Sejarah 14 Maret: Lahirnya Aamir Khan, Si Mr. Perfectionist

Sumber; https://www.idntimes.com/

Bosscha.id – Aamir Khan adalah seorang aktor, sutradara, dan produser film asal India yang sudah malang melintang di dunia perfilman. Kesuksesan karirnya di film-film Bollywood, membuatnya dianggap sebagai salah satu aktor yang paling populer dan berpengaruh di India. Dia telah beberapa kali menerima berbagai penghargaan, termasuk empat National Film Awards, tujuh Filmfare Awards dan juga dianugerahi oleh Pemerintah India dengan Padma Shri pada tahun 2003 dan Padma Bhushan tahun 2010.

Pria yang bernama lengkap Muhammed Aamir Hussain Khan ini lahir di Mumbai, India, pada14 Maret 1965 atau tepat hari ini 55 tahun yang lalu. Berasal dari keluarga Muslim Pathan yang memang telah aktif terlibat dalam industri film India selama beberapa dekade kebelakang. Ayahnya, Tahir Hussain, adalah seorang produser film. Sementara pamannya, Nasir Hussain, adalah seorang produser film sekaligus sebagai direktur dan seorang aktor.

Pertama kali tampil di layar lebar sebagai aktor cilik, Aamir Khan bermain dalam film yang disutradarai pamannya, Nasir Hussain, Yaadon Ki Baaraat (1973) dan Madhost (1974). Sebelas tahun kemudian, saat dewasa, debut aktingnya dimulai dalam peran yang tidak terlalu dikenal dalam film Ketan Mehta’s Holi (1984).

Nama Aamir mulai dikenal banyak orang setelah membintangi film Qayamat Se Qayamat Tak bersama aktris Juhi Chawla di tahun 1988. Dalam film karya sepupunya, Nasir Hussain Mansoor Khan ini, Aamir sukses sebagai idola remaja dan berhasil melesatkan kariernya sebagai aktor utama. Setahun kemudian, penampilannya dalam film Thriller Raakh (1989) membuahkan Special Jury Award yang merupakan penghargaan pertamanya dalam ajang National Film Awards.

Setelah itu, nama Aamir sering muncul dalam film-film di awal tahun 1990-an dan membuat namanya semakin terkenal. Film-film seperti Rakh (1989), Dil (1990), Deewana Mujh Sa Nahin (1990), Afsana Pyaar Ka (1991), Dil Hai Ke Manta Nahin (1991), Jo Jeeta Wohi Sikandar (1992), Hum Hain Rahi Pyar Ke (1993), Andaz Apna Apna, Baazi (1994), Rangelaa (1995), dan Raja Hindustani (1996). Khusus film terakhir, Aamir berhasil memenangkan Filmfare Award pertamanya sebagai aktor terbaik.

Setelah meraih kesuksesan sebagai aktor, Aamir terus melebarkan sayapnya di dunia film, Ia mendirikan sebuah perusahaan produksi yang diberi nama Aamir Khan Productions di tahun 2001. Film pertamanya adalah Lagaan (2001). Film ini langsung sukses dan dinominasikan sebagai Film Berbahasa Asing Terbaik di Academy Awards 74 (Piala Oscar). Selain itu, film ini juga banyak mendapat pujian kritis di beberapa festival film internasional dan banyak mendapatkan penghargaan film nasional sekaligus membawa Aamir memenangkan penghargaan Filmfare Award sebagai Aktor Terbaik untuk kedua kalinya.

Terhitung sejak tahun 2001, Aamir Khan absen dari dunia akting selama empat tahun. Aamir Khan yang dijuluki Mr. Perfectionist ini kembali muncul di tahun 2005 dalam film Ketan Mehta’s Mangal Pandey: The Rising, sebuah film yang bertemakan Perang Pertama Kemerdekaan India. Setahun berikutnya, Aamir kembali membuktikan totalitasnya dengan meraih Penghargaan dalam acara Filmfare Award sebagai Aktor Terbaik untuk perannya dalam Rang De Basanti (2006).

Dan pada tahun 2007, Aamir membuat debut sebagai sutradara dengan menyutradarai film Taare Zameen Par, yang membuahkan penghargaan sebagai Sutradara Terbaik Filmfare Award. Kemenangan ini diikuti pula oleh film Ghajini (2008), yang menjadi film dengan penjualan terlaris, dan film 3 idiots (2009), yang dianggap sebagai film Bollywood tersukses sepanjang masa. Tahun 2010, Pemerintah India akhirnya menobatkan Aamir Khan sebagai Bhushan Padma berkat sumbangan besarnya terhadap perfilman India.

Aamir Khan rupanya tak kehilangan pesonanya di usianya yang sudah menginjak setengah abad. Terbukti, kepiawaian aktingnya mampu membius mata setiap orang yang menonton, terbukti pada tahun 2016 silam. Ia masih diberi kesempatan dan tawaran bermain dalam film Dangal. Film yang penuh nilai moral, Aamir mengeluarkan semua kemampuan dan waktunya untuk itu.

Film ini diangkat dari kisah nyata, berkisah tentang seorang pegulat bernama Mahavir Phogat yang memiliki tiga orang putri. Nama ketiga putrinya tersebut adalah Geeta, Babita dan Sangita. Totlitas Aamir pun terlihat di film ini, ia harus menambah berat badannya sampai 22Kg demi film ini.

Makanya tidak aneh jika Aamir dijuluki sebagai Mr. Perfectionist. Hal ini bukan hanya isapan jempol belaka, karena aktor satu ini memang selaly total dalam setiap menjalani berbagai peran yang ia lakoni.

Aamir Khan adalah salah satu aktor yang tahu betul formula suksesnya sebuah film. Ia tergolong pria dengan strategi pasar yang unik. Aamir mengaku rahasia sukses setiap filmnya agar mencapai Box Office adalah dengan menjadi orang yang kreatif, daripada seorang pebisnis.

Tak bisa dipungkiri bahwa industri film adalah kolaborasi antara karya seni dan bisnis. Namun bagi Aamir, uang bukan segalanya karena ia selalu mementingkan kualitas diatas kuantitas. Ia mengaku tak pernah merasa terbebani dengan tanggung jawab bahwa film yang ia bintangi harus jadi box office, karena itu bisa merugikan dirinya sendiri.

“Jika aku terpaku dengan target, misalnya filmku selanjutnya harus menghasilkan 400 crore (Rp 833 Miliar), maka pilihanku akan jadi terbatas, dan aku hanya akan memilih film yang aku tahu akan bisa membuat uang sebanyak itu. Jika aku suka ceritanya, aku tak peduli berapa pendapatan film itu nantinya. Ketika seorang yang kreatif mulai memilih film berdasarkan prinsip ekonomi, dia menjadi pebisnis; dan kemudian dia melakukan sesuatu yang buruk,” ungkap Aamir.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password