Corona Menyerang, Masker dan Hand Sanitizer di KBB Hilang Dari Peredaran

Sejumlah warga membeli masker di pasar proyek Bekasi, Jawa Barat, Senin (2/3/2020). Foto : Antara

Bosscha.id– Pasca kasus pertama Novel Corona Virus (NCoV) muncul ke permukaan hingga akhirnya menyebar ke seluruh dunia, termasuk ke Indonesia dan membuat dua warga Depok yang positif corona virus pada Senin (2/3/2020). Kini, sejumlah apotek di Kabupaten Bandung Barat (KBB) pun sudah tak lagi memiliki stok masker berbagai jenis.

Di Apotek K-24 Padalarang misalnya, sejak sebulan terakhir distributor masker sudah tidak memberikan suplai masker. Salah satu apoteker di Apotek K-24 Firman menyebut stok terakhir yang tersedia, tak lebih dari satu boks.

“Stok masker itu hampir sebulan sudah gak ada. Sempat dikirim, tapi hanya 1 boks yang isinya 14 plastik. Harganya per plastik Rp 13000. Udah hanya itu saja stok terakhir,” ujar Firman saat ditemui, Selasa (3/3/2020).

Menyebarnya virus corona ke berbagai daerah termasuk ke Indonesia, membuat masyarakat juga ramai memburu masker, hand sanitizer dan multivitamin imunitas untuk anak dan dewasa serta suplemen curcuma. Bahkan, peningkatan pembelian suplemen tersebut dalam sehari hingga 4 kali lipat dari biasanya.

Baca Juga:   Soal Bantuan Rp500 Ribu per KK Dampak Corona, Kepala Dinsos KBB: Itu Khusus Warga Miskin

“Di kita stoknya kosong juga udah lama, sekitar 2 minggu kemarin kosong. Kalau suplemen, banyak yang borong itu sejak tadi malam, mungkim biar meningkatkan daya tahan tubuh,” tuturnya.

bosscha.id

Sementara itu, apotek Kimia Farma juga kehabisan stok masker. Saat ini hanya tersisa 3 pcs masker N95 yang dijual seharga Rp 77 ribu perpcs. Sedangkan hand sanitizer sudah ludes sejak 2 minggu lalu.

“Semalam diborong masker N95 satu dus isi 20 pcs sama pekerja KCIC di dekat Stasiun Padalarang. Itu sisa terakhir di apotek ini. Kita ga dapat kiriman handsanitizer juga, katanya stok terbatas,” katanya.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password