Saat Dirumah Aja, Ini Tips Memilih Camilan Sehat untuk Anak

Tampilan menarik dan berwarna masih diminati anak (Shutterstock)

Bosscha.id – Ngemil atau snacking tak hanya disukai oleh orang dewasa, anak-anak pun menyukai hal ini. Bagi kita orang dewasa yang sudah mendapatkan beberapa pengetahuan, memilih jenis camilan sering menjadi pertimbangan sebelum dikonsumsi. Baik dari kandungan gizi, vitamin dan sebagainya.

Namun bagi anak-anak, tentu belum bisa memilih jenis camilan yang baik untuk dikonsumsi. Maka dari itu, orangtua dalam hal ini memiliki peran penting untuk melakukan pemilihan jenis camilan yang baik bagi anak.

Hal ini penting dilakukan karena anak di bawah tiga tahun umumnya memiliki kapasitas makan yang terbatas sehingga berisiko tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup dengan hanya mengandalkan tiga kali makanan utama dalam sehari.

Pemberian camilan bernutrisi yang seimbang secara terjadwal dapat mendukung terpenuhinya kebutuhan nutrisi seorang anak. Namun, kegiatan ngemil juga bisa menyebabkan perilaku atau pola makan yang buruk hingga menyebabkan kekurangan atau kelebihan nutrisi, dan nafsu makan menurun apabila orang tua tidak mengatur jadwal atau pola ngemil anak.

Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan orang tua ketika memilih camilan bagi anak mulai dari memperhatikan kandungan karbohidrat, gula, garam, protein dan vitamin. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia ada beberapa tips yang bisa dilakukan orangtua untuk memilih camilan sehat untuk anak yaitu:

Pilih Camilan yang Kaya Gizi

Pilihlah camilan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak secara seimbang. Pola makan yang diberikan juga harus seimbang dan dalam porsi yang lebih kecil dibandingkan makanan utama. Contoh snack misalnya seperti bubur kacang hijau, sandwich keju mini, roti selai kacang, puding susu, lemper, risoles, pastel atau makaroni panggang. Siapkan snack dalam porsi-porsi kecil dan tampilan yang menarik agar anak tertarik untuk menyantapnya, dan usahakan tidak memilih snack dalam kemasan, jika terpaksa harus memberi camilan dalam kemasan, maka cermati komposisi bahan, pastikan anak tidak mengonsumsi gula berlebih.

Cek Keamanan Camilan

Mengecek keamanan camilan adalah hal penting untuk diketahui orang tua. Camilan yang aman adalah yang bebas dari Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang berbahaya dan dilarang oleh BPOM, seperti asam borat, asam salisilat, dietilpirokarbonat, dulsin, kalium klorat, kloramfenikol, minyak nabati yang dibrominasi, nitrofurazon,formalin, hingga pewarna tekstil Rhodamin B. Menjaga keamanan produk dilakukan karena apabila anak mengonsumsi makanan yang mengandung formalin atau rhodamin secara terus menerus dapat menyebabkan kerusakan organ dalam tubuhnya.

Olah dan Sajikan Camilan Secara Higienis

Jika sudah memilih jenis camilan yang akan diberikan kepada anak, maka usahakan sebisa mungkin memberikan camilan buatan rumah sendiri, dengan begitu, kita jadi merasa aman karena cara pengolahan dan kebersihannya lebih bisa terjamin.

Atur Jumlah Camilan yang Dikonsumsi

Bagi Anda yang memiliki anak dengan status gizi lebih atau obesitas, tentu Anda harus mengatur jumlah camilan yang dikonsumsi oleh anak. Anda bisa menggunakan camilan sebagai sarana mengontrol asupan kalori sambil tetap mempertahankan rasa kenyang. Berikan camilan berupa buah potong, bukan jus buah. Bila anak minum susu, berikan susu rendah lemak atau tanpa lemak untuk anak usia di atas 2 tahun.

Imbangi dengan Konsumsi Air Putih

Apabila anak sudah dibolehkan untuk memakan camilan, maka imbangi itu dengan konsumsi mineral yang baik seperti air putih. Hindari kebiasaan minum minuman manis seperti teh manis, minuman dalam kemasan, susu kental manis, minuman berperisa, jus buah yang ditambah gula, dan minuman bersoda. Biasakanlah anak mengonsumsi air putih setelah makan camilan.


Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password