Dokter Tirta Adalah Oase di Tengah Wabah Corona

Melalui beberapa postingan di media sosial, dr.Tirta mengunggah opininya tentang wabah Corona (Dok.Istimewa)

Bosscha.id – Tirta Mandira Hudhi atau yang yang akrab disapa Dokter Tirta, namanya kini sedang jadi perhatian publik. Pasalnya dokter sekaligus pengusaha ini terus gencar mengkampanyekan kepada masyarakat untuk menekan penyebaran Virus Corona atau Covid-19 di Indonesia.

Menurut dia, saat ini baik pemerintah maupun warga harus bersatu memerangi penyakit yang begitu cepat menyebar hampir ke seluruh provinsi yang ada di Indonesia. Dengan ciri khas karakternya yang “ngegas”, Tirta menyampaikan, hanya satu yang perlu dilakukan masyarakat, terutama anak muda untuk memerangi Covid-19, yakni tetap berada di rumah.

Bahkan beberapa waktu yang lalu Ia pun sempat “amuk” Presiden Jokowi terkait pandemi virus ini. Melalui sebuah video yang beredar di media sosial, pria ini bahkan tampak ngamuk ketika menyampaikan pesan untuk Jokowi.

“Asal Bapak Jokowi tahu, dan teman-teman pemerintahan yang duduk di istana dan teman-teman DPR yang duduk di kursi paripurna, asal kalian tahu, ketika kalian duduk di singgasana kalian sendiri, satu dokter setiap hari meninggal! Dan satu tenaga medis tiap hari meninggal,” ujar dr.Tirta dengan sangat tegas, seperti dikutip dari Facebook.

Menurutnya, kondisi Indonesia sudah darurat karena virus corona menyebar ke berbagai provinsi. Ia menyarankan harus ada tindakan tegas mencegah penyebaran corona, seperti melakukan karantina wilayah.

Dokter Tirta yang juga merupakan seorang influencer sekaligus pengusaha muda yang cukup dikenal di Indonesia. Tidak hanya menggunakan gelar untuk sekedar nama panggung yang ia digunakan di media sosial.

Pria mualaf keturunan Tionghoa ini merupakan lulusan Fakultas Kedokteran UGM (Universitas Gajah Mada), Yogyakarta. Meski telah terbilang sukses di dunia usaha, ternyata ia tak melupakan sumpah dokter yang pernah ia ikrarkan setelah lulus menempuh pendidikan kedokteran dulu.

Ini terbukti di tengah wabah yang sedang melanda negara kita ini. Meski tak bisa terjun langsung ke ruang perawatan karena sudah setahun ia tak praktik sebagai dokter, Tirta pun tak patah arang untuk membantu perjuangan dalam melawan virus corona ini.

Ia pun menempuh jalan lain untuk terlibat memerangi Covid-19 ini, dengan memanfaatkan followernya di dunia maya, melalui kitabisa.com Tirta menggerakkan orang untuk berdonasi membantu memenuhi kebutuhan alat pelindung diri (APD) untuk rekan-rekannya yang bertarung di garda terdepan.

Bersama Dompet Duafa, pria ini juga ikut dalam kegiatan menyediakan seribu titik ruang penyemprotan disinfektan yang tersebar di tempat-tempat umum di Jakarta. Bahkan, ia juga berupaya memenuhi nutrisi tenaga kesehatan yang tengah berjibaku menghadapi pasien-pasien COVID-19 yang jumlahnya terus bertambah tiap harinya. Selain itu Dokter tirta pun aktif mengampanyekan tentang PHBS (Pola Hidup Bersih Sehat), dan memastikan terlaksananya Social Distancing dengan baik.

Menjadi relawan membuatnya kerap beriteraksi langsung dengan orang-orang yang positif corona dan singgah di tempat-tempat yang sudah menjadi Zona Merah penyebaran virus ini, Dokter Tirta saat ini tengah menjalani perawatan isolasi di salah satu rumah sakit. Karena Ia di tetapkan menjadi pasien dalam pengawasan (PDP) .

