Puasa di Tengah Wabah Corona, Sabar, Ini Ada Tipsnya

Ilustrasi berbuka puisi (freepik.com)

Bosscha.id – Bagi umat muslim, bulan Ramadhan tahun 2020 mungkin akan sedikit berbeda. Pasalnya sudah dipastikan bulan Ramadhan tahun ini umat muslim di seluruh dunia atau di Indonesia khususnya akan menjalanjan ibadah puasa Ramadhan di tengah pandemi corona.

Bulan Ramadhan yang kita jalani dan saat dunia sedang menghadapi pandemi/wabah virus corona. Ada kekhawatiran bahwa ibadah puasa akan membuat daya tahan dan imunitas tubuh menjadi menurun, sehingga orang yang menjalankan ibadah puasa dikhawatirkan akan menjadi rentan terhadap serangan virus corona ini.

Benarkah demikian? Apa tips/kiat agar bisa tetap berpuasa dengan lancar dan tetap sehat serta terhindar dari dampak buruk akibat wabah virus corona. Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun memberikan imbauan. Melalui edaran di situs resmi WHO, berikut adalah tips menjaga kesehatan di bulan Ramadan saat wabah Covid-19.

Tetap menjalankan aktivitas fisik

Aktivitas fisik juga diimbau untuk dikerjakan selama menjalankan ibadah puasa. Meski memang ada pembatasan secara intensitas dan jenis gerakan yang dipilih, namun ini penting untuk tetap menjaga kebugaran. Namun, mengingat guna menerapkan pembatasan sosial saat pandemi corona, lebih disarankan untuk melakukan olahraga di dalam ruangan dan mengikuti kelas online.

Cukupi kebutuhan gizi

Puasa memang mengeliminasi waktu makan siang. Namun bukan berarti kalori juga ikut tereliminasi. Jika biasanya orang makan 3 kali sehari. Puasa lantas akan menggeser waktu makan dan frekuensi menjadi dua kali. Artinya, ada jatah kalori yang dialihkan ke sahur atau ke waktu berbuka. Sebagai contoh, jatah kalori orang dewasa sebanyak 2.000 kalori. Sahur dibuat 750 kalori dan konsekuensinya, berbuka harus memenuhi 1.250 kalori.

Baca Juga:   Sejarah 5 Agustus: Soichiro Honda, Dari Pembalap Menjelma Jadi Raksasa Otomotif Dunia

Cukupkan cairan untuk tubuh

Cairan membantu organ tubuh berfungsi dengan normal. Anda minimal minum 8 gelas air per hari. Jumlah ini dipecah untuk sahur, berbuka dan makan malam. Untuk sahur, misalnya, sebanyak 2 gelas, kemudian 2 gelas saat berbuka, 2 gelas saat makan malam dan 2 gelas jelang tidur.

Siasati menu makan sahur

Waktu sahur yang jauh dari waktu sarapan pada umumnya membuat orang mengonsumsi apapun yang ada di hadapannya. Padahal memulai hari sebaiknya tidak dengan asupan yang asal kenyang. Untuk menyiasatinya, minimal usahakan sahur diisi dengan menu susu dan roti isi. Susu akan memberikan nutrisi lemak dan protein sedangkan roti isi akan memberikan asupan karbohidrat buat tubuh. Jika perlu Anda bisa minum suplemen vitamin C, vitamin E dan zink untuk mengoptimalkan produksi B-Cell dan T-Cell yang berfungsi sebagai “pertahanan lapis pertama” dari sistem kekebalan tubuh.

Puasa  Ramadhan sering dipandang sebagai waktu yang tepat untuk melatih kontrol diri, disiplin diri, pengorbanan dan empati bagi mereka yang kurang beruntung. Semoga di bulan yang penuh dengan rahmat ini, Tuhan Yang Maha Esa memberikan kekuatan agar bisa terhindar dari segala mara bahaya dan semoga wabah Covid-19 bisa segera sirna dari muka bumi ini.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password