Sejarah 1 Februari: Tragedi Mina Sebabkan Ratusan Jemaah Haji Wafat Terinjak Saat Sedang Lempar Jumroh

Tragedi Mina pada 2004 ini kembali menelan korban, pada ritual lempar jumroh tahun 2004 ini menelan setidaknya 251 korban tewas (Dok.Istimewa)

Bosscha.id – Mina adalah sebuah lembah di padang pasir yang terletak sekitar 5 kilometer sebelah Timur kota Mekkah, Arab Saudi. Yang terletak di antara Mekkah dan Muzdalifah. Mina pun mendapat julukan kota tenda, karena di sana terdapat banyak tenda-tenda untuk jutaan jamaah Haji seluruh dunia.

Tenda-tenda itu tetap berdiri meski musim haji tidak berlangsung. Mina paling dikenal sebagai tempat dilaksanakannya kegiatan lempar jumroh dalam ibadah haji. Mina kerap didatangi oleh jamaah haji pada tanggal 8 Dzulhijah atau sehari sebelum wukuf di Arafah.

Jamaah haji tinggal di sini sehari semalam sehingga dapat melakukan sholat Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Subuh. Kemudian setelah sholat Subuh tanggal 9 Dzulhijah, jamaah haji berangkat ke Arafah.

Jamaah haji datang lagi ke Mina setelah selesai melaksanakan wukuf di Arafah. Jamaah haji ke Mina lagi karena para jamaah haji akan melempar jumroh. Tempat atau lokasi melempar jumroh ini ada 3 yaitu Jumrah Aqabah, Jumrah Wusta dan Jumrah Ula.

Di Mina jamaah haji wajib melaksanakan mabit (bermalam) yaitu malam tanggal 11,12 Dzulhijah bagi jamaah haji yang melaksanakan Nafar Awal atau malam tanggal 11,12,13 dzulhijah bagi jamaah yang melaksanakan Nafar Tsani.

Bicara soal lempar jumroh, ritual ini sempat beberapa kali memakan korban jiwa saat pelaksanaannya. Beberapa insiden maut ini diantaranya pernah terjadi pada tahun 1990, 1994, 1997, 1998, 2001, 2004, 2006, dan 2015. Dan insiden pada tahun 2004 itu terjadi pada tanggal 1 februari, tepat hari ini 16 tahun yang lalu.

Dan tragedi Mina pada 2004 ini kembali menelan korban, pada ritual lempar jumroh tahun 2004 ini menelan setidaknya 251 korban tewas. Insiden tersebut terjadi saat kegiatan lempar jumroh di lembah Mina, pada hari terakhir perayaan Haji. Selain korban tewas, lebih dari 200 orang luka-luka, dan insiden tersebut menjadi tragedi terburuk pada musim Haji sejak tahun 1990.

Meninggalnya ratusan jemaah haji terserbut dikarenakan para jamaah terinjak-injak karena saling dorong, saat sedang berdesak-desakan melakukan ritual lempar jumrah di Mina. Dari total jumlah korban yang meninggal, 54 diantaranya merupakan jemaah haji asal Indonesia.

Dibandingkan dengan negara lain, total jumlah korban tewas dari Indonesia adalah yang terbanyak. Adegan kekacauan yang menelan banyak korban ini terjadi kurang lebih sekitar 27 menit. Lalu setelah itu kegiatan ibadah haji pun dilanjutkan kembali.

Menteri Haji Arab Saudi Iyat Madani mengatakan, sesungguhnya pergerakan para jemaah haji yang diperkirakan mencapai dua juta orang itu, dapat terkendali dengan baik pada hari Sabtu tengah malam sampai Minggu pukul 08.30.

Tapi, tiba-tiba sekitar pukul 09.00 keadaan pun berubah menjadi tidak terkendali. “Percayalah, kami telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan sangat matang, tetapi kita tidak selalu mengerti kehendak Allah SWT,” katanya saat itu.

Di sisi lain, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif, kala itu menilai kematian masal jemaah haji yang terjadi hampir setiap tahun adalah imbas dari komersialisasi ibadah yang dilakukan pengelola ibadah haji di Arab Saudi maupun di Indonesia sendiri.

Syafii menilai kematian masal jemaah saat menunaikan ibadah haji lebih disebabkan oleh karena keteledoran para pengelola haji. Aspek pengamanan terhadap jemaah masih sangat kurang. Melimpah ruahnya manusia pada musim haji di Mekkah yang sempit harusnya sudah bisa diprediksi. Sehingga bisa mempersiapkan segala sesuatunya agar tragedi maut ini tidak selalu terulang.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password