Bisakah Jahe Bisa Cegah Virus Corona? Cek Faktanya

Jahe diburu dipasaran, keberadaannya dibeberapa pasar mendadak hilang semenjak isu virus corona merebak (Shutterstock)

Bosscha.id – Beberapa hari terakhir, penjualan jahe kian meningkat. Banyak orang yang memburunya karena belakangan santer terdengarkabar bahwa jahe dipercaya ampuh menangkal virus corona.

Jahe dikenal sebagai tanaman yang memiliki beragam khasiat, dan telah banyak dimanfaatkan dalam kehidupan manusia sejak zaman dahulu. Pemanfaatannya, dipakai untuk menjadi bumbu masakan, atau bisa juga sebagai obat herbal.

Salah satu jenis tanaman rimpang itu, berasal dari wilayah Asia Pasifik. Tak heran, jika bangsa India dan China telah lama merasakan khasiatnya, baik sebagai obat herbal maupun bumbu dapur. Kini, manfaat jahe, sudah diketahui serta tersebar hingga ke berbagai pelosok bumi. 

Masyarakat umumnya mengenalnya dalam dua jenis, yakni jahe merah dan putih. Jahe merah biasanya memiliki bentuk lebih kecil, dan rasanya juga lebih pedas bila dibandingkan dengan jahe putih. 

Dan maraknya pemberitaan tentang virus corona yang kini telah masuk ke Indonesia, membuat seantero negeri menjadi “chaos”. Beberapa barang malah sempat hilang dari peredaran gegara virus ini, sebut saja Masker dan Hand sanitizer. Dua barang tersebut kini hilang dari peredaran, jika pun ada pasti harganya sudah diluar nalar.

Begitu pun dengan Jahe, pada pengobatan, jahe dipakai karena memiliki sensasi panas yang dapat menghangatkan tubuh. Manfaat lainnya adalah berfungsi sebagai zat anti bakteri, anti inflamasi, dan menawarkan banyak keuntungan lainnya.

Karena memiliki manfaat tersebut, kini jahe diburu banyak orang yang waspada terhadap virus corona. Di beberapa pasar penjualan jahe meningkat tajam, bahkan sampai kehabisan persediaan. Tak hanya itu saja, jenis rempah-rempah lain, seperti kunyit juga diklaim bisa mencegah seseorang terinfeksi Virus Corona.

Namun ternyata belum ada uji klinis yang menyatakan kalau rempah satu ini terbukti bisa mengangkal virus Coronna. Tapi, terlepas dari bisa atau tidaknya jahe berperan sebagai penangkal corona. Nyatanya rempah ini menyimpan banyak fakta menarik di dalamnya. Dan berikut ini bosscha.id akan berbagi informasi tentang fakta menarik dari jahe.

Jahe Putih

Jahe putih adalah yang paling banyak ditemui di Indonesia. Jahe ini mudah dicari di pasar tradisional. Biasanya jahe putih digunakan sebagai rempah-rempah dalam masakan. Ada juga yang menjadikannya sebagai wedang jahe untuk menghangatkan tubuh.

Jahe putih memiliki ukuran yang sedang dan bentuknya agak pipih. Aromanya cukup tajam sehingga memang cocok untuk bumbu masakan seperti menghilangkan aroma amis pada makanan. Tak hanya beraroma tajam, jahe putih ini juga rasanya pedas sehingga sering digunakan untuk obat tradisional.

Jahe putih yang biasa disebut jahe emprit ini juga dapat diambil ekstrak minyak atsirinya menjadi minyak jahe yang memiliki banyak manfaat. Salah satu manfaat dari minyak jahe ialah untuk relaksasi tubuh saat Anda lelah.

Manfaat Jahe Putih

Jahe putih yang dikenal memiliki zat anti inflamasi ini dapat membantu dalam memerangi peradangan pada tubuh. Selain itu jahe putih juga dapat digunakan untuk meningkatkan fungsi otak secara langsung. Sebagai zat anti bakteri, jahe ini banyak digunakan untuk meredakan flu dan batuk. Karena fungsi inilah jahe putih banyak diburu orang, untuk penangkal virus corona.

Jahe putih juga dapat menenangkan otot yang sakit sehingga dapat meredakan rasa lelah yang menyerang tubuh. Manfaat kesehatan jahe putih pun hingga dapat membantu dalam pencegahan kanker. Karena pada ekstrak jahe mentah terdapat sifat anti kanker.

Jahe Merah

Sesuai dengan namanya, jahe ini memiliki kulit berwarna merah terang. Jahe merah lebih sering dipakai sebagai pengobatan dibanding untuk bumbu campuran masakan. Rasa jahe merah juga lebih pedas dari jenis jahe lainnya.

Tidak seperti jahe putih, jahe merah berukuran kecil dan memiliki seratnya lebih besar. Minyak atsiri yang terkandung pada jahe merah pun lebih tinggi, yaitu hingga 4%. Kandungan yang terdapat pada minyak atsiri di dalam jahe ini adalah shogaol. gingerol, dan zingeon.

Jahe merah cukup sulit ditemukan di pasaran karena tumbuhnya hanya pada bulan tertentu saja. Jadi jahe jenis ini terbilang langka apalagi saat ini banyak diburu karena virus corona. Jahe merah yang berfungsi sebagai pengobatan ini banyak digunakan untuk campuran minuman penghangat tubuh. Dan dari segi harga, jahe merah ini lebih mahal dari jahe putih.

Manfaat Jahe Merah

Oleh karena tidak dijadikan sebagai bumbu masakan, jahe merah berfungsi untuk pengobatan. Rasanya lebih pedas sehingga sensasi panasnya lebih terasa untuk tubuh. Jenis jahe ini banyak digunakan sebagai bahan pembuatan wedang jahe.

Jahe merah juga ampuh mengobati sakit kepala. Hal ini karena kandungan kamfena yang membuat rasa jahe pedas dan hangat. Jahe merah banyak digunakan untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Tak heran banyak diburu saat adanya virus corona seperti saat ini.

Jahe merah juga diyakini dapat menurunkan berat badan, mencegah inflamasi usus, serta mengobati flu dan batuk karena adanya kandungan minyak atsiri dalam jahe yang tinggi. Manfaat lainnya adalah untuk meningkatkan nafsu makan hingga menjaga kondisi jantung karena jahe merah dipercaya dapat mengurangi kadar kolesterol yang tinggi.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password