Agar Tak Mudah Stress, Jaga Kesehatan Mental Dengan 4 Cara Berikut

Hubungan sosial dan kemampuan kita untuk berbicara secara langsung dengan orang lain tentang masalah yang kita miliki sangatlah penting bagi kesehatan mental (Bosscha.id)

Bosscha.id – Seiring dengan banyaknya tuntutan dalam kehidupan yang tak jarang disertai tekanan, tidaklah heran beberapa orang akan mudah merasa stress dan kesehatan mentalnya akan sedikit terganggu. Karir, bisnis, asmara, keluarga, hingga macet pun dapat berkontribusi mengganggu stabilitas mental seseorang.

Jika kondisi ini berlangsung dalam periode waktu yang konsisten dan signifikan, yang dikhawatirkan adalah kondisi mental seseorang akan terganggu yang efeknya akan mengubah karakternya secara perlahan menjadi negatif. Dan untuk menghindari kondisi ini agar jangan sampai terjadi pada orang di sekitar atau dialami oleh diri kita sendiri. Ada beberapa cara mudah menurut para psikolog hingga instruktur kesehatan yang telah Bosscha.id rangkum, dan berikut inilah caranya.

Tetap Aktif Beraktivitas

Pada kenyataannya pikiran itu selalu terkoneksi dengan tubuh kita. Bergerak secara aktif terbukti dapat melepas hormon-hormon di otak yang akan membuat kita merasa senang. Ini juga akan membantu kita memiliki kualitas tidur yang lebih baik, mengurangi perasaan stress atau cemas, meningkatkan kemampuan kognitif, mengingat, dan bahkan berpotensi meningkatkan kemungkinan mengalami peristiwa-peristiwa positif.

Dengan kerap beraktivitas di luar ruangan juga dapat memperbaiki situasi pikiran seseorang. Dalam sebuah studi pada tahun 2015, peneliti membandingkan aktifitas otak dari orang-orang setelah berjalan selama 90 menit di alam atau dengan suasana urban. Orang yang berjalan menurunkan aktifitas di bagian prefrontal cortex pada otak, atau bagian yang aktif saat kita cemas atau ketika kita memiliki emosi negatif.

Tidur secara optimal

Walaupun belum ada penelitian secara pasti tentang berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk seseorang dapat mati bila kekurangan tidur, namun tentu kita tahu bahwa kurang tidur dapat membuat kita merasa lebih dekat dengan kematian.

Penelitian menunjukkan kurang tidur dapat secara negatif mempengaruhi suasana hati, konsentrasi dan kecerdasan emosional kita. Secara umum, kita memang tidak tidur selama yang kita butuhkan. Tapi kita tahu bahwa tidur berhubungan dengan dekat dengan kesehatan mental. Apakah itu lima jam atau delapan jam yang dapat dibilang cukup tergantung kondisi tubuh masing-masing individu.

Para ahli menyarankan untuk menemukan jam optimal kita sendiri, dan tetap selalu menjaga jam tidur tersebut. Untuk orang-orang yang tidak dapat tidur di malam hari, seperti pekerja jam malam dan orang tua yang masih memiliki anak balita, studi menunjukkan bahwa tidur siang selama 20 menit dapat sangat membantu.

Baca Juga:   Sepenggal Kenangan Tentang Darso, Si Raja Pop Sunda Yang Melegenda

Berikan Perhatian penuh

Ini mungkin adalah konsep yang masih belum jelas untuk beberapa orang. Chris O’Sullivan, seorang praktisi dari Yayasan Kesehatan Mental di Inggris. mendefinisikan ini sebagai “memberikan perhatian secara penuh kepada hal yang sedang terjadi.”

Menurutnya, hal ini bukan yoga atau visualisasi, tapi lebih ke bentuk isi pikiran di mana kita sadar akan apa yang terjadi pada tubuh dan pikiran kita, sambil kita kelola perhatian dan juga emosi kita. Hal ini dapat mencegah kita untuk melamun, yang dimana sering timbul pikiran negatif.

“Sulit untuk mempelajari konsep ini ketika kita mengalami depresi atau berada dalam situasi cemas, tetapi konsep ini bisa digunakan sebagai alat untuk keluar dari situasi serupa, yang dapat membantu mencegah penyakit tersebut kambuh,” ujarnya.

Hal ini juga adalah tentang bagaimana cara kita mengenali perasaan yang fana dan selalu berubah-rubah ini. “Kita semua memiliki fase saat berada di atas dan di bawah, pengalaman situasi kesehatan mental yang baik dan yang buruk,” O’Sullivan menambahkan. “Dan itu sesuatu yang bisa kita atur dan perbaiki sama halnya kesehatan fisik kita.”

Miliki Komunitas

Sejatinya manusia itu mempunyai hasrat untuk memiliki hubungan. Ada bukti bahwa menjadi bagian dari suatu komunitas atau memiliki hubungan sosial sangat penting untuk kesehatan mental kita. Terlepas dari berbagai penemuan modern yang memudahkan kita untuk saling berhubungan meski secara Virtual.

Namun hubungan digital nyatanya tak bisa menggantikan perjumpaan secara langsung, ikatan emosionalnya jelas berbeda. Faktanya masih banyak orng yang merasa kesepian, meski aktif dan intens berhubungan secara digital dengan berbagai macam gadget yang dimiliki. Dan hal ini menjadi salah satu masalah yang banyak dihadapi saat ini.

Kesepian sama buruknya dengan merokok untuk kesehatan tubuh kita, hal mengacu kepada penelitian yang membandingkan efek kurangnya hubungan sosial terhadap kematian dengan faktor risiko yang tersebut yang disebabkan oleh merokok.

Hubungan sosial dan kemampuan kita untuk berbicara secara langsung dengan orang lain tentang masalah yang kita miliki sangatlah penting bagi kesehatan mental. Membaur dan berkomunikasi secara langsung dengan orang-orang, tidak hanya baik untuk orang yang memiliki gangguan mental tapi juga untuk semua orang.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password