Sejarah 3 Februari: Wafatnya Aktor Senior Him Damsyik

Damsyik, mulai bermain film pada tahun 1959 dalam film berjudul ‘Bertamasya’. (Dok.Istimewa)

Bosscha.id – Jumat, 3 Februari 2012, atau tepat hari ini 8 tahun yang lalu. Haji Incik Muhammad Damsyik atau lebih dikenal dengan nama HIM Damsyik tutup usia, di Rumah Sakit Puri Cinere, Depok, Jawa Barat sekitar pukul 02.00 dini hari, dalam usia 82 tahun.

Aktor senior tanah air ini wafat dengan meninggalkan lima anak, 30 cucu, dan empat cicit. Nama HIM Damsyik mulai dikenal luas oleh masyarakat setelah memerankan tokoh Datuk Maringgih dalam sebuah serial televisi yang ditayangkan di TVRI, yaitu Siti Nurbaya (1992). Selain sebagai aktor, ia juga dikenal sebagai penari, dan tercatat pernah mendirikan Damsyik School of Dance.

Dengan memerankan tokoh Datuk Maringgih dalam serial TV tersebut, kemuadian orang lebih mengenal sosok HIM Damsyik ini dengan Nama Datuk Maringgih. Dan oleh karena kepiawiannya dalam berdansa, kemudian menjadikannya memperoleh julukan sebagai Datuk Dansa.

Sedari kecil putra dari kepala pegawai di perusahaan pelayaran Belanda, KPM, ini telah menyukai dunia seni, terutama tari. Setiap ada pesta atau perayaan, Damsyik kecil selalu turut ambil bagian dalam menyanyi dan menari.

Lalu, bakatnya makin terasah saat ia hijrah ke Jakarta untuk kuliah. Saat itu di tahun 1950-an masih banyak orang Belanda yang bermukim di Jakarta, sehingga budaya dansa-dansa masih dominan sebagai alat pergaulan termasuk di kalangan mahasiswa. Semasa kuliah, Damsyik pernah aktif sebagai anggota Ikatan Mahasiswa Djakarta (Imada).

Damsyik pernah menjuarai suatu Lomba Dansa Ballroom di Jakarta, setelah itu kepercayaan dirinya semakin tinggi dan dia memutuskan untuk menekuni dansa secara profesional. Damsyik pun lalu mendalami dansa selama empat tahun di Rellum Dancing School, Belanda dan menjadi salah satu dari sedikit instruktur dansa Indonesia yang berhasil mengantongi ijazah dansa berkelas internasional. Selain itu, Damsyik pun pernah menjadi runner up pada sebuah ajang lomba dansa internasional yang diselenggarakan di Bangkok.

Baca Juga:   CEK FAKTA: Bupati Bandung Barat Aa Umbara Positif Covid-19

Lalu, setelah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) mengakui dansa sebagai cabang olahraga, maka kemudian dibentuklah Ikatan Olahraga Dansa Indonesia yang bernaung di bawah keanggotaan KONI. Kala itu, HIM Damsyiklah yang menjadi ketua umum pertamanya sejak 12 Juli 2002.

Damsyik, mulai bermain film pada tahun 1959 dalam film berjudul ‘Bertamasya’. Awalnya Damsyik diajak bermain sebagai aktor oleh sutradara Win Umboh yang sebelumnya telah biasa mengajak dia sebagai koreografer untuk film-filmnya. Damsyik tercatat telah bermain dalam 62 judul film dan 4 sinteron.

Him Damsyik pergi dengan meninggalkan banyak sekali warisan karya-karyanya. Yang tentu saja ini akan sangat berguna bagi para generasi penerusnya di dunia hiburan tanah air, untuk senantiasa mengikuti jejaknya sebagai seniman yang produktif berkarya.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password