada tahun 1941), dan keputusan kedua dibuat pada bulan Oktober 1941 untuk memusnahkan kaum Yahudi Eropa.

Cukup banyak bukti yang mendukung pernyataan ini, misalnya pada 31 Juli 1941, berdasarkan instruksi Adolf Hitler, perwira Nazi Hermann Göring memerintahkan jenderal SS Reinhard Heydrich untuk melakukan segala persiapan menyangkut organisasi, keuangan dan hal-hal material untuk suatu solusi total (Gesamtlösung) atas pertanyaan Yahudi pada daerah kekuasaan Jerman.

Dikatakannya sebagai berikut: “Saya menginstruksikan kalian untuk selanjutnya menyerahkan laporan kepada saya suatu rencana menyeluruh dari hal-hal administratif dan keuangan untuk melaksanakan keinginan berupa solusi terakhir (Endlösung) atas pertanyaan Yahudi”.

Awalnya mereka menguji solusi tersebut di Generalgouvernement dan dijuluki dengan “Operasi Reinhard.” Di sini, SS mendirikan tiga tempat pembunuhan yang dimaksudkan untuk membunuh sebanyak dan secepat mungkin orang Yahudi di dalamnya.

“Pabrik-pabrik kematian” ini, yang terletak di Sobibor, Belzec, dan Treblinka, adalah tempat di mana kamar gas pertama kali didirikan. Dalam waktu singkat, Himmler memerintahkan agar pusat pembantaian juga didirikan di Auschwitz-Birkenau. Di tempat inilah 1 juta orang Yahudi menemui ajalnya.

Secara total, pasukan SS Jerman telah membunuh hampir 2,7 juta orang Yahudi di pusat-pusat pembantaian, semuanya sebagai bagian dari Solusi Akhir mereka. Setelah Perang Dunia II berakhir, hanya sedikit petinggi SS yang berhasil ditangkap hidup-hidup. Komandan SS sendiri, Heinrich Himmler, bunuh diri pada 23 Mei 1945 dengan menelan kapsul sianida.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password