Mengenang Abah Us Us Si Pelawak Jenius

Peniti berukuran besar menjadi ciri khas tampilan Abah Us Us (Dok.Istimewa)

Bosscha.id – Achmad Yusuf Warga Pranata atau lebih dikenal dengan panggilan Abah Us Us, adalah seorang seniman asli sunda yang tergabung dalam grup lawak D`Bodors yang juga beranggotakan Yan Asmi atau Kang Uyan dan Kang Engkus. 

Nama Abah Us Us sudah tak diragukan lagi di dunia hiburan nasional, khususnya dunia lawak. Tak berlebihan rasanya jika Abah Us Us dikenal sebagai salah seorang Bapak Lawak Tanah Pasundan. Ciri khas yang masih menempel dalam ingatan adalah sebuah peniti besar yang selalu Ia kenakan saat sedang melakukan pertunjukan.

Mengenai benda trade mark itu, Abah Us-Us memiliki cerita menarik. Menurutnya, peniti tersebut dipakainya secara tak sengaja. Kala itu, kancing bajunya terlepas. Tapi, karena cepat-cepat harus manggung, Abah Us Us terpaksa memakai peniti di bajunya. Uniknya, sejak saat itu penggemarnya selalu menanyakan benda tersebut jika tak dipakai dalam penampilannya. “Akhirnya, sudah saja saya pake,” ujar bapak empat anak ini.

Sama halnya dengan peniti, karier pria kelahiran Bandung 13 Juni 1940 ini cukup menarik. Berawal dari kesukaannya terhadap pelawak dunia Jerry Lewis, Abah Us Us meniti kariernya dari nol. Setelah berkiprah di tanah kelahirannya, Abah Us Us memutuskan hijrah ke Ibu Kota.

Dari panggung ke panggung dilakoninya hingga akhirnya membawanya ke layar lebar. Belasan film pernah diperankannya. Begitu juga dengan dapur rekaman. Tapi, di tengah puncak popularitasnya, justru Abah Us Us memutuskan kembali ke Bandung untuk kuliah. “Saya lama-lama bosen juga main film,” ujarnya.

Kepulangan Abah Us-Us ke kampung halamannya justru membawa berkah. Di masa inilah, Abah Us Us menemukan pendamping hidupnya. Saat itu, Abah Us Us mengaku tengah manggung di sekolah sang istri. Kedua insan ini kembali bertemu ketika Abah Us Us tengah berkunjung ke Palembang, Sumatra Selatan.

Saat di tengah perjalanan di atas kapal laut, Abah Us Us akhirnya mengungkapkan niatnya untuk menikahi sang gadis. “Kamu mau menikah dengan saya?,” ujar Abah Us Us. Dan ternyata, ajakan tersebut langsung diiyakan Rohana.

Kang Ibing, salah satu sahabat dan teman main Abah Us Us dalam film Si Kabayan (1975), mengatakan bahwa Abah Us Us merupakan pelawak legendaris Jawa Barat yang tak akan tertandingi sepanjang masa. “Abah Us Us itu pelawak sekaligus pemikir yang cerdas dan jenius. Dia tidak hanya humoris, tapi juga pemikir,” ucap Kang Ibing.

Kang Ibing mengaku ingat betul apa yang dialaminya ketika melibatkan sang komedian yang juga bermain film dan menyanyi itu dalam film Si Kabayan. Ketika itu, Abah Us Us diberinya peran sebagai Abah. “Abah Us Us sering memberi masukan, yang menurut saya, justru bagus (untuk film itu)”.

Berawal dari ketidaksengajaan menjadi ciri khas tampilan Abah Us Us (Infografis Bosscha.id)

Menurut Kang Ibing pula, Abah Us Us merupakan seniman yang memberi perhatian besar kepada budaya Sunda dan wilayah Jawa Barat dalam membangun pencitraan Sunda di ranah hiburan Tanah Air. “Ini terbukti dari nama kelompok lawaknya D’Bodor, yang berasal dari kata Sunda, bodor (banyol)”. Kang Ibing juga ingat, dalam canda, Abah Us Us pernah menyampaikan keinginannya untuk membentuk grup lawak supaya bisa tampil di PBB.

Abah Us Us yang mulai tampil di dunia hiburan tanah air pada medio tahun 60-an ini terkenal sebagai tokoh komedian yang musikal . Saat itu Abah Us Us kerap dijuluki sebagai Jerry Lewis Indonesia.

Bicara soal D’Bodors, grup lawak ini tercatat telah empat kali ganti formasi. Yang pertama Us Us bersama almarhum Teten Ahmad dan almarhum Dori. Teten lalu diajak bergabung dalam acara Ria Jenaka TVRI bersama Sampan Hismanto, Slamet Harto serta Ateng dan Iskak. Teten di acara itu lalu kerap dikenal sebagai Mono.

Pada formasi kedua D’Bodors, Us Us mengajak Rudy Djamil dan Sup Yusuf. Tetapi Rudy Djamil kemudian tampil sendiri sebagai master of ceremony dengan celutukan Sunda yang tetap nempel sampai sekarang. Lalu Sup Yusuf bergabung bersama Ateng dan Iskak, setelah keduanya memisahkan diri dari Kwartet Jaya-nya Eddy Sud.

Selanjutnya Us Us hanya berdua tampil dengan Sambas. Lalu D’Bodor makin berkibar setelah masuknya Yan Asmi (Uyan) dan Kusye (Engkus). Bahkan trio lawak Sunda ini pun menghasilkan beberapa album kaset lawak dan lagu. “Kompetitor” D’Bodor saat itu adalah De Kebayan yang terdiri dari Kang Ibing, Aom Kusman, Ujang serta Suryana Patah yang selalu didapuk sebagai Babah Ho Liang.

Dan pada 8 Mei 2010, kabar duka menyelimuti dunia lawak tanah air. Abah Us Us meninggal dunia karena serangan jantung. Hari meninggalnya Abah Us Us bertepatan dengan 40 hari meninggalnya, Uyan Asmi (salah satu personil D’Bodor) yang lebih dulu berpulang pada 29 Maret 2010.

Setelah Abah Us Us meninggal, hanya tinggal Kusye saja yang tersisa di grup lawak legendaris D’Bodors. Itu sebabnya, saat itu Kusye merasa sangat terpukul kehilangan Abah. Baginya, Abah Us Us adalah guru besar. Abah jugalah yang membawa sukses D’Bodors. Menurut Kusye, Abah Us Us lah yang mengajarkannya sehingga bisa seperti ini.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password