Bos Uber Ini Nyatakan Bangkrut Setelah Kalah Lawan Google

Uber Anthony Levandowski (kanan) tiba untuk menghadiri persidangan di Gedung Federal Phillip Burton dan Gedung Pengadilan A.S. pada 13 November 2019 di San Francisco, Cal. JUSTIN SULLIVAN/GETTY IMAGES

Bosscha.id-Mantan bos Uber Technologies untuk mobil tanpa sopir (selfing driving) Anthony Levandowski mengajukan permohonan kebangkrutan ke pengadilan setelah kalah dalam kasus hukum dengan Google.

Pengadilan memerintahkan Anthony Levandowski untuk membayar Google sebesar US$ 179 juta atau setara Rp 2,51 triliun (asumsi Rp 14.000/US$) atas sengketa hak paten dari teknologi mobil tanpa sopir, seperti dilansir CNBC Indonesia dari The Washington Post, Kamis (5/3/2020).

Anthony Levandowski merupakan mantan karyawan Google. Ia meninggalkan Google pada 2016 untuk mendirikan Otto, startup truck tanpa sopir, bersama dengan Lior Ron. Pada Agustus 2016 Uber mengakuisisi startup ini senilai US$ 700 juta.

Enam bulan setelah akuisisi, Google menggugat Uber dengan tuduhan berkonspirasi dengan Anthony Levandowski mencuri rahasia dagang dari unit mobil tanpa sopir Google bernama Waymo.

Pada Februari 2018, Uber sepakat membayar Google US$244 juta ke Google untuk selesaikan sengketa ini. Kemudian Google mengajukan gugatan tersendiri pada Anthony Levandowski dan Lior Ron.

Jika permohonan kebangkrutan ini dikabulkan pengadilan, Anthony Levandowski akan memiliki keleluasaan menegosiasikan utang. Kekayaan Anthony Levandowski ditaksir mencapai US$ 50 juta hingga Rp US$ 100 juta. Namun ia punya kewajiban antara US$100 juta hingga US$ 500 juta.

Lior Ron sendiri sudah berdamai dengan Google dalam kasus hak paten ini dengan membayar US$9,7 juta. Uang ganti rugi ini dibayarkan oleh Uber karena ia masih tercatat sebagai karyawan Uber,

Uber maupun Levandowski menolak berkomentar mengenai informasi ini.

Source: CNBC Indonesia

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password