Sejarah 10 Februari: Dua Satelit Bertabrakan di Antariksa

Tabrakan dua satelit ini mengakibatkan puing-puing satelit berserakan di orbit bumi (Sumber foto: https://news.detik.com/)

Bosscha.id – Hari ini 11 tahun yang lalu, terjadi sebuah peristiwa langka dalam sejarah antariksa. Tepatnya pada tanggal 10 Februari 2009, telah terjadi tabrakan antar satelit di orbit Bumi. Satelit yang bertabrakan adalah satelit Iridium 33 Amerika Serikat dengan satelit Cosmos-2251 milik Rusia.

Kedua satelit tersebut bertabrakan di ketinggian 789 km di atas Semenanjung Taymyr di Siberia, dengan kecepatan 11,7 km/detik. Satelit Iridium 33 merupakan satelit untuk layanan komunikasi seluler global, yang dibuat oleh Iridium Communications.

Satelit Cosmos-2251 adalah satelit komunikasi militer milik Rusia yang diluncurkan pada 1993. Lembaga antariksa Rusia, yaitu Roscosmos mengatakan bahwa pada saat kecelakaan, satelit Cosmos-2251 sudah tidak berfungsi, dan sudah tidak bisa dikendalikan.

Nicholas Johnson, ilmuwan dari NASA’s Orbital Debris Program Office di Johnson Space Center di Houston mengatakan bahwa setiap tahunnya memang kerap terjadi tabrakan kecil antara satelit dengan puing-puing luar angkasa. Tapi itu pertama kalinya terjadi tabrakan antara satelit dengan satelit. Dan ini merupakan kejadian terburuk yang pernah dialami antara Amerika dan Rusia.

Kecelakaan ini pun menimbulkan puing puing satelit. NASA mengatakan bahwa puing puing satelit tersebut berukuran lebih dari 10 cm. Selain itu, kecelakaan ini pun menyebabkan terganggunya sebagian layanan komunikasi global. Iridium Communication pun langsung memindahkan saluran komunikasi ke satelit lainnya agar keadaan tidak semakin memburuk.

Kecelakaan ini semakin memperparah kondisi di orbit Bumi menjadi lebih buruk. Karena hal ini menjadikan sampah antariksa jadi begitu banyak. Salah satu sebabnya, kadang satelit tua sengaja dihancurkan, seperti yang terjadi dua tahun sebelumnya.

Pada tahun 2007, Cina dengan sengaja menghancurkan satelit cuacanya yang sudah tidak berfungsi, bernama satelit Fengyun-1C . Cina menghancurkan satelit ini dengan menggunakan rudal, yang kemudian menyebabkan sekitar 2.500 puing-puing satelit mengorbit Bumi.

Maka dari itu, jika NASA hendak meluncurkan pesawat antariksa, biasanya akan berkonsultasi dengan Jaringan Pelacak Antariksa itu untuk memastikan pesawat mereka tidak menabraknya. selain karena itu, dari 6.000 satelit yang dikirim ke orbit sejak tahun 1957, berdasarkan pencatatan NASA, hanya sekitar 3.000 di antaranya yang masih beroperasi.

Akibat tabrakan tersebut, perusahaan Iridium yang berbasis di Bethesda, Maryland, AS ini kehilangan satelit operasionalnya. Pihak perusahaan mengatakan, sejumlah pengguna mengalami gangguan akibat insiden itu. Sementara, Kosmos yang diluncurkan pada 1993 memiliki bobot 950 kilogram. Satelit tersebut tak berfungsi 2 tahun kemudian.

Iridium sendiri merupakan perusahaan yang memiliki 66 satelit aktif, dan menjadi 65 setelah tabrakan ini—yang khusus untuk telepon satelit. Telepon satelit—yang ukurannya hanya sedikit lebih besar dari ponsel, yang biasanya banyak digunakan kalangan militer.

Saat ini ada lebih dari 300 ribu pelanggan Iridium. Mereka bisa menelpon dari manapun di seluruh permukaan bumi ini, berbeda dengan ponsel yang sangat tergantung dengan stasiun relai.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password