Angka Pengangguran di KBB Tinggi, Ini Kata Bupati Aa Umbara

Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna/Bosscha.id

Bosscha.id -Pemerintah Kabupaten Bandung Barat tengah berupaya menekan tingkat pengangguran. Berdasarkan catatan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Bandung Barat (KBB), hingga akhir tahun 2019 ada sekitar 62 ribu orang pengangguran di KBB.

Dari 62 ribu pengangguran tersebut, didominasi oleh masyarakat berusia 17 sampai 30 tahun dengan tingkat pendidikan rata-rata SMA dan SMK.

“Di KBB memang angka pengangguran cukup tinggi. Namun tetap kita berupaya agar angka pengangguran bisa berkurang. Melalui jargon Lumpaat, kita percepat pengentasan pengangguran ini,” kata Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutsina, saat ditemui disela kegiatan Jobstar, Mason Pine, KBB, Selasa (11/2/2020).

Umbara juga berharap kehadiran pihak ketiga seperti program seperti Jobstar dari Asian Development Bank (ADB) bisa membuka ruang untuk menyediakan lapangan kerja lebih banyak khususnya di KBB.

“Intinya bagaimana kita bisa mengurangi pengangguran di KBB. Setiap tahun sebetulnya pengangguran pasti berkurang, hanya saja perlu ada kesinambungan, jadi bukan jangka pendek melainkan jangka panjang,” ungkapnya.

Sementara itu, Kadisnaker KBB, Iing Solihin mengatakan, bahwa jumlah pengangguran di KBB bisa bertambah seiring banyaknya lulusan sekolah setiap tahunnya. Menurut Iing, setiap tahun KBB memiliki tabungan pengangguran sebanyak 15 ribu orang.

Baca Juga:   Digelar di Tengah Pandemi Covid-19, Tes SKB CPNS di Bandung Barat Berjalan Sukses

“Hitungannya, setiap tahun ada 25 ribu orang lulusan SMA dan SMK, sedangkan yang melanjutkan pendidikan hanya 40 persen. Sebagian ada yang langsung bekerja. Saat ini ada sekitar 62 ribu pengangguran di KBB, kebanyakan masih usia produktif. Tapi menurut BPS, awal tahun 2020 ini ada penurunan, hanya belum dipastikan berapa yang sudah bekerja,” terangnya.

Iing menambahkan, saat ini, pihaknya mencatat ada sekitar 3657 lowongan kerja di bidang industri di wilayah KBB. Lowongan tersebut terbantu adanya lowongan kerja ke luar negeri dan wirausaha.

“Jadi banyak yang kerja ke luar negeri dan jadi wirausaha itu membantu mengurangi angka pengangguran di KBB. Disamping memang menggantungkan harapan kerja di industri yang ada di KBB,” bebernya.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password