Ternyata Ini Cara Mengetahui Tanda-Tanda Orang Sedang Berkata Jujur Atau Berbohong

Kisah Pinokio selalu dikaitkan dengan sikap jujur dan bohong (Bosscha.id)

Bosscha.id – Dalam kisah dongeng boneka kayu Pinokio buatan Mr Gepetto, diketahui bahwa hidungnya akan bertambah panjang setiap kali Ia berbohong. Tapi jika di kehidupan nyata bagaimana cara kita mengetahui jika seseorang sedang berkata bohong pada kita?.

Tak mudah mengetahui apakah orang itu jujur atau sedang berbohong. Tapi, mulailah siapkan diri untuk terhindar dari perkataan-perkataan manis yang mungkin tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Banyak orang yang percaya bahwa salah satu ciri orang yang sedang berbohong adalah melihat matanya yang tidak fokus saat sedang berbicara.

Tapi nyatanya, ada seorang peneliti yang mengemukakan bahwa hal tersebut tidaklah tepat. Mata yang tidak fokus saat bercerita, bisa menjadi tanda bahwa orang tersebut sedang mencoba mengakses memori yang sudah tersimpan cukup jauh.

Jadi, bagaimana cara mengetahui orang berbohong atau tidak? Salah satu caranya adalah bicaranya tidak jelas dan tidak rinci, sering mengulang pertanyaan yang Anda berikan sebelum menjawabnya, bicara terputus-putus dan kalimatnya tidak padu, dan tidak bisa memberikan detail pada peristiwa yang diceritakan.

Namun, ada juga fakta lain yang meyebut, bahwa indikator orang yang sedang berbohong sama halnya seperti pinokio. Meski tidak benar-benar hidungnya menjadi panjang, penelitian membuktikan bahwa tanda-tanda orang bohong memang ada di hidung.

Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dari University of Granada tersebut menunjukkan, hidung akan mengalami peningkatan suhu ketika pemiliknya sedang berbohong. Gejala ini mungkin tidak kasat mata, tetapi dengan kamera khusus akan sangat mudah terlihat bedanya.

Memanasnya suhu hidung saat berbohong diyakini terjadi sebagai akibat efek dari kegelisahan akibat merasa bersalah. Untuk mendinginkannya agar tidak ketahuan, para ilmuwan menyebut upaya tersebut sebagai perjuangan mental yang luar biasa.

Emilio Gomez Milan dan Elvira Salazar Lopez yang melakukan penelitian tersebut sebagai tesis doktoralnya mengatakan, bahwa peningkatan suhu tidak hanya terjadi di hidung tetapi juga daerah di ujung mata bagian dalam. Perubahan suhu pada bagian-bagian tersebut selalu mengikuti suasana hati atau mood.

Meski tidak benar-benar memanjang seperti Pinokio, kedua ilmuwan ini tetap menjulukinya sebagai ‘Efek Pinokio’. Tidak lain karena keduanya ingin menghargai tokoh dongeng dari abad ke-19, yakni Pinokio si bocah jadi-jadian yang tercipta dari boneka kayu buatan Mr Gepetto.

Perubahan suhu tersebut teramati dengan thermal imaging atau kamera khusus untuk pencitraan panas. Diklaim, teknologi ini juga bisa mengamati rangsang seksual yang dialami laki-laki maupun perempuan yang tampak dari perubahan suhu di aera genital.

Baca Juga:   Sejarah 21 September: Liam Gallagher, Rockstar ‘Bermulut Besar’ yang Menolak Pudar

Teknologi ini juga dipakai untuk menghasilkan jejak termal untuk olahraga aerobik maupun untuk membedakan jenis-jenis tarian, misalnya balet. Tanda lainnya adalah melakukan grooming behaviour, seperti memainkan rambut dan menaruh jari di bibir.

Orang tersebut juga tidak yakin akan topik yang diceritakannya, lalu merasa terganggu saat ada orang yang menanyakan perihal kebenaran ucapannya. Ia juga bercerita tanpa ekspresi, postur tubuh terlihat seperti orang bosan, karena tidak ingin ditanya lebih jauh, dan terlihat berpikir terlalu keras untuk menyampaikan detail cerita.

Tidak mudah memang untuk mengenalinya secara langsung. Karena itu, Anda juga harus tahu ciri-ciri sebaliknya, yaitu saat orang yang sedang berkata jujur. Jika orang sedang berkata jujur, salah satu tandanya adalah Ia tidak merasa harus menyenangkan semua orang. Orang yang suka berbohong adalah orang yang hipokrit.

Bilang suka padahal benci, bilang tidak takut padahal takut, atau tersenyum di depan, padahal dalam hati menangis. Banyak orang yang menjadi hipokrit, semata-mata untuk menyenangkan orang lain, seperti pasangan, orangtua, atau teman dan sahabat.

Orang yang jujur, biasanya tidak akan melakukan hal itu. Tanpa tedeng aling-aling, mereka tidak akan berpura-pura ramah pada orang yang tidak disukai. Mereka juga tidak akan memoles fakta-fakta tertentu hanya untuk menyenangkan orang lain, seperti orangtua atau atasan di tempat bekerja. Bagi orang jujur, apa yang dirasakan, itulah yang ia tunjukkan.

Orang jujur biasanya tak suka basa-basi. Budaya permisif masih kental hadir di masyarakat Indonesia pada umunya. Momen ini biasanya digunakan untuk membicarakan hal-hal tersier yang tujuannya biasanya hanya satu, supaya dikagumi, bahkan oleh orang-orang yang tidak terlalu dikenal.

Orang-orang yang jujur, akan merasa kesulitan melewati momen ini. Mereka tidak akan membuang banyak waktu untuk berbicara dan basa-basi dengan orang-orang yang tidak mereka senangi atau tidak satu pemikiran.

Indikator kejujuran seseorang, ialah Ia mempunyai kepribadian dan pikiran yang tenang. Berbohong memang mudah dilakukan, tapi sulit dipertahankan. Jadi, orang yang suka berbohong, sebenarnya memiliki beban pikiran yang lebih berat, karena selalu mencari cara untuk menutupi ketidakjujurannya. Dan akan terus berbohong untuk menutupi kebohongan sebelumnya.

Sebaliknya, orang yang jujur, tidak memiliki beban tersebut. Menurut penelitian, orang jujur lebih bisa merasa bahagia dalam hidupnya. Ditambah, kondisi tubuhnya pun secara umum biasanya lebih sehat.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password