Catat, Ini Tips Anak Betah Belajar di Rumah saat Pandemi Corona

Anak-anak seringkali kehilangan fokus belajar ketika dirumah (Freepik.com)

Bosscha.id – Seiring dengan jumlah kasus positif corona yang makin hari terus bertambah, hal ini pula tentu membuat meningkatnya kewaspadaan kita di tengah bencana wabah corona ini. Hal ini kemudian membuat Dinas Pendidikan di berbagai tempat di seluruh Indonesia memperpanjang waktu pembelajaran jarak jauh (online) hingga waktu yang belum dapat ditentukan.

Namun tidak sedikit orang tua yang merasa kerepotan karena belum terbiasa dengan kegiatan dan kondisi ini. Sebab mereka harus bekerja sembari mengasuh serta menjadi guru serba bisa bagi anak-anaknya di rumah.

Berdasar pada fenomena tersebut, Child Protection Specialist Unicef Indonesia Astrid Gonzaga Dionisio membagi sejumlah kiat yang bisa dicoba untuk dipraktikan oleh para orang tua kepada anak-anak yang harus belajar di rumah, agar anak merasa senang saat harus belajar dari rumah.

Melakukan Kegiatan Bersama

Berbagai macam rutinitas dan kesibukan orang tua selama bekerja terkadang malah membuat hubungan dan komunikasi anak-orang tua menjadi jauh. Dan melalui himbauan dirumah saja, hal ini menjadi kesempatan bagus bagi orang tua untuk melakukan kegiatan bersama anak di rumah.

Infografis: Bosscha.id

Hal ini adalah kesempatan bagi keluarga untuk melakukan kegiatan bersama, makan bersama, beribadah bersama, yang selama ini sulit utk kita lakukan, terutama bagi mereka di perkotaan yang orang tua harus berangkat pagi, pulang malam. Dengan begitu proses belajar mengajar antara orang tua dan anak akan terasa cair, tak ada tekanan. Efeknya anak tentu tak akan merasa terbebani dengan tugas yang diberikan oleh sekolah.

Atur Lamanya Durasi Belajar  

Orang tua tentunya perlu memahami kemampuan anaknya masing-masing. Anak-anak umumnya dapat berkonsentrasi penuh selama 10-30 menit, sehingga berikan jeda untuk anak beristirahat setelah beberapa waktu.  

Sebagai contoh, setelah anak membaca satu bagian atau setelah 20 menit, perbolehkan ia untuk mengambil minuman atau makanan ringan. Lalu ijinkan anak untuk beristirahat. Setelah anak kembali berkonsentrasi barulah kita mulai lagi proses belajar mengajarnya, dengan begitu anak akan terhindar dari rasa stress.

Baca Juga:   Ridwan Kamil Keluarkan Surat Peningkatan Kewaspadaan di Jawa Barat

Pilih Tempat Belajar yang Tepat

Tempat dimana anak belajar adalah faktor yang sangat penting untuk mendukung suasana belajarnya. Maka dari itu pilihlah ruangan yang terang dengan suhu ruangan yang pas, tidak terlalu dingin atau panas.

Hindari pula ruangan yang di dalamnya terdapat benda yang bisa mengalihkan perhatian anak, seperti televisi, gadget atau mainan. Berbagai macam peralatan seperti Tv, gadget, atau maianan bisa kita berikan ketika selesai belajar.

Jaga Perilaku Kita Sebagai Orang Tua

Tahukah Anda bahwa hal yang dikatakan dan dilakukan kita sebagai orang tua dalam mendampingi anak belajar akan memengaruhi sikapnya. Kebiasaan buruk orang tua, seperti mudah emosi dan membanding-bandingkan anak kita dengan anak lain, dapat mengganggu proses belajar anak itu sendiri. Maka dari itu kebiasaan seperti itu sebisa mungkin harus dihindari.

Dan untuk meningkatkan motivasi anak, orang tua bisa sesekali memberikan hadiah bila anak berhasil mencapai target tertentu. Misalnya, memberikan tambahan waktu bermain saat anak berhasil mengerjakan semua soal latihan dengan benar.

Dan yang paling penting adalah, pastikan juga anak Anda belajar dalam kondisi sehat dan kenyang, agar ia tidak mudah lelah. Kondisi fisik, psikologis, dan lingkungan yang optimal penting diperhatikan saat mendampingi anak belajar.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password