Sejarah 20 April: Legenda Musik Balada Indonesia, Franky Sahilatua Wafat

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

Bosscha.id – Siapa yang tak kenal dengan sosok penyanyi legenda berarah Ambon satu ini. Franky Hubert Sahilatua adalah penyanyi legendaris Indonesia berdarah Ambon asal Surabaya. Namanya mulai dikenal publik ketika ia berduet bersama adiknya, Jane Sahilatua, dengan nama Franky & Jane. Duet ini setidaknya sudah menghasilkan lima belas album.

Pada penghujung tahun  1974, Franky tak punya pasangan duet. Padahal dia memperoleh tawaran tampil sebagai musisi pembuka dalam konser Bimbo. Akhirnya Jane, adik Franky, diajak tampil. Dari sanalah mereka kemudian dikenal sebagai Franky & Jane. Franky sadar jika hijrah ke Jakarta penting agar bisa maju dalam bermusik, karena perusahaan-perusahaan rekaman beserta studionya ada di sana. AKA dan musisi-musisi Surabaya lainnya dari Surabaya pun juga sudah hijrah ke ibu kota.

Beruntunglah ada nyong Ambon bernama Wempi Tanasale yang juga musisi dan dulu mencabik bas di band Patas. Penggebuk drum band legendaris, Koes Plus, Kasmuri alias Murry, juga pernah bergabung di Patas. Wempi memperkenalkan Franky dengan adiknya Tonny Koeswoyo, Nomo Koeswoyo, yang pernah jadi penggebuk drum dalam band yang dipimpin Tonny, Koes Bersaudara (sebelum memakai nama Koes Plus).

Alih-alih main drum, Nomo lebih doyan bisnis. Ia mengelola perusahaan rekaman bernama Yukawi yang kelak memproduksi dua album pertama Franky & Jane direkam. Dua album itu, sayangnya, tak langsung membuat duo anak Sahilatua itu sukses di dunia musik.

Franky sukses tak hanya berkat pertolongan sesama musisi, tapi juga penulis novel, yakni Teguh Esha, penulis cerita Ali Topan Anak Jalanan. Versi film dari novel kenamaan Teguh cukup dikenal dalam sejarah perfilman Indonesia era 1970-an. Teguh yang suka dengan vocal Franky dan Jane, akhirnya meminang mereka untuk mengisi Soundtrack di sebuah film.

Diiringi J. Company, mereka merekam lagu di Duba Record. Kali ini, nama anak-anak Hubert Sahilatua itu terangkat. Masa depan cerah mulai terlihat. Lagu-lagu mereka pun cukup dikenal dan sering diputar di radio.

Salah satu yang populer adalah “Perjalanan”Sebagian orang mengenalnya sebagai “Kereta Malam”, karena liriknya yang bercerita tentang perjalanan dengan kereta malam. Liriknya mengisahkan seorang ibu yang baru kehilangan anak gadisnya karena sakit yang tak terobati.

Setelah beberapa album, Franky & Jane pun vakum. Jane sibuk dengan keluarganya dan tak bermusik. Franky pun kemudian bersolo karier. Ia pun akhirnya berhasil menjelma menjadi seniman yang berpengaruh di Indonesia, karya-karyanya menjadi warisan berharga bagi negeri ini.

Tak hanya dikenal sebagai penyayi duet atau solois, Franky pun  tercatat pernah bergabung dengan grup beraliran art rock orchestral rock bernama Lemon Tree’s Anno ‘69, yang musiknya mendapat pengaruh ELP dan Genesis. Beberapa penyanyi seperti Gombloh dan Leo Kristi pun pernah menjadi anggota dari grup ini.

Dan tepat hari ini 9 tahun yang lalu, Franky meninggal dunia tepatnya hari Rabu, 20 April 2011 di RS Medika Permata Hijau, Jakarta, sekitar pukul 15.15. Sebelum meninggal, Franky sempat dirawat di ICU Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta Selatan, sejak 16 April 2011. Dari hari itu, pencipta lagu ‘Kemesraan’ ini tidak sadarkan diri selama tiga hari.

Meski kini Franky telah tiada, namun karya-karya yam pernah diciptakannya masih bisa kita nikmati hingga saat ini, dan menjadi warisan berharga bagi dunia musik negeri ini.



Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password