Sering Begadang?, Waspadai 5 Dampak Buruknya

Kurang tidur sering memperburuk gejala depresi dan depresi dapat membuat Anda lebih sulit untuk tertidur. (Shutterstock)

Bosscha.id – Banyak diantara kita yang masih menganggap efek kurang tidur adalah sesuatu yang tidak membahayakan bagi tubuh. Faktanya, terlalu sering begadang ternyata bisa menimbulkan dampak buruk pada kesehatan tubuh. Kurang tidur secara rutin membuat Anda berisiko mengalami kondisi medis serius seperti obesitas, penyakit jantung, diabetes, dan lain-lain.

Banyak alasan orang memilih untuk begadang, ada yang karena sedang mengerjakan pekerjaan kantor, belajar, main game, atau mungkin hanya sibuk berselancar di dunia maya. Bagi Anda yang mempunyai kebiasaan begadang, mulai sekarang Anda harus mengurangi kebiasaan itu, karena bermacam bahaya sedang mengintai Anda jika kebiasaan ini terus dilakukan dengan ontensitas waktu yang lama. Dan berikut ini bosscha.id akan berbagi bebrapa dampak buruk yang akan terjadi jika Anda terlalu sering begadang.

Gangguan Sistem Pernafasan

Hubungan antara tidur dan sistem pernapasan berjalan dua arah. Gangguan pernapasan malam hari yang disebut obstructive sleep apnea (OSA) dapat mengganggu dan menurunkan kualitas tidur. Ketika Anda terjaga sepanjang malam, bahayanya adalah, itu akan membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi pernapasan seperti pilek dan flu. Kurang tidur juga dapat memperburuk penyakit pernapasan seperti penyakit paru-paru kronis.

Menganggu Sistem Kekebalan Tubuh

Ketika Anda sedang tidur, sistem kekebalan tubuh akan menghasilkan zat-zat yang melindungi dan melawan infeksi seperti sitokin. Tubuh menggunakan zat-zat ini untuk melawan bakteri dan virus. Sitokin juga membantu tidur dan memberi sistem kekebalan tubuh lebih banyak energi untuk mempertahankan tubuh dari serangan penyakit.

Kurang tidur faktanya menyebabkan dampak buruk bagi aktivitas harian (Bosscha.id)

Oleh karena itu, bahaya begadang adalah mencegah sistem kekebalan tubuh membangun kekuatannya. Maka jika sering begadang, akan membuat tubuh tidak mampu mencegah zat-zat asing dan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih dari penyakit. Kurang tidur jangka panjang juga meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung.

Menimbulkan Depresi

Seiring waktu, gangguan tidur dapat berkontribusi pada gejala depresi. Dalam sebuah jajak pendapat, orang-orang yang didiagnosis menderita depresi atau kecemasan, tidurnya kurang dari enam jam di malam hari. Gangguan tidur yang paling umum adalah insomnia. Kurang tidur sering memperburuk gejala depresi dan depresi dapat membuat Anda lebih sulit untuk tertidur.

Dalam sebuah penelitian, partisipan yang hanya tidur 4,5 jam per malam melaporkan merasa lebih stres dan cepat marah. Sedangkan studi lain menunjukkan, partisipan yang hanya tidur 4,5 jam per malam mengalami penurunan tingkat optimisme dan kemampuan bersosialisasi. Semua gejala membaik secara dramatis ketika partisipan kembali menjalani jam tidur normal.

Baca Juga:   157 Pegawai KPK Mengundurkan Diri Selama Periode 2016 - 2020

Menurunkan Konsentrasi

Tidur itu berperan sangat penting dalam berpikir dan belajar. Jika Anda memiliki kebiasaan begadang, maka hal ini akan mengganggu proses kognitif. Bahaya begadang ini akan menurunkan tingkat kewaspadaan, penalaran, dan pemecahan masalah. Terlebih, malam hari adalah waktu untuk ‘mengonsolidasikan’ ingatan dalam pikiran. Jika Anda sering begadang, maka Anda tidak bisa mengingat apa yang telah dipelajari dan dialami pada siang hari.

Menaikan Berat Badan

Bahaya begadang yang harus Anda waspadai adalah, bisa meningkatkan berat badan. Hal ini tampaknya terkait dengan meningkatnya rasa lapar dan nafsu makan pada malam hari saat Anda begadang. Menurut sebuah studi, seseorang yang tidur kurang dari 6 jam sehari hampir 30 persen lebih mungkin menjadi gemuk daripada mereka yang tidur 7 hingga 9 jam.

Perlu diketahui, hormon leptin dan hormon ghrelin adalah hormon yang bertanggung jawab dalam mengatur nafsu makan. Ghrelin menstimulasi rasa lapar dan leptin memberi sinyal rasa kenyang pada otak serta menekan nafsu makan. Waktu tidur yang singkat dikaitkan dengan penurunan leptin dan peningkatan ghrelin.

Itulah tadi berbagai dampak buruk yang akan Anda alami jika terlampau sring begadang. Jika Anda telah mengetahui beberapa bahaya begadang seperti di atas, hal penting lainnya yang juga harus diketahui adalah hal-hal apa saja yang bisa dilakukan untuk menghilangkan kebiasaan buruk ini.

Cara menghilangkan kebiasaan begadang yang bisa dicoba antara lain sebagai berikut; Segera tidur ketika Anda merasa lelah, mengikuti rutinitas waktu tidur dan bangun, menjaganya tetap konsisten setiap hari dalam seminggu, hindari makan 2 hingga 3 jam sebelum tidur, olahraga di siang hari, menjaga kamar tidur tetap tenang, gelap dan suhu sejuk yang nyaman, dan yang terakhir adalah yang paling penting yaitu menonaktifkan semua gadget saat ingin tidur.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password