Iran Bebaskan Sementara 85 Ribu Napi Tekan Penularan Corona

Ilustrasi Penjara Wandsworth di London barat daya © Andrew Aitchison / Corbis / Getty Images

Bosscha.id– Pemerintah Iran memutuskan membebaskan sementara 85 ribu narapidana dari seluruh penjara untuk menekan penyebaran virus corona.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh juru bicara lembaga peradilan Iran, Gholamhossein Esmaili, seperti dikutip kantor berita setempat, Tasnim, dan dilansir CNN, Selasa (17/3).

Esmaili mengatakan sekitar 50 persen narapidana dan tahanan yang dibebaskan sementara adalah mereka yang terjerat kasus terkait keamanan. Dia tidak merinci lebih jauh.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sampai hari ini dilaporkan jumlah kasus infeksi virus corona di Iran mencapai 14.991 orang. Sebanyak 853 orang di antaranya meninggal.

Sampai saat ini pemerintah Iran belum memberlakukan kebijakan isolasi total (lockdown) untuk mencegah penyebaran virus corona. Mereka hanya memerintahkan menutup sementara seluruh sekolah, menunda pelaksanaan kegiatan yang melibatkan keramaian, dan melarang penduduk bepergian untuk memperingati Tahun Baru Nowrouz.

Iran juga untuk sementara meniadakan salat Jumat serta menutup parlemen. 

Meski begitu, kebijakan tersebut dinilai belum efektif karena jumlah kasus infeksi dan korban meninggal terus meningkat. Menurut Kemenkes Iran, banyak pasien baru menampakkan gejala Covid-19 beberapa hari setelah terinfeksi.

Baca Juga:   Fix! Pemkab Bandung Barat dan DPRD KBB Sepakat Soal Relokasi Anggaran Rp 18 Miliar untuk Penanganan Corona di KBB

Sampai saat ini kasus virus corona di Iran terbanyak berada di Provinsi Teheran. Disusul Isfahan, Mazandaran, Khorasan Razavi, dan Kota Qom.

Kota Qom adalah tempat di mana kasus pertama infeksi virus corona di Iran terjadi.

Source: CNN Indonesia

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password