Sejarah 3 Maret: Lahirnya Sang Penemu Telepon, Alexander Graham Bell

Watson adalah orang pertama yang menerima telepon dari Graham Bell (Bosscha.id)

Bosscha.id – Alexander Graham Bell adalah seorang ilmuwan, penemu, insinyur dan inovator. Ia menemukan telepon untuk pertama kali. Ibu dan istri Bell memiliki masalah pada pendengarannya, hal ini memberikan pengaruh mendalam pada kehidupan Bell.

Ia pun kemudian melakukan penelitian elocution (seni membaca atau mengucapkan kalimat dengan logat yang baik dan benar) dan pidato yang banyak dibantu oleh keluarganya, di sana Bell bereksperimen dengan alat pendengar yang akhirnya membawa Bell pada penganugerahaan paten AS pertama untuk telepon di tahun 1876.

Selain telepon, hasil penemuan Bell berikutnya yang menandai kehidupannya, seperti karya inovatif di bidang telekomunikasi optik, hydrofoils dan aeronautika. Pada 1888, Bell menjadi salah satu anggota pendiri dari National Geographic Society. Bell telah digambarkan sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah manusia. Sampai saat ini Graham Bell memiliki lebih dari 18 paten untuk penemuannya dalam komunikasi.

Alexander Graham Bell lahir di Edinburgh, Skotlandia pada tanggal 3 Maret 1847. Ayah Bell merupakan profesor di Universitas Edinburg dan ibunya seorang pianis yang terkenal meskipun tunarungu. Bell adalah anak dengan intelektual tinggi. Kedua saudara lelaki Bell meninggal karena TBC saat Bell berusia 20 tahun.

Bell memang tidak unggul secara akademis. Sejak kecil dirinya belajar secara homeschooling. Namun, sejak usia dini, Bell selalu berhasil memecahkan masalah. Saat berusia 12 tahun, Bell menemukan perangkat dayung berputar dan sikat kuku yang bisa memisahkan sekam dan biji pada gandum untuk meningkatkan proses pertanian.

Dan saat berusia 16 tahun Bell mulai mempelajari mekanisme bicara. Dirinya melanjutkan ke Royal High School dan University of Edinburgh. Pada tahun 1870, bersama keluarganya Ia pindah ke Kanada. Tahun berikutnya, Bell menetap di Amerika Serikat.

Di Amerika, Bell mengikuti ayahnya untuk mengajar anak-anak dengan gangguan pendengaran. Pada tahun 1872, Bell membuka Sekolah Fisiologi Vokal dan Mekanika Bicara di Boston, di mana orang-orang tunarungu diajarkan untuk berbicara di sana.

Baca Juga:   Sejarah 21 September: Liam Gallagher, Rockstar ‘Bermulut Besar’ yang Menolak Pudar

Pada usia 26 tahun dirinya menjadi Profesor Fisiologi Vokal dan Elocution di Boston University School of Oratory. Dan pada tahun 1871, Bell sempat bekerja juga di kantor telegraf. Sebuah perangkat yang mengirimkan pesan melalui kabel pada saat yang bersamaan.

Teknologi tersebut didukung oleh sekelompok investor dan Bell mulai mencari cara untuk mengirimkan suara manusia melalui kabel. Pada tahun 1875, bersama dengan temannya Thomas Watson, Bell mulai mengubah listrik menjadi suara.

Pada saat yang bersamaan, ilmuwan lain seperti Antonio Meucci dan Elisha Gray juga mengerjakan teknologi yang sama. Namun, Bell lebih cepat mendapatkan hak patennya, yaitu pada 7 Maret 1876. Setelah mendapatkan hak paten, Bell melakukan panggilan pertamanya ke Watson dengan ungkapan yang kini terkenal, yaitu “Pak Watson, kemarilah. Saya membutuhkanmu.”

Pada tahun 1877 perusahaan Telepon Bell yang dikenal dengan AT&T didirikan. Pada tahun 1915, Bell melakukan panggilan telepon lintas benua untuk pertama kalinya kepada Watson dari New York ke San Francisco. Penemuan Bell ini adalah penyempurnakan telegraf yang ditemukan oleh FB Morse pada 1843. Kekurangan telegraf adalah masih membutuhkan pengantar pesan manual antara  stasiun telegraf dengan si penerima pesan.

Dengan menggabungkan teknologi telegraf dan perekam suara, Bell mengembangkan sebuah prototipe telepon. Dalam telepon pertama ini, gelombang suara muncul akibat adanya arus listrik yang berbeda baik dalam intensitas maupun frekuensi.

Perbedaan frekuensi dan intesitas ini menyebabkan getaran pada lempengan besi tipis yang disebut diafragma. Getaran itu secara magnetis ditransfer ke jaringan kabel lain yang menghubungkan satu diafragma ke diafragma lain pada jarak yang berjauhan. Saat diafragma bergetar, suara asli direplika ke alat penerima dan seseorang di tempat lain bisa mendengar suara rekaan tersebut.


Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password