Pasien Positif Corona di KBB Bertambah, Sebelumnya 2 Pasien Positif Corona Dinyatakan Meninggal

Pekerja medis yang mengenakan pakaian pelindung memeriksa seorang pasien di ruang isolasi Rumah Sakit Palang Merah Wuhan di Wuhan, Hubei, China, pusat penyebaran wabah COVID-19 akibat virus corona baru, pada 16 Februari 2020. Foto-China Daily via Reuters

Bosscha.id–  Jumlah pasien positif terjangkit virus Corona atau COVID-19 di Kabupaten Bandung Barat bertambah satu orang. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB seorang warga Desa Batujajar Barat, Kecamatan Batujajar, KBB dikonfirmasi postif Corona.

Sebelumnya, kasus pertama penyebaran COVID-19 di KBB menimpa seorang pendeta asal Parongpong, KBB yang mengikuti kegiatan keagamaan di Lembang. Pendeta itu dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (21/3/2020) di ruang isolasi RSHS Bandung dengan status positif.

Menyusul, istri sang Pendeta yang juga dinyatakan positif, meninggal dunia pada Jumat (27/3/2020) lalu, saat menjalani perawatan di ruang isolasi RSHS Bandung.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB, Hernawan Widjajanto membenarkan bahwa ada pasien positif asal Batujajar positif Corona. Pasien tersebut berusia 40 tahun, dan juga masuk ke klaster seminar keagamaan Lembang, pada 3 sampai 5 Maret lalu,

“Hanya belum cek pasti apakah yang bersangkutan hadir langsung atau terpapar dari jemaat lain yang hadir. Tapi yang jelas ada kaitan dengan klaster Lembang dan dikonfirmasi positif Corona, ” ungkap Hernawan saat dihubungi, Minggu (29/3/2020).

Menurut Hernawan, saat ini yang bersangkutan sudah dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Adapun ibu pasien yang dinyatakan positif itu saat ini dilaporkan mengalami gejala yang mengarah pada corona. 

Baca Juga:   Rencana Pasar Tagog Padalarang Dibikin Mewah Disambut Baik

“Karena kemungkinan sempat melakukan kontak dengan pasien positif. Hari ini coba rujuk ibunya karena ada gejala sakit. Sekarang sedang menunggu rumah sakit yang bisa menerima. ” bebernya.

Meski ada gejala sakit, Hernawan menyebutkan, pihaknya belum bisa menyatakan bahwa ibu yang bersangkutan juga positif COVID-19. Sementara ini status ibu yang bersangkutan kemungkinan masuk dalam kategori Pasien dalam Pengawasan (PDP).

“Untuk info pastinya, saya masih menunggu laporan. Kalau sakitnya ringan masuk ODP, kalau sakitnya berat masuk PDP. Tapi yang jelas ibunya ada gejala,” terangnya. 

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password