Soal Bantuan Rp500 Ribu per KK Dampak Corona, Kepala Dinsos KBB: Itu Khusus Warga Miskin

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bandung Barat, Heri Pratomo/Bosscha.id

Bosscha.id– Sejumlah warga miskin di Kabupaten Bandung Barat yang terdampak penyebaran virus corona (Covid-19) akan mendapatkan bantuan uang sebesar Rp500 ribu. Saat ini, Pemkab Bandung Barat masih menunggu Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menerima penyaluran uang bantuan tersebut.

Menurut Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bandung Barat, Heri Pratomo, bantuan tersebut akan diberikan kepada warga miskin yang terdaftar di Basis Data Terpadu (BDT).  

“Rencananya bantuan yang diberikan sebesar Rp 500 ribu untuk per keluarga ini langsung dari provinsi. Bantuan juga akan diberikan sesuai dengan data BDT saat ini. Sekarang kita masih menunggu,” kata Heri, saat dihubungi, Selasa (31/3/2020).

Heri menyebutkan, warga miskin di Kabupaten Bandung Barat yang terdaftar di BDT mencapai 150.000 orang. Meski begitu, kata Heri, tidak semua warga akan mendapatkan bantuan uang sebesar Rp 500 ribu tersebut.

“Mungkin yang diajukan sekitar 70.000 orang, khususnya warga yang memang tidak mendapatkan bansos sembako dan PKH. Karena sekitar 80.000 orang sisanya, itu sudah mendapatkan bansos sembako dan PKH. Artinya yang prioritas mendapatkan bantuan hanya sekitar 70.000 orang,” terang Heri.

Baca Juga:   Moeldoko Terpilih Jadi Ketum Partai Demokrat Versi KLB

Heri mengatakan, sebenarnya banyak warga dari pekerja informal yang terdampak dengan kondisi Covid-19. Hanya saja, setelah dipertimbangkan tetap pemberian uang bantuan terdampak corona tersebut akan mengacu pada BDT.

“Kalau melihat perkembangan, ada beberapa warga baru yang terdampak secara ekonomi. Meski begitu, kita belum tau berapa kuota yang akan diberikan di KBB. Tapi yang pasti, bantuan tersebut akan diberikan kepada warga miskin yang masuk di BDT,” terangnya.

Heri menambahkan, saat ini pihaknya tidak bisa memastikan kapan pemberiaan bantuan tersebut akan disalurkan lantaran masih dalam pembahasan pihak provinsi.

“Informasi masih dalam pembahasan di Bapeda Provinsi. Ya kita tunggu saja nanti seperti apa hasilnya,” ucapnya.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password