Tolak Pakai Masker, Satu Keluarga di AS Bunuh Satpam Toko

Representational Image via ews18.com

Bosscha.id– Tiga anggota keluarga didakwa pasal pembunuhan tingkat pertama setelah menembak mati seorang petugas keamanan toko serba ada Family Dollar, Michigan, Amerika Serikat lantaran menolak memakai masker di tengah pandemi virus corona (Covid-19), Senin (4/5).

Dilnasir CNNIndonesia.com, Kepolisian Negara Bagian Michigan menuturkan ketiga anggota keluarga itu terdiri dari Ramonyea Travon Bishop (23), Larry Edward Teague (44), dan Sharmel Lashe Teague (45). Ketiganya didakwa pasal pembunuhan tingkat pertama setelah menembak mati Calvin Munerlyn (43) yang merupakan satpam toserba Family Dollar.

Menurut kantor kejaksaan wilayah Genesee, Michigan, Sharmel dan Larry Tague merupakan pasangan suami istri, sementara Ramonyea anak laki-laki Sharmel.

Jaksa David Leyton memaparkan insiden bermula ketika Munerlyn berselisih dengan Sharmel Teague setelah memberi tahu sang putri untuk mengenakan masker. Hal itu terverifikasi dari rekaman CCTV toko.

Anak perempuan Shermel lalu meninggalkan toko, namun Sharmel tetap berteriak kepada Munerlyn yang kemudian menyuruhnya pergi. 

Munerlyn juga meminta kasir toko untuk tidak melayani mereka lantaran tidak mau memakai masker yang menjadi aturan wajib Negara Bagian Michigan sebagai upaya penanggulangan penularan corona.

Di bawah perintah eksekutif Gubernur Michigan Gretchen Whitmer, seluruh karyawan ritel dan para pelanggan harus mengenakan masker saat berbelanja dan berada di toko.

CCTV menunjukkan Sharmel tak lama pergi menuju mobil SUV-nya setelah sempat beradu mulut dengan Munerlyn. Namun, sekitar 20 menit kemudian, mobil SUV Sharmel kembali.

Dua pria yang diidentifikasi sebagai Ramonyea dan Larry turun dari mobil, memasuki toserba, dan mendekati Munerlyn. Larry lantas berteriak kepada sang petugas keamanan karena merasa istrinya sudah diperlakukan secara tidak hormat.

Baca Juga:   Ribuan Warga Kabupaten Malang Terdampak Gempa

Ramonyea lantas tiba-tiba menembak kepala Munerlyn. Dia lantas jatuh terkapar, dan sempat dibawa ke Rumah Sakit Flint meski akhirnya tidak selamat.

“Dari semua indikasi yang ada, Munerlyn hanya menjalankan tugasnya untuk menerapkan aturan eksekutif Gubernur Whitmer terkait penanganan pandemi corona untuk keselamatan staf sekaligus pelanggan toserba,” kata Leyton seperti dilansir CNN.

Larry dan Ramonyea saat ini masih dalam pencarian polisi, sementara itu Sharmel telah diamankan aparat dan menunggu dakwaan.

Selain pasal pembunuhan, kantor kejaksaan memaparkan Ramonyea dan Larry juga didakwa soal penyalahgunaan kepemilikan senjata api dan pelanggaran aturan gubernur.

Sementara itu, keluarga Munerlyn sangat terpukul dengan insiden ini. “Ini tidak masuk akal. Hanya karena masker. Hanya karena masker (harus membunuh)?” kata sepupu Munerlyn, Tina James.

Perusahaan Dollar Tree yang menaungi Family Dollar menuturkan mengetahui soal insiden tragis ini.

“Kami akan terus bekerja sama dengan pihak berwenang setempat untuk menyelidiki kasus ini,” kata Presiden Dollar Tree Randy Guiler. 

Source: CNN Indonesia

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password