Sejarah 17 April: Persib Bandung Menjadi Juara Kompetisi Perserikatan

Bosscha.id – 17 April merupakan tanggal yang bersejarah untuk klub sepakbola kebanggaan masyarakat Jawa Barat, Persib Bandung. Pasalnya di tanggal ini, tepatnya pada 17 April 1994 Persib Bandung menjadi tim terakhir yang menjuarai kompetisi Divisi Utama Perserikatan 1993/1994 yang digelar PSSI.

Kompetisi perserikatan saat itu masih memakai sistem 2 wilayah dengan format kompetisi penuh. Empat dari 8 tim per wilayah akan kembali diadu di babak 8 besar yang dipusatkan di Jakarta. Di wilayah barat, Persib bergabung bersama Persija Jakarta, Persiraja Banda Aceh, Persita Tangerang, Persijatim Jakarta Timur, PSDS Deli Serdang, PS Bengkulu, dan musuh bebuyutannya, PSMS Medan. Di wilayah timur ada Persebaya Surabaya, Persegres Gresik, PSIS Semarang, Persema Malang, PSIR Rembang, PSIM Jogjakarta, Persiba Balikpapan, dan juara bertahan PSM Makassar.

Di babak penyisihan Wilayah Barat, Persib berhasil menjadi juara dengan membukukan 8 kemenangan, 5 seri, dan sekali kalah, memasukan 20 dan hanya kemasukan 6 gol. Satu-satunya kekalahan tim Persib diderita dari PSMS saat Persib bertandang ke Medan. Tim lain yang maju ke 8 besar dari wilayah barat adalah PSMS Medan, Persiraja Banda Aceh dan Persija Jakarta.

Di partai final, Pangeran Biru berhasil mengalahkan PSM dengan skor 2-0. Dua gol Persib masing-masing dicetak oleh Yudi Guntara pada menit ke-26 dan Sutiono Lamso di menit ke-71. Selain meraih gelar juara, Sutiono pun dinobatkan sebagai pemain terbaik.

Langkah Persib melaju ke babak final dan meraih gelar juara saat itu terbilang mulus. Persib lolos ke putaran 8 besar setelah menjadi pemimpin klasemen wilayah barat. Di babak semifinal, tim asuhan Indra Thohir itu bertemu Persija Jakarta. Dan Pangeran Biru sukses menyingkirkan skuat Macan Kemayoran melalui drama adu penalti.

Di pertandingan final, Indra Thohir menurunkan komposisi terbaiknya, yaitu Gatot Prasetyo, Aries Rinaldi, Samai Setiadi (kiper), Dede Iskandar, Nandang Kurnaedi, Hendra Komara, Yadi Mulyadi, Robby Darwis, Roy Darwis, Nana Supriatna, Dudi Subandi, Nunung Mulyadi (belakang), Mulyana, Asep Somantri, Yaya Sunarya, Asep Kustiana, Yudi Guntara, Yusuf Bahtiar (tengah), Sutiono, Tatang Suryana, Asep Poni, Kekey Zakaria, Asep Dayat (depan). 

Generasi ini merupakan generasi emas bagi skuad Maung Bandung. Walaupun dihuni pemain-pemain senior sarat pengalaman, namun Indra Thohir berani memasukan nama-nama muda terutama pemain yang masih berlaga di level PON seperti Mulyana, Asep Somantri, dan Hendra Komara.

Ketiga pemain tersebut tergabung dalam tim PON Jabar yang diantaranya terdiri dari Nuralim, Heri Rafni, Suladi, dll, termasuk Budiman, yang juga masuk seleksi tim Persib saat itu namun gagal bergabung pada tim inti. Diantara pemain, juga terselip nama striker yang kemudian sempat membela Indonesia di ajang Pra Olimpiade 1996, Asep Dayat.

Gelar juara yang diraih oleh Persib pada tahun tersebut menjadi edisi terakhir dari kompetisi Perserikatan. Sebab, setelah itu PSSI menyatukan kompetisi perserikatan dengan kompetisi Galatama menjadi Liga Indonesia (LI) sejak musim 1994/1995.

Kemenangan ini menjadi kemenangan kelima Persib sepanjang gelaran Perserikatan sejak 1931. Sebelumnya, Persib Bandung sudah pernah menjadi juara pada musim 1937, 1959/1961, 1986, dan 1989/1990. Momen juara Persib Bandung itu sekaligus mengakhiri sejarah 63 tahun yang telah mengiringi Liga Perserikatan.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password