18 Maret: Izin Terbang Maskapai Adam Air Dicabut

Setelah rentetan beberapa kasus penyimpangan yang terjadi, Adam Air akhirnya dicabut ijin terbangnya (Dok.Istimewa)

Bosscha.id – Adam Air (PT Adam SkyConnection Airlines) adalah maskapai penerbangan swasta yang berbasis di Jakarta. Maskapai penerbangan ini mengoperasikan penerbangan berjadwal domestik ke 20 kota dan layanan internasional ke Penang dan Singapura. Basis utama dari maskapai penerbangan ini adalah di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta.

Maskapai penerbangan ini didirikan oleh Sandra Ang dan Agung Laksono, yang pernah menjabat sebagai ketuA DPR, dan mulai beroperasi pada 19 Desember 2003 dengan penerbangan perdana ke Balikpapan. Pada awal beroperasi Adam Air menggunakan dua Boeing 737 sewaan. Saat pertama diluncurkan, Adam Air mengklaim bahwa mereka menggunakan “Boeing 737-400 baru” walaupun ternyata pesawat Boeing mereka sebenarnya merupakan sewaan yang telah berusia lebih dari 15 tahun.  

Akibat persaingan di bisnis penerbangan di Indonesia yang sangat ketat, akhirnya berdasar seleksi alam, satu persatu maskapai penerbangan pun berjatuhan. Setelah Bouraq Airlines stop operasi karena mengalami kebangkrutan, disusul Indonesian Airlines juga mengalami kebangkrutan, lalu Adam Air pun ikut tumbang karena ijinnya dicabut oleh pemerintah.

Sebelum izin dicabut, manajemen Adam Air sudah terlilit hutang akibat mundurnya konsorsium PT Global Transport Service yang terafiliasi Group PT Bhakti Investama yang memiliki 50% saham Adam Air. Konflik tersebut menyebabkan Adam Air berencana berhenti beroperasi sementara pada tanggal 21 Maret 2008.

Namun pada tanggal 18 Maret 2008 pemerintah lebih dulu mengumumkan melalui Departemen Perhubungan (Dephub) mencabut izin terbang maskapai Adam Air mulai Rabu, pada pukul 00.00 tanggal 19 maret 2008. Dengan demikian, Adam Air yang memegang AOC (Air Operator Certificate) 121-036 itu dilarang melakukan pengoperasian pesawat udara sejak pencabutan ijin terbang tersebut. Keputusan ini tertuang dalam surat bernomor AU/1724/DSKU/0862/2008. Sedangkan AOC (Aircraft Operator Certificate) juga terancam dicabut apabila dalam 3 bulan selanjutnya tidak ada perbaikan.

Keputusan terhadap Adam Air itu merupakan hasil audit aspek keselamatan maskapai triwulanan. Dari hasil audit, Dephub menyatakan bahwa Adam Air melakukan penyimpangan dalam pengoperasian yang berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan.

Penyimpangan yang dilakukan Adam meliputi aspek pengoperasian dan perawatan pesawat serta pelatihan sumber daya manusia. Dimana dijelaskan bahwa, pengoperasian pesawat tidak berjalan sesuai Company Operation Manual, pelatihan SDM tidak sesuai Company Training Manual, dan perawatan pesawat tidak sesuai Company Maintenance Manual, serta penggunaan suku cadang yang tidak memiliki dokumen laik terbang.

Setahun sebelumnya, pada 1 Januari 2007 Adam Air dengan penerbangan 574 jurusan Jakarta-Surabaya-Manado hilang kontak dan akhirnya diketahui jatuh ke laut di Selat Makassar. 102 orang tewas dalam tragedi itu. Hasil penyelidikan menyebut kecelakaan terjadi karena pilot mengalami disorientasi spasial.
 
Larangan itu sendiri dijatuhkan karena hasil pemeriksaan intensif Departemen Perhubungan dalam tiga bulan terakhir, yakni Adam Air terbukti telah melakukan beberapa pelanggaran, di antaranya pilot dan co pilot Adam Air tidak terlatih saat menghadapi situasi darurat. Begitu pula dalam perawatan pesawat, tidak sesuai standar prosedur.

