Sejarah 22 Januari: Terjadinya Tragedi Kecelakaan Maut Tugu Tani

Tampak karangan bunga dilokasi kecelakaan sebagai bentuk solidaritas dari pedestrian (Dok.Istimewa)

Bosscha.id – Tepat hari ini 8 tahun yang lalu, pada 22 Januari 2012 telah terjadi sebuah kecelakaan maut di Ibu Kota, Jakarta. Sebuah minibus yang dikendarai oleh seorang perempuan, menabrak 13 pedestrian di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat. Sang pelaku penabrakan, diduga mengendara dalam pengaruh narkoba, bahkan belum tidur seusai begadang.

Delapan orang korban tabrakan dinyatakan tewas dan dibawa ke RSCM, sementara itu lima korban lainnya menderita luka-luka, dan dibawa ke RSPAD Gatot Subroto. Kemudian diketahui bahwa empat orang korban meninggal berasal dari satu keluarga, bahkan salah satu korbannya itu sedang hamil.

Pasca kejadian berdarah itu, empat penumpang minibus, termasuk sang pengemudi, menjalani tes urine di RS Polri Kramat Jati. Pengemudi minibus tersebut, Afriyani Susanti dinyatakan positif mengkonsumsi narkoba.

Kemudian Afriyani Susanti ditetapkan sebagai tersangka dan dikenakan Pasal 283, 287 ayat 5, Pasal 288, Pasal 310 ayat 1, ayat 2, ayat 3, dan ayat 4. Ia pun langsung ditahan sembari menunggu proses di Penegakan Hukum (Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya. Tiga rekan tersangka ditetapkan sebagai saksi.  

Peristiwa ini semakin menambah jejak kelam, kecelakaan yang menimpa para pejalan kaki khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta. Khusus di wilayah Polda Metro Jaya, yang didalamnya termasuk Jakarta, menurut data pada 2014 silam setiap enam hari, satu pedestrian tewas akibat kecelakaan. Bila dibandingkan setahun sebelumnya terjadi perbaikan, mengingat pada 2013, setiap empat hari satu pedestrian tewas di jalan.

Baca Juga:   Kota Madrid kembali Lockdown Tekan Lonjakan Kasus Covid-19

Ringkihnya pedestrian sebagai korban kecelakaan lalu lintas jalan bukan hanya persoalan Indonesia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam laporan yang bertajuk ‘Global Status Report on Road Safety 2013’, menyebutkan bahwa hampir seluruh dunia punya problem soal pedestrian. Rentannya pedestrian terlihat dari laporan tersebut, yakni sebanyak 22% dari 1,24 juta korban tewas akibat kecelakaan adalah para pedestrian. Artinya, tiap hari 747 pedestrian tewas, atau sekitar 31 orang per jam.

Tragedi kecelakaan tugu tani ini disinyalir sebagai kecelakaan dengan korban pedestrian terburuk sepanjang tahun 2000-an. Dan tragedi tugu tani ini pula lah yang kemudian mendasari ditetapkannya tanggal 22 Januari sebagai Hari Pejalan Kaki Nasioanal. Penatapan hari ini, dideklarasikan pada 22 Januari 2017, atau tepat lima tahun pasca terjadinya tragedi tersebut.

Dan sejak itu, Koalisi Pejalan Kaki, selalu menggelar aksi pada tanggal tersebut di tugu tani. Dalam setiap aksinya, mereka selalu meminta negara agar menghapuskan diskriminasi terhadap pejalan kaki, menerapkan pembatasan kecepatan bagi kendaraan bermotor, dan memperbanyak zebra cross untuk pejalan kaki. Agar terciptanya peningkatan keselamatan bagi pedestrian.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password