Waduh! Ratusan Perusahaan di Bandung Barat Tak Jamin Keselematan dan Kesehatan Kerja Karyawan

Ilustrasi Kecelakaan Kerja. Foto-Shutterstock

Bosscha.id– Perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Bandung Barat saat ini masih banyak yang belum menerapkan aturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Berdasarkan hasil pendataan Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan (Disnakertrans) Kabupaten Bandung Barat, dari jumlah 800 perusahaan yang ada, hanya sekitar 30 persen yang secara konsisten menerapkan aturan K3.

“Ini masalah cukup serius, karena secara aturan setiap perusahaan wajib menjaga keselamatan kerja karyawannya. Ke depan penerapan K3 wajib di taati oleh semua perusahaan di KBB,” kata Kepala Bidang Hubungan Industri dan Syarat Kerja pada Disnakertrans KBB, Intan Cahya Rachmat, Kamis (30/1/2020).

Kementrian Ketenagakerjaan sendiri sebelumya, telah mengeluarkan dan menetapkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) No 5/2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja.

Intan menegaskan, apabila sejumlah perusahaan tak mematuhi aturan K3 maka perusahaan tersebut akan mendapatkan sanksi. Meski demikian menurutnya, sanksi dan aturan mengenai K3 saat ini masih belum cukup tegas untuk membuat jera perusahaan.

“Aturan sekarang masih mengacu kepada undang-undang No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja. Dan, sanksi yang diberikan hanya 3 bulan penjara dan denda Rp 100 ribu,” ujar Intan.

Lebih lanjut Intan menambahkan, pihaknya kini tengah memonitoring pelaksanaan K3 di perusahaan-perusahan di KBB. Itu dilakukan sebagai langkah pembinaan dan pengawasan secara ketat penerapan K3 di sejumlah perusahaan.

“Belum lama ini, kita juga sudah sosialisasikan K3 ke sebanyak 200 perusahaan. Apalagi, K3 sangat sejalan dengan program Pemkab Bandung Barat sekarang. Sehingga inventarisir dan monitoring ke perusahaan yang ada terus kami lakukan,” ungkapnya.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password