Waspada! Anjing Rabies Berkeliaran di Bandung Barat

Ilustrasi anjing rabies [shutterstock]

Bosscha.id– Masyarakat Kabupaten Bandung Barat diimbau waspada terhadap keberadaan anjing liar di sejumlah daerah. Sebab, anjing liar berpotensi menyebarkan rabies.

“Memang berdasarkan laporan yang diterimanya, sejumlah anjing hutan di Kecamatan Gununghalu turun ke permukiman warga dan menyerang ternak,” kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan pada Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat KBB, Wiwin Aprianti, Had, (13/1/2020).

Menurut Wiwin, anjing liar bisa saja mengganggu permukiman warga secara berkelompok untuk mencari makanan. Apalagi, anjing yang diliarkan akan berkelompok saat musim kawin dan sulit untuk dikontrol populasinya.

Pelajari tanda-tanda anjing gila, Bosscha.id

Wiwin mengatakan, datangnya sekelompok anjing liar ke permukiman warga tersebut berpotensi menularkan rabies. Tak hanya itu, kawanan anjing liar juga berpotensi mengganggu ataupun mengancam ketenteraman masyarakat.

“Oleh arena itu, kami mengimbau agar masyarakat menjaga lingkungan yang bersih dengan tidak meninggalkan sampah sebagai sumber makanan anjing liar. Untuk mengontrol poplulasi mereka, bisa dilakukan dengan cara kastrasi bagi anjing jantan dan ovariohisterektomi bagi anjing betina,” ungkapnya.

Terkait dengan kasus gigitan anjing, tahun lalu tercatat ada 39 korban. Mereka merupakan warga selatan KBB, mulai Cililin, Sindangkerta, Gununghalu, hingga Rongga. Pengakuan para korban, anjing tersebut tiba-tiba menggigit mereka, bahkan ketika sebagian korban tengah mengendarai motor.

Meski demikian, menurut Wiwin, belum ada kasus rabies yang menjangkiti manusia di wilayah Bandung Barat. Yang terjadi, hanya kasus digigit anjing, tetapi tidak sampai terkena rabies.

Baca Juga:   KBB Siapkan 11.000 Label Sehat Hewan Kurban,Warga Diimbau Beli Hewan Kurban via Online

“Jika digigit anjing, kami imbau agar warga segera mengeluarkan luka kemudian diolesi antiseptik. Lalu, cuci dengan sabun dan bilas dengan air bersih. Selanjutnya, segera periksakan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.

Lebih lanjut Wiwin mengatakan, kini Dinas Perikanan dan Peternakan KBB menyediakannya secara gