Sejarah 6 Mei: Cikal Bakal Lahirnya Hari Tanpa Diet Internasional

Diet berlebih bisa berakibat buruk bagi kesehatan (Shutterstock)

Bosscha.id – Mungkin banyak dari kita yang belum mengetahui tentang adanya hari tanpa diet, atau ‘International No Diet Day’ (INDD). Terdengar aneh memang, namun hal ini memang benar adanya. Hari Tanpa Diet Internasional ini didedikasikan untuk mempromosikan gaya hidup sehat dengan fokus pada kesehatan dan meningkatkan potensi bahaya dari diet ketat.

Dan bertujuan untuk mengimbau masyarakat menjalankan gaya hidup sehat tanpa harus memiliki tubuh yang kurus. Tubuh yang kurus akibat diet berlebihan justru dapat memicu timbulnya bahaya dan masalah kesehatan.

‘International No Diet Day’ ini muncul lantaran fenomena banyak orang yang ingin kurus dan melakukan diet tanpa peduli pada kesehatan. Di Eropa, biasanya kebanyakan perempuan yang ingin terlihat cantik dengan tubuh kurus melakukan diet habis-habisan selama enam bulan jelang musim panas.

Bahkan ada yang tak segan melakukan cara instan untuk menurunkan berat badan seperti operasi atau suplemen khusus. Masalah ini justru menimbulkan banyak korban akibat gaya hidup yang tidak sehat.

INDD diciptakan oleh Mary Evans Young pada tahun 1992. Setelah secara pribadi Young  mengalami anoreksia nervosa atau gangguan kejiwaan dimana pengidapnya memiliki obsesi untuk memiliki tubuh kurus dan sangat takut memiliki tubuh gemuk atau terlihat gemuk. Setelah terbebas dari gangguan kejiwaan itu, ia kerap membantu orang untuk menghargai diri mereka apa adanya, dan menghargai tubuh yang mereka miliki. 

Mary Evans Young yang merupakan seorang Feminis Inggris, gencar memerangi anoreksia, masalah citra tubuh, dan intimidasi selama bertahun-tahun. Pada tahun 1992, setelah melihat wanita lain mengalami nasib serupa, ia pun lalu mengambil tindakan. Young mengundang teman-temannya untuk memakai stiker “Ditch That Diet” dan sepenuhnya memeluk tubuh mereka selama sehari.

Ada insiden yang memperkuat keinginan Young untuk mengekspos apa yang dia yakini sebagai kesia-siaan diet. Pertama, sebuah program televisi di mana tiga wanita yang perutnya sedang dijepit dalam upaya untuk menjadi kurus. Dan ada salah satu wanita yang telah menjalani operasi agar menjadi kurus, namun kembali bertambah berat badannya, dan menjalani operasi lagi, hingga tiga kali. Young merasa, hal ini sangat menyusahkan, akhirnya dia menyadari bahwa ada rasa sakit fisik dan emosional para wanita dalam program itu karena dia sendiri mengalami kebencian yang mendalam pada diri sendiri. 

Dan insiden kedua, terjadi sekitar sebulan kemudian setelah ia menonton program televisi tersebut.  Kala itu Young membaca koran tentang seorang remaja yang meninggal gantung diri karena kerap diejek sebab memiliki badan yang gemuk.

Dari sanalah, Young kemudian memperkenalkan Hari Tanpa Diet pertama, pada 5 Mei 1992. Awalnya dimaksudkan sebagai Hari Tanpa Diet Nasional yang berbasis di Inggris. Lalu pada tahun berikutnya 1993, kaum feminis di banyak negara berencana untuk merayakan Hari Tanpa Diet Internasional. 

Orang Amerika, khususnya mereka yang berada di California, Texas, New Mexico dan Arizona,  bahwa tanggal 5 Mei tersebut berbenturan dengan perayaan Cinco de Mayo di negara bagian selatan. Oleh karena tanggal 5 pun tidak ada arti khusus bagi Young, maka dia setuju untuk mengubah tanggal perayaannya menjadi 6 Mei.

Setelah itu perayaan ‘International No Diet Day’ banyak diadaptasi oleh kelompok feminis di negara-ngegara lain di seluruh dunia seperti Kanada, Australia, Selandia Baru, India, Israel, Denmark dan Brazil. Pada setiap tanggal 6 Mei, mereka membuang timbangan badan, memakai pita biru muda , dan menikmati bentuk tubuh apa adanya.

Consumer Health Digest menyatakan Hari Tanpa Diet Internasional ini dapat dirayakan dengan beberapa cara. Seperti menerima bentuk tubuh sendiri tanpa membandingkannya dengan orang lain, meninggalkan kebiasaan makan yang tidak sehat dan tidak mengejek orang lain berdasarkan bentuk tubuh.

Hari Tanpa Diet Internasional ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik akan tubuh sehat, menghilangkan obsesi tentang berat badan, menghapus diskriminasi ukuran dan berat badan, serta menghormati para korban akibat gangguan makan dan operasi penurunan berat badan.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password