Dalam unggahan di akun sosial media instagram miliknya, terlihat dokter Tirta tengah duduk di ranjang rumah sakit lengkap dengan jarum infus di tangan. Meskipun demikian dokter Tirta tetap melakukan aktivitas di dalam ruangan dengan memberikan edukasi-edukasi melalui instagram miliknya.

Baca Juga:   Tertular Virus Corona, 127 Jurnalis di Dunia Meninggal

Meski sudah berstatus PDP, dokter Tirta tetap membagikan informasi terkini terkait misi kemanusiaan yang Ia lakukan bersama tim. Dibantu oleh teman-temannya, beberapa bantuan untuk cegah penyebaran corona telah dibagikan ke berbagai wilayah.

Sebelum jatuh sakit dan berstatus PDP, sebagai relawan Covid-19 Dokter Tirta pernah memberikan saran kepada pemerintah terkait penanganan virus corona di tanah air. Saat ini menurut dokter Tirta, satu-satunya jalan menghentikan penyebaran virus Covid-19 di Indonesia adalah dengan melakukan karantina wilayah sesegera mungkin.

Kemudian dalam kesempatan lain dokter Tirta penah membalas langsung cuitan Presiden Joko Widodo. Dalam cuitannya, dokter Tirta mendesak pemerintah segera melakukan karantina wilayah untuk menghindari penyebaran virus corona yang semakin meluas.

Sebagai seorang tenaga medis, Ia tentu tahu betul bagaimana metode yang benar untuk mencegah penyebaran virus ini. Dalam sebuah postingan di Instagram pribadinya, Tirta pun pernah menulis caption yang aga menyentil;

Infografis: Bosscha.id

“Halo kepala daerah, kepala negara dan warga Indonesia mungkin caption saya sekarang agak kontroversial. Tapi ini adalah saat tepat mumpung saya diperhatikan mayoritas warga Indonesia. Tapi saya harus dan mengluarkan statement ini apapun resikonya

1. Untuk mencegah membengkaknya infection rate Covid-19 di Indonesia. Saya menganjurkan, agar setiap kepala daerah yang kotanya sudah mengalami pembengkakan ODP, agar menutup akses keluar dan masuk kota tersebut. Buat tenda RS Persiapan, sebagai Triase Kuning Covid-19, dan siapkan kondisi pangan dan lindungi pasar.

2. Lakukan ini beberapa hari, dan mungkin ekonomi akan porak poranda. Tapi, ini berarti banget buat kita. Kalo nekat dilanjutkan dengan metode begini, takutnya infeksi tak terkontrol dan membuat RS kelimpungan

3. Pak Jokowi, saya tau ini kewenangan Anda. Saya tau beban negara berat-beratnya, sebelumnya saya berduka atas wafatnya ibunda, oke. Tapi. Ini saatnya karantina wilayah per provinsi. Ini penting pak. Terutama Jakarta. Tutup semua akses transportasi dari dan luar jakarta. Undang 10 pakar ekonomi ke istana dan prediksikan kerugian akibat ini, sesuaikan dengan APBN, apakah bisa ditalangi atau tidak.

4. Buat jubir menkes, Pak Yuri, tolong Anda sudah membuat komunikasi yang meresahkan di medsos. Tolong, perbaiki cara penyampaian komunikasi Anda.

5. Buat para relawan. Berjuanglah sampe titik penghabisan. Resiko terberat kita adalah, menjadi PDP, but, fatality rate masih 8% kita harus berjuang demi negara ini. Bantu backup TNI, Polri dan tenaga medis. Jika kalian relawan, dimanapun kalian berada. Kita bukan pahlawan, kita bukan penyelamat, tapi bantuan kita di lapangan, entah edukasi, distribusi logistik akan sangat membantu negara ini.

6. Untuk warga yang nyepelein corona. Jangan sembrono bung!”

Melihat apa yang telah dilakukan oleh Dokter Tirta rasanya malu jika kita tak ikut membantu. Bantu dengan apa yang kita bisa, bisa dengan ikut dalam CrowdFunding, menjadi relawan, atau tetap jaga kondisi tubuh dan terapkan dengan baik social distancing agar penyebaran virus corona bisa kita minimalisir.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password