Ini Ternyata Penyebab dan Cara Mengatasi Tumit yang Pecah-pecah

Istilah "rorombeheun" lebih populer di Jawa Barat untuk menyebutkan kaki pecaha-pecah (Shutterstock)

Bosscha.id – Kaki atau tumit pecah-pecah adalah kondisi yang cukup umum terjadi dan bisa mempengaruhi rasa percaya diri seseorang. Pada beberapa kasus, kondisi ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman atau bahkan sakit pada kaki. Bahkan terkadang bila kondisinya parah bisa menyebabkan infeksi.

Apalagi jika retakan terjadi pada tumitnya dalam, maka bisa menyakitkan ketika seseorang berdiri, dan kadang-kadang bisa berdarah. Penyebab tumit pecah-pecah ini beragam, mulai dari penggunaan sepatu yang terbuka hingga faktor kesehatan, dan berikut ini adalah beberapa penyebab tumit pecah-pecah:

Pada umumnya, penyebab kaki pecah pecah bisa terjadi karena kurangnya perawatan atau terpapar bahan kimia tertentu. Dalam dunia medis, kaki pecah pecah ini umumnya memiliki kaitan dengan kapalan.

Karena tekanan berat tubuh terus menerus, lama kelamaan kapalan akan meluas ke samping sehingga menjadi penyebab tumit kaki pecah pecah. Kondisi ini bisa memengaruhi permukaan kulit yang terdiri dari epidermis, dan terkadang bisa menembus jauh ke dalam dermis dan menyebabkan rasa sakit.

Selain beberapa penyebab kaki pecah pecah seperti di atas, faktor lain yang bisa menjadi penyebab, di antaranya:

1. Kondisi Fisik

Pada beberapa kasus, kondisi suhu di dalam sepatu bisa menjadi sangat panas. Perubahan suhu ini bisa mengakibatkan hilangnya air dari kulit dan akhirnya mengakibatkan penebalan lapisan atas kulit.

2. Sabun Kulit

Beberapa sabun dapat menghilangkan minyak pelindung kulit atau bahkan meninggalkan residu iritasi sehingga berkontribusi pada kulit kering.

3. Kondisi Medis

Diabetes, hipotiroidisme, dan malnutrisi adalah beberapa kondisi umum yang dapat menyebabkan kulit kering. Minimnya asupan vitamin A atau asam lemak esensial tertentu, seperti asam alfa-linolenat (ALA) dan asam gamma-linolenat (GLA), juga bisa menjadi penyebab yang mendasarinya. Kondisi yang menyebabkan malabsorbsi pencernaan, seperti penyakit Crohn atau penyakit celiac dapat menyebabkan kekurangan vitamin dan asam lemak esensial.

4. Penuaan

Perubahan hormon dan metabolisme dari waktu ke waktu bisa menurunkan pergantian sel kulit, sehingga menghasilkan penebalan lapisan terluar kulit, yang dikenal sebagai stratum corneum.

Seiring bertambahnya usia, bantalan lemak pelindung di telapak kaki juga semakin menipis. Hilangnya bantalan ini di tumit dapat meningkatkan stres kulit, yang menyebabkan kulit pecah pecah dan kapalan.

5. Cuaca Dingin

Kulit pecah pecah juga sering terjadi pada musim dingin, sebagian besar disebabkan oleh minimnya pemanasan dalam ruangan dan tingkat kelembapan yang rendah.

Selain beberapa penyebab seperti di atas, kondisi lain yang juga bisa menjadi penyebab kaki pecah pecah, antara lain:

  • Menderita eksim, athlete’s foot, dan psoriasis.
  • Dermatitis atopik.
  • Obesitas bisa meningkatkan tekanan pada tumit.
  • Berdiri berjam-jam di permukaan yang keras.
  • Berjalan tanpa alas kaki, atau dengan sandal terbuka.

Cara Mengatasi Telapak Kaki Pecah Pecah

Penanganan kaki pecah pecah pertama yang mudah untuk dilakukan adalah merendam kaki di dalam air hangat selama 10 menit. Setelah direndam, Anda bisa membersihkan telapak kaki pecah pecah. Cara ini berfungsi untuk membuang sel kulit yang telah mati.

Baca Juga:   Tips Memilih Sepeda Untuk Goweser Pemula

Selain itu, menggunakan petroleum jelly kemudian membungkusnya dengan kaos kaki berbahan katun dapat mempertahankan kelembapan kulit kaki. Cara ini harus rutin dilakukan selama beberapa hari.

Berikut ini adalah obat kaki pecah pecah lainnya yang bisa Anda gunakan, di antaranya:

1. Pelembap

Obat kaki pecah pecah yang pertama bisa digunakan adalah pelembap khusus untuk mengatasi kaki pecah pecah. Pada umumnya, pelembap mengandung bahan untuk melembutkan dan menghilangkan kulit mati. Gunakanlah pelembap yang mengandung bahan-bahan berikut:

  • Urea (Flexitol Heel Balm).
  • Salicylic acid (Kerasal).
  • Alpha-hydroxy acids (Amlactin).
  • Saccharide isomerate.

Beberapa pelembap dapat menyebabkan kulit panas atau iritasi ringan, namun hal ini adalah normal. Konsultasikan dengan dokter jika penggunaan obat kaki pecah pecah ini tidak mengatasi keadaan, namun justru menimbulkan reaksi alergi yang parah.

Pada kasus yang parah, obat kaki pecah pecah yang bisa digunakan adalah krim steroid dengan resep untuk mengurangi peradangan dan mengurangi rasa gatal.

2. Madu

Selain obat medis, obat kaki pecah pecah alami yang bisa digunakan adalah madu. Menurut penelitian, madu memiliki sifat antimikroba dan antibakteri. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa madu dapat menyembuhkan dan membersihkan luka dan melembapkan kulit.

Anda bisa menggunakan madu sebagai lulur kaki setelah berendam, atau mengaplikasikannya sebagai masker kaki sebelum tidur.

3. Minyak kelapa

Obat kaki pecah pecah alami berikutnya yang direkomendasikan adalah minyak kelapa. Minyak kelapa berguna untuk mengatasi kulit kering, eksim, dan psoriasis. Minyak kelapa dapat membantu kulit mempertahankan kelembapan. Sifat anti-inflamasi dan antimikroba dari minyak kelapa dapat mengatasi kaki pecah-pecah jika telapak kaki rentan terhadap perdarahan atau infeksi.

4. Menggosok Kulit dengan Batu Apung

Menggosokkan batu apung dengan lembut pada tumit atau kulit pecah pecah–setelah kulit dilembapkan–dapat membantu mengurangi kapalan. Akan tetapi, seseorang yang menderita diabetes atau neuropati tidak boleh menggunakan batu apung. Anda harus berkonsultasi dengan dokter kulit untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

5. Menggunakan Perban Cair

Perban cair atau liquid bandage juga dapat digunakan untuk mengatasi kulit pecah pecah. Perban cair bisa memberikan lapisan pelindung pada kulit yang retak, mengurangi rasa sakit, dan mencegah kuman memasuki luka.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password