Imbas Covid-19, Ribuan Pekerja Pariwisata di KBB Dirumahkan

Ilustrasi Virus Corona Covid-19. [Shutterstock]

Bosscha.id– Semenjak pandemi virus corona pariwisata di Kabupaten Bandung Barat mengalami babak belur. Tidak main-main, selain anjloknya pendapatan dari sektor parwisata, ini juga berimbas pada ribuan orang pekerja pariwisata di Bandung Barat yang terpaksa dirumahkan.

Kepala Bidang Kepariwisataan pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB, David Oot mengatakan, kondisi tersebut merupakan dampak dari adanya wabah Covid-19, sehingga tidak adanya wisatawan yang dapat berlibur ke KBB. 

“Sekarang sudah tidak ada kujungan tamu wisata ke KBB. Bukan hanya usaha pariwisata yang terdampak, pekerjanya pun sangat terdampak,” kata David kepada Bosscha.id, Senin (4/5/2020).

David mengatakan, ribuan karyawan tersebut merupakan pekerja di perhotelan, restoran, pekerja seni, pekerja ekonomi kreatif dan kelompok sadar wisata. 

“Semua pekerja pariwisata ini, sudah kami data secara lengkap. Berdasarakan data kami, total semua sudah ada 2.448 orang dirumahkan,” ujar David.

Lebih lanjut David berharap pandemi corona segera berkahir sehingga pariwisata KBB bisa kembali tumbuh. Apalagi, selama ini pariwisata merupakan sekor unggulan di KBB.

“Jika melihat surat edaran pertama terkait penutupan hingga adanya penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), jelas itu sangat berdampak sekali. Kami berharap pasca covid-19 pariwisata di KBB bisa berbenah,” kata David.

Saat ini pariwisata di Kabupaten Bandung Barat menjadi salah satu point penting bagi pembangunan ekonomi masyarakat. Hal ini tak terlepas dari adanya beberapa wahana wisata favorit pun seperti Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Perahu, The Lodge Maribaya, Farm House Susu Lembang, dan sejumlah objek wisata lainnya,

Kemerosotan kujungan wisatawan akibat penyebaran virus corona dirasakan juga sejumlah objek wisata dan hotel di Lembang. Banyak wisatawan turut menunda keberangkatannya. 

“Kita kehilangan banget banyak tamu hotel. Terutama, tamu yang biasanya menggunakan jasa OTA. Dampak corona sangat terasa,” kata Manager Marketing dan Sales Hotel Vila Lemon Lembang, Ian Rahmat Firdaus.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password