Sejarah 4 Februari: Situs Jejaring Sosial Terbesar Facebook Diluncurkan, Ini Sejarahnya

Meja kerja Mark Zuckenberg dimasa merintis Facebook (Dok.Istimewa)

Bosscha.id – Bagi Anda yang gemar berselancar di dunia maya dan aktif menggunakan situs jejaring sosial, tentu sudah tak asing lagi dengan platform satu ini. Hampir bisa dipastikan bahwa seluruh orang mengetahui atau menggunakan facebook.

Facebook menjadi salah satu media sosial yang paling populer dan terbesar di dunia. Jumlah pengguna aktifnya pada kuartal I-2019 saja mencapai 2,38 Miliar pengguna, angka ini naik 8% dari perhitungan kuartal IV-2018, yang ada pada angka 2,32 Miliar pengguna.

Dan India menjadi pasar terbesar Facebook. Jumlah pengguna Facebook di negeri Bollywood ini mencapai 260 juta pengguna. Di Indonesia sendiri jumlah orang yang menggunakan Facebook mencapai 120 juta pengguna. Saat ini Facebook pun dianggap sebagai salah satu dari empat raja perusahaan teknologi selain Amazon, Apple dan Google.

Besarnya facebook saat ini, tentu tidak terjadi begitu saja, butuh waktu dan kerja keras yang total dari para pendirinya. Bicara soal sejarah, jauh sebelum smartphone Android dan iOS muncul ke pasaran, Facebook sudah lebih dulu hadir.

Facebook pertama kali diluncurkan pada 4 Februari 2004 tepat hari ini 16 tahun yang lalu, oleh sang penciptanya, Mark Zuckerberg. Saat ini Facebook telah berkembang dengan merangkul beberapa media sosial besar seperti Instagram dan Whatsapp.

Awalnya Facebook merupakan media sosial yang dibangun Mark untuk menghubungkan para mahasiswa Harvard. Media sosial itu lantas berkembang pesat, karena dalam 24 jam pertama setelah diluncurkan 1.200-1.500 mahasiswa mendaftar untuk untuk memiliki akun Facebook.

Facebook pun kemudian menjelma menjadi salah satu perusahaan media sosial paling signifikan dalam sejarah. Sebelum membuat Facebook, Mark diketahui sempat membuat media sosial lain, yaitu situs FaceMash. Situs ini merupakan kontak jodoh yang ia ciptakan untuk teman-teman kampusnya, yang terisnpirasi dari situs Hot or Not.

Di dalam situs tersebut terdapat foto sepasang pria dan wanita, yang mana nantinya foto sepasang itu akan dipilih oleh pengguna akun situs dan dipilih, pasangan tersebut ‘hot’ atau tidak. Lalu, Mark pun berinisiatif mengumpulkan beberapa foto teman-temannya dengan cara berkeliling untuk meminta foto temannya satu persatu.

Karena hal itu dinilai kurang efektif, maka Mark pun nekat membobol akses jaringan komputer kampusnya, Harvard University. Saat itu ia masih tercatat sebagai mahasiswa semester 2. Dan ia pun berhasil membobol sistem komputerisasi kampusnya, yang akhirnya ia mendapatkan banyak foto-foto-foto mahasiswa di kampusnya. Karena ulahnya itu pulalah Mark dituntut para mahasiswa yang dan pihak kampus untuk segera memblokir situsnya yang masih bernama facemash.com itu. Mark pun diancam Drop Out jika tidak segera menghapus situs tersebut. Dan akhirnya situs ini pun ia tutup.

Dengan adanya insiden facemash.com pada tahun 2003, Mark pun tak lantas berhenti berkarya. Ia malah ingin mengembangkan inovasi tersebut dengan membuat jejaring sosial yang modelnya meniru dari Friendster.com. Hingga pada tanggal 11 Januari 2004, Mark berhasil mendaftarkan domain Facebook dengan nama awal thefacebook.com ini sebagai situs jejaring sosial.

Mark sendiri juga mengakui ingin menciptakan situ jejaring sosial yang mampu menghubungkan orang-orang di dalam Universitasnya. Bahkan ia dan teman-teman kampusnya mampu mengimplementasikan hal ini dalam waktu seminggu saja. Berbeda dengan pihak kampus Harvard sendiri yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mengimplementasikannya.

Sehari setelah situs ini diterbitkan, TheFacebook.com mampu menarik 1200 mahasiswa Harvard untuk mendaftarkan diri mereka sebagai pengguna TheFacebook.com. Dan jumlah itu merupakan setengah dari jumlah seluruh mahasiswa tingkat akhir di Universitas Harvard. Sungguh angka yang fantastis. Mark mampu menggaet banyak mahasiswa dalam menggunakan situs ini sebagai penghubung orang-orang melalui internet.

Seminggu kemudian, Mark juga mengembangkan situs lain yaitu HarvardConnection.com untuk Cameron Winklevoss. Namun, Tyler Winkelvoss dan Divya Narendra kemudian menuntut Mark karena diduga telah mencuri ide mereka terkait adanya facebook.com. Dan pada akhirnya, Mark bersama teman-temannya yang juga ikut melahirkan facebook, telah menyelesaikan kasus tersebut hingga dengan solusi yang dirahasiakan oleh kedua pihak.

Tak lama dari peluncuran dan perkembangan facebook.com, ternyata Sean Parker yang merupakan co-founder dari Napster ini tertarik dengan ide Mark dan kawan-kawannya itu. Ia mengaku tertarik karena setelah melihat situs TheFacebook.com di komputer pacarnya. Dengan adanya itu, maka Sean memutuskan untuk meluncur ke New York untuk bertemu dengan Mark. Hingga pada akhirnya, Mark dan kawan-kawannya memutuskan untuk menjadikan Sean Parker sebagai penasihat TheFacebook.com, walaupun secara tidak resmi dan formal.

Peter Theil sebagai founder PayPal telah berinvestasi sebesar $ 500 ribu USD ke facebook.com di bulan Juni tahun 2004. Investasi itu merupakan investasi pertama yang diterima oleh facebook.com dan digunakan untuk pembelian 10% saham perusahaan oleh Peter. Di waktu yang sama, Sean Parker telah diangkat menjadi presiden dari perusahaan tersebut. Hingga TheFacebook.com berkembang hingga ke luar kampus pada tanggal 30 Desember 2004, hingga mampu menggaet 1 juta pengguna.

Lalu pada bulan Agustus 2005, TheFacebook.com mengeluarkan uang sebesar $ 200 ribu USD untuk mengganti nama domainnya menjadi facebook.com. Hal ini menarik perhatian Apple dan Microsoft, hingga mereka mau berinvestasi di perusahaan tersebut. Facebook.com telah menyebar ke seluruh Amerika, Kanada, Meksiko, Australia, New Zealand, dan Irlandia pada akhir tahun 2005.

Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya teknologi yang semakin inovatif khususnya jejaring sosial, facebook mulai mengalami kemerosotan. Hingga akhirnya ia menjual beberapa sahamnya agar pendapatan tetap mengalir. Dan pada tahun 2009, keuangan facebook pun mulai stabil kembali, dan bertahan hingga saat ini.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password