Sejarah 12 Februari: Slobodan Milosevic ‘Tukang Jagal dari Balkan’ Mulai Diadili di Belanda

Milosevic meninggal dunia di dalam selnya, diduga akibat mengalami serangan jantung. (Dok.Istimewa)

Bosscha.id – Hari ini 18 tahun yang lalu, mantan Presiden Yugoslavia Slobodan Milosevic menjalani sidang perdananya di Den Haag, Belanda. Pria yang mempunyai julukan “Jagal dari Balkan” ini  didakwa melakukan genosida dan kejahatan perang di Bosnia, Kroasia, dan Kosovo pada dekade tahun 90-an.

Yugoslavia adalah negara federasi yang didirikan pemimpin komunis Josip Broz Tito pada 31 Januari 1946. Federasi ini terdiri atas enam negara bagian yaitu Kroasia, Slovenia, Serbia, Bosnia-Herzegovina, Macedonia, dan Montenegro.

Setelah Tito meninggal dunia pada Mei 1980, tanda-tanda keruntuhan Yugoslavia mulai terlihat, dan negeri itu terbelah dalam waktu hanya satu dekade. Milosevic, pria kelahiran 20 Agustus 1920 itu, kemudian bergabung dengan Partai Komunis saat masih berusia 18 tahun dan karier politiknya terus melesat.

Terbukti, pada tahun 1989, Milosevic menjabat Presiden Republik Sosialis Serbia, yang merupakan negara bagian dari Yugoslavia dan mendirikan Partai Sosialis Serbia pada 1990. Pada 25 Juni 1991, Kroasia dan Slovenia mendeklarasikan kemerdekaannya dari Federasi Yugoslavia.

Alhasil, Milosevic mengirim tentara dan tank ke perbatasan Sloveni. Langkah ini memicu perang singkat yang berakhir dengan pemisahan diri Slovenia. Lalu, perang pecah antara etnis Kroasia dan Serbia. Milosevic memberi bantuan kepada etnis Serbia berupa persenjataan dan pasokan obat-obatan. Angkatan bersenjata Kroasia juga sempat terlibat baku tembak dengan militer Yugoslavia yang sebagian besar personelnya adalah etnis serbia.

Perang itu diperkirakan menelan korban hingga 10.000 orang tewas dan ratusan kota di Kroasia hancur, sebelum PBB berhasil memaksakan gencatan senjata pada Januari 1992. Pada Maret 1992, gantian Bosnia-Herzegovina menyatakan kemerdekaan, dan lagi-lagi Milosevic membantu etnis Serbia-Bosnia untuk angkat senjata.

Akhirnya Perang Bosnia pun pecah dan menewaskan sedikitnya 200.000 orang sebelum perdamaian yang disponsori AS ditandatangani di Dayton, Ohio pada 1995. Perang belum berakhir di bekas Yugoslavia ketika Kosovo, yang merupakan provinsi otonom Serbia dengan penduduk mayoritas etnis Albania, bentrok dengan etnis Serbia dan militer Yugoslavia.

Di tengah kabar Milosevic melakukan kampanye pembersihan etnis terhadap warga Albania di Kosovo, NATO menggelar serangan udara terhadap Yugoslavia pada 1999. Sebelumnya, pada 1997, Milosevic menjadikan dirinya sebagai presiden Yugoslavia setelah tak bisa menduduki masa jabatan ketiga sebagai presiden Serbia.

Lalu, pada awal tahun 2000, Milosevic kalah dalam pemilihan presiden. Tetapi, dirinya tak mau turun dari jabatannya, setelah akhirnya menyerah akibat desakan massa pada bulan Oktober di tahun yang sama.

Setelah lengser dari jabatannya, Milosevic didakwa melakukan korupsi dan penyalahgunaan wewenang. Dia akhirnya menyerahkan diri kepada aparat keamanan Serbia pada 1 April 2001 setelah dikepung polisi selama 26 jam.

Pada Juni 2001, Milosevic kemudian diekstradisi ke Belanda untuk menjalani sidang di pengadilan kejahatan perang PBB. Selama menjalani rentetan persidangan, Milosevic bertindak sebagai pengacara bagi dirinya sendiri, yang berlangsung bertahun-tahun.

Namun, sebelum pengadilan menjatuhkan keputusan padanya, Milosevic atau “Jagal dari Balkan”  meninggal dunia di dalam selnya, diduga akibat mengalami serangan jantung.

Lalu, pada Februai 2003, Serbia dan Montenegro membentuk sebuah persemakmuran dan secara resmi menghapus nama Yugoslavia. Akhirnya pada Juni 2006, Serbia dan Montenegro sepakat untuk berpisah dan sama-sama menjadi negara independen sekaligus mengakhiri semua jejak Federasi Yugoslavia.



Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password