Prank Ferdian Paleka, Dehumanisasi dan Murka Warganet

Ilustrasi Bosscha.id

Bosscha.id – Untuk kesekian kalinya terjadi perlakukan tidak mengenakan terhadap transgender perempuan (transpuan). Begitu pun yang terjadi pada kasus konten video yang dibuat oleh Youtuber Ferdian Paleka yang beberapa hari kemarin sempat menggemparkan ini.

Rasanya tak perlu banyak teori memang untuk menilai apa yang dilakukan Youtuber asal kota Bandung itu adalah sebuah dehumanisasi, kontraproduktif, atau hanya sekedar spam di internet. Beredarnya video ini tentu menimbulkan berbagai reaksi di masyarakat.

Dalam video tersebut, Ferdian CS seakan-akan merendahkan kaum transpuan dengan melakukan prank dengan berpura-pura memberikan bantuan berupa dus sembako yang ternyata berisi sampah dan batu.

Meski videonya sudah dihapus tak lama setelah ia uploaod. Namun beberapa orang ada yang berhasil mendownload dan kemudian me-reupload hingga kemudian video itu bisa dikonsumsi oleh khalayak dan menjadi viral.

Bertindak seolah sebagai ‘Polisi Moral’, Ferdian berdalih bahwa para transpuan tak harusnya masih berkeliaran di jalan pada bulan suci Ramadhan terlebih pada masa PSBB seperti saat ini. Dengan alasan itu maka Ferdian CS ingin memberikan “pelajaran” kepada mereka yang masih membandel dengan nekad keluar rumah. Bahkan dia berucap; “Gua mau bantuin pemerintah buat ngebersihin sampah masyarakat.” 

Jika dilihat dari dua akun Youtube yang dimilikinya, sebagian besar diisi oleh konten-konten dewasa yang melulu membahas tema esek esek. Ada yang menarik jika kita telisik akun Youtube Ferdian Paleka ini. Dikutip dari Mojok.co (4/5), total jumlah video yang ada di akun itu ada sekitar 31 video, dengan total subcribers sekitar 90ribuan. jumlah subcribers ini sebelum dia menjadi viral.

Dan setelah viral jumlah subcribers bukan menurun malah naik, mencapai angka 116ribu. Fenomena ini cukup aneh, di satu sisi Ferdian Paleka kini menjadi salah satu Public Enemy di Indonesia, setelah kasus video prank dus makanan sampahnya. Di sisi lain jumlah subcribersnya naik 25ribuan dalam kurun waktu kurang dari satu minggu.

Meski kini dia kebanjiran hujatan, tapi dia juga mendapat subcribers baru. Dan ini bukan kali pertama ia banjir hujatan. Pada konten sebelumnya ia pernah membuat video tentang dirinya dan kawan-kawannya yang mencoba bertanya dan menawar harga pekerja sex komersial (PSK). Video tersebut dikecam lantaran dia tidak menyensor wajah PSK yang sedang mereka tanyai harganya.

Dari konten-kontennya yang dihujani banyak hujatan, tentu itu semua tanpa didasari oleh bangunan argumentasi konstruktif, tanpa pertimbangan logis dan hanya untuk kepentingan konten dan adsense belaka, Ferdian telah mengobral kebodohannya ke publik, yang tak lain hanyalah upaya perendahan harkat dan martabat orang lain.

Di tengah kekhawatiran akan anacaman krisis ekonomi negeri karena pengaruh pandemi corona ini, nampaknya ada yang sama mengkhawatirkannya, yaitu krisis moral dan penistaan terhadap kemanusiaan.

Kasus Ferdian ini nyatanya telah menelanjangi kita semua. Betapa suksesnya para politisi-politisi kita menyebarkan ilmunya. Karena hal seperti ini biasanya dilakukan oleh politisi saat berkampanye, mereka biasanya memanfaatkan kondisi krisis untuk mendiskriminasi kelompok minoritas rentan lewat retorika, demi meraup banyak suara. Dan ternyata juga bisa diadaptasi oleh seorang Youtuber melalui konten kontraproduktif.

Jika kita cermati statement Ferdian yang ini “Gua mau bantuin pemerintah buat ngebersihin sampah masyarakat.” Sampah masyarakat yang mana sebenarnya yang ingin Ia bersihkan?, para kaum transpuan?, dirinya sendiri?, atau jangan-jangan saya, Anda, atau kita semua yang diam-diam subscribe akunnya kemudian asik menikmati konten Ferdian lainnnya yang bertema esek esek.

Jika itu benar, maka sayang sekali, semua konten yang dia yang bertema esek esek sudah tidak bisa kita jumpai lagi, entah itu di take down oleh Youtube, atau memang Sang Tuan Guru Ferdian sendiri yang menghapusnya, karena ia tak mau menjadikan para subcribers (pengikutnya) menjadi sampah masyarakat.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password