Selain itu masih banyak beberapa rentetan insiden yang dialami oleh maskapai Adam Air sebelum akhirnya izin terbangnya diccabut pemerintah.

Baca Juga:   Sejarah 30 Maret: Peringatan Hari Film Nasional, Ini Sejarahnya

Pada tanggal 11 Februari 2006, Adam Air dengan nomor Penerbangan 782, Boeing 737-300, PK-KKE BH-782, Jakarta-Makassar, kehilangan arah dan mendarat di Bandara Tambolaka, NTT. Pesawat membawa 146 penumpang dan 6 awak pesawat. Walaupun tidak ada korban jiwa namun terjadi kesalahan fatal dimana pesawat terbang lagi sebelum dilakukan investivigasi oleh KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) dan pesawat tidak mempunyai ijin terbang dari Tambolaka. Seharusnya dengan kejadian ini pun pemerintah sudah harus mencabut ijin terbang Adam Air.

Pada tanggal 11 Agustus 2006, pegawai yang berlisensi FOO (Flight Operation Officer) melakukan pemogokan karena lingkungan kerja yang sudah tidak kondusif serta konflik yang sering terjadi dengan manajemen. Kejadian tersebut berakhir dengan dipecatnya 33 pegawai FOO.

Pada tanggal 7 Januari 2007, 16 pilot Adam Air mengundurkan diri karena mereka menilai buruknya standar keamanan dan sistem navigasi di pesawat-pesawat yang dinilai berkualitas jelek.Adam Air kemudian menuntut balik semua pilot ini karena kontrak kerja mereka belum habis dan menyalahi kontrak kerja.

Pada tanggal 18 Januari 2007, Manajemen Adam Air mengumumkan akan mengganti seluruh armada Boeing-nya dengan pesawat Air Bus A320 pada tahun 2008.

Pada tanggal 21 Februari 2007, Adam Air dengan nomor Penerbangan KI 172, PK-KKV,  Boeing 737-33A Jakarta-Surabaya tergelincir di Bandara Juanda, Surabaya. Badan pesawat melengkung namun semua penumpang selamat. Atas peristiwa ini, Departemen Perhubungan Republik Indonesia memerintahkan untuk menghentikan untuk sementara pengoperasian tujuh pesawat Boeing 737-300 milik Adam Air.

Pada tanggal 6 Maret 2007, pesawat Adam Air gagal lepas landas dari Bandara Juanda karena roda depan rusak.

Pada tanggal 22 Maret 2007, pemerintah membuat pemeringkatan atas maskapai-maskapai dan Adam Air berada di peringkat III yang berarti hanya memenuhi syarat minimal keselamatan dan masih ada beberapa persyaratan yang belum dilaksanakan dan berpotensi mengurangi tingkat keselamatan penerbangan. Akibatnya Adam Air mendapat sanksi administratif yang akan direview kembali setiap 3 bulan. Bila tidak ada perbaikan kinerja, maka Air Operator Certificate dapat dibekukan.

Pada tanggal 8 April 2007, Pesawat Adam Air tujuan Lampung Jakarta melakukan RTB (Return To Base) setelah terbang selama 10 menit karena tidak berfungsinya system hidrolik pesawat.

Pada tanggal 9 Juni 2007, pesawat Adam Air jurusan Surabaya-Jakarta kembali ke landasan setelah mengudara selama 20 menit karena mengalami gangguan tekanan udara kabin.

Pada tanggal 24 November 2007, pesawat Adam Air jurusan Jakarta-Medan mengalami pecah ban. Dan sepekan sebelum izinnya dicabut, pada tanggal 10 Maret 2008, pesawat Adam Air KI-292 Boeing 737-400 jurusan Jakarta-Batam tergelincir di landasan Bandar Udara Hang Nadim, Batam. Roda pendaratan pesawat patah setelah menghantam keras landasan bandara, sehingga menyebabkan pesawat keluar dari landasan sejauh 75 meter, dan mengalami kerusakan pada salah satu bagian sayapnya. Sebanyak 171 orang penumpang dan 6 awak pesawat selamat. Penyebab kecelakaan diduga akibat cuaca buruk.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password