Sejarah 15 April: Kapal Titanic Tenggelam

Foto Titanic saat pertama kali berlayar meninggalkan pelabuhan (Dok.Istimewa)

Bosscha.id – Tragedi tenggelamnya kapal Titanic adalah salah satu kisah masa lalu yang paling dikenang oleh banyak warga dunia, pasalnya kapal superliner Titanic ini tenggelam dalam pelayaran perdananya.

Hari ini 108 tahun yang lalu, atau tepat pada 15 April 1912, kapal Titanic yang sebelumnya diklaim sebagai kapal yang tak bisa tenggelam, karam setelah menabrak sebuah gunung es di Samudra Antlantik Utara.

Kapal yang menjalani pelayaran perdananya dari Southampton, Inggris. menuju New York itu membawa 2.206 penumpang dan 898 orang awak. Kapal yang dibangun perusahaan pelayaran White Star, Inggris, itu di masanya merupakan kapal pesiar paling mewah di dunia.

Memiliki panjang 274 meter dan tinggi sekitar 30 meter, Titanic adalah kapal yang bisa melaju dengan kecepatan maksimal 30 knot. Sehingga, selain menjadi yang termewah dan terbesar padamasanya, Titanic juga menjadi kapal pesiar tercepat di dunia.

Kompartemen yang dibangun sangat rapat sehingga mampu mencegah rembesan air laut, maka secara teori kapal ini memang tak bisa tenggelam. Dalam pelayaran perdananya dari Southampton menuju New York, Titanic sempat singgah di Cherbourg, Perancis dan Queenstown, Irlandia.

Sebenarnya kru Titanic sudah mendapat kabar kondisi di laut Atlantik Utara. Cuaca yang cukup hangat membuat banyak gunung es pecah dan hanyut ke lautan termasuk ke alur pelayaran kapal. Sayangnya, kru Titanic yang yakin kapal itu tak bisa tenggelam mengabaikan potensi bahaya tersebut.

Lalu, pada Minggu 14 April 1912 malam, sebuah kapal yang berlayar di alur yang sama dengan Titanic, melaporkan lewat radio tentang adanya gunung es menghadang alur pelayaran Titanic. Namun, kabar itu tak disampaikan kepada kapten kapal Titanic di anjungan.

Dan akhirnya pada pukul 23.40, tabrakan pun tak bisa dihindari, sisi kanan Titanik robek akibat tajamnya gunung es itu dan menghancurkan enam kompartemen. Celakanya, kapal itu dirancang hanya bisa mengapung jika paling banyak empat kompartemen yang bocor dan kemasukan air. Beberapa menit kemudian, kru kapal mengirim permintaan tolong radio dan mengirim tanda SOS. Itulah kali pertama sinyal SOS digunakan.

Lalu, kurang lebih pada pukul 00.10. dan hari pun sudah berganti menjadi 15 April 1912, kapten memerintahkan penumpang naik ke sekoci yang disediakan. Sayangnya, sekoci yang tersedia hanya mampu mengangkut separuh penumpang kapal besar itu. Selain itu, tak pernah ada pelatihan atau prosedur menghadapi bencana sebelumnya sehingga proses evakuasi diwarnai kepanikan di atas dek.

Penumpang yang bisa naik ke atas sekoci sebagian besar adalah perempuan yang adalah para penumpang kelas satu. Sementara, para penumpang kelas tiga bahkan tak diizinkan naik ke dek hingga para penumpang perempuan kelas satu aman meninggalkan kapal.

Presiden perusahaan White Star, Bruce Ismay melompat ke sekoci terakhir meski masih banyak perempuan dan anak-anak di atas geladak Titanic. Dan pada pukul 02.20, kapal Titanic pun akhirnya tenggelam setelah badannya terbelah menjadi dua.

Kapten Edward Smith pun ikut tenggelam bersama kapal tersebut. Sekitar satu jam setelahnya, kapal pesiar Carpathia melintas dan menyelamatkan 705 orang penumpang yang berhasil naik ke sekoci. Sementara para penumpang yang nekat menceburkan diri ke lautan yang dingin itu, semuanya tewas. Jumlah keseluruham korban tewas diperkirakan sekitar 1.514 jiwa.

Akibat tenggelamnya Titanic, sejumlah aturan keselamatan pelayaran diubah, termasuk jumlah sekoci yang harus mampu menampung semua penumpang kapal. Pada 1985, setelah melalui upaya pencarian yang panjang, lokasi tenggelamnya Titanic di dasar laut Atlantik Utara ditemukan.


Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password