Di PHK Gara-gara Corona, Buruh di KBB Memilih Jadi Kuli Bangunan

Ilustrasi buruh pabrik yang di PHK. REUTERS/Henry Romero

Bosscha.id– Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung Barat, sebanyak 5.773 buruh di KBB terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan terpaksa dirumahkan. Hal itu lantaran imbas wabah virus corona di KBB yang semakin mengkhawatirkan.

Sekretaris Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (KC FSPMI) Bandung Barat, Dede Rahmat mengatakan, dengan kondisi tersebut para buruh terpaksa harus mencari pekerjaan lain, seperti menjadi ojek online hingga kuli bangunan.

“Memang banyak buruh yang dirumahkan, terutama saat PSBB ini, bahkan ada yang di PHK. Tapi buruh yang dirumahkan harus tetap mencari nafkah bagi keluarga, yang penting dapur ngebul. Jelas, ini dampaknya bagi perekonomian buruh sangat terasa,” ujar Dede saat dihubungi, Senin (4/5/2020).

Dede menuturkan, walaupun penghasilan menjadi buruh lebih tinggi jika dibandingkan dengan kuli bangunan, namun dengan kondisi seperti saat ini pekerjaan apapun harus dilakoni karena kebutuhan keluarga tetap harus dipenuhi.

Namun demikian, menurutnya, untuk buruh yang dirumahkan pasti akan dipekerjakan kembali.

“Hanya saja mereka tidak mendapat penghasilan selama ada di rumah, sehingga harus mencari pekerjaan yang lain karena saat ini masuk bulan ramadhan dan kebutuhan pun akan tinggi. Kami selalu berupaya agar hak mereka bisa dipenuhi kalau di PHK,” kata Dede.

Kepala Disnakertrans KBB, Iing Solihin mengatakan, sebanyak 5.773 buruh tersebut berdasarkan laporan dari 12 perusahaan di KBB yang pekerjanya memang terdampak Covid-19. Adapun, mereka diusulkan untuk mendapat kartu pra kerja.

“Perusahaan wajib memberikan tunjangan disesuaikan dengan ketentuan saja. Kalau tidak, sesuai aturan sudah ada sanksinya. Paling penting harus ada perjanjian antara pengusaha dan pekerja,” ujarnya.

Adapun, lanjut Iing, khusus untuk buruh yang dirumahkan, nantinya mereka bisa kembali bekerja di perusahaan asal, setelah pandemi Covid-19 ini benar-benar aman.

“Nanti kalau penyebaran Covid-19 ini sudah berakhir buruh yang dirumahkan akan dipekerjakan kembali,” katanya.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password