Harga Gas Elpiji 3 Kg Bakal Naik, Bupati Aa Umbara: Kasihan Masyarakat Miskin

Ilustrasi antrean warga membeli elpiji 3 kg. ( Foto: Antara )

Bosscha.id– Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna menolak rencana pencabutan subsidi Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Sebab, ia menilai pencabutan gas bersubsidi itu akan berdampak kepada masyarakat kurang mampu.

“Kalau subsidi dicabut berarti harga gas 3 kg jadi mahal, kasihan masyarakat. Saya tidak setuju rencana pencabutan subsidi itu, karena belum tentu program konversi penggantinya efektif menjangkau ke seluruh masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya saat ditemui di sela pembangunan tanggul penahan banjir di Kompleks Cimareme, Senin (20/1/2020).

Menurut Umbara, saat ini masih banyak masyarakat kurang mampu di KBB, bahkan kuota gas 3 kg yang ada masih kurang. Dengan demikian, Umbara yang juga politisi Nasdem ini berharap pemerintah pusat mempertimbangkan sebelum kebijakan ini benar-benar direalisasikan pada awal semester II 2020.

“Kebijakan gas subsidi 3 kg ini kan sudah berjalan, masyarakat juga nyaman jadi sebaiknya tidak diganti pola baru. Karena kalau dikasih uangnya langsung ke masyarakat bisa saja dibelikan untuk kebutuhan lain, walaupun di sisi lain saya sepakat bahwa penerima gas 3 kg ini harus tepat sasaran,” ungkapnya.

Berdasarkan data hingga Agustus 2019 tercatat total KBB mendapatkan pengiriman gas 3 kg sebanyak 9.459.120 tabung atau jika dirata-ratakan dikirim 1,2 juta tabung/bulan. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), KBB, Ricky Riadi menyebutkan, di KBB terdapat 28 agen penyalur gas dengan 653 pangkalan yang tersebar di 16 kecamatan.

Baca Juga:   Hore, Paket Bansos Beras Tahap 2 di KBB Mulai Disalurkan Hari Ini

Adapun kata dia, terkait rencana pencabutan subsidi gas 3 kg hingga kini pihaknya belum mendapatkan sosialisasi dari provinsi ataupun pemerintah pusat.

“Kalaupun kebijakan itu benar-benar dilakukan, kami mengusulkan sebaiknya dilakukan penjualan gas 3 kg dengan sistem tertutup. Misalnya warga yang benar-benar kurang mampu didata, lalu mereka diberi kartu transaksi atau alat yang hanya bisa dipakai untuk keperluan membeli gas 3 kg. Harapnnya itu tepat sasaran dan menutup ruang bagi masyarakat mampu untuk memakai gas bersubsidi,” ungkapnya.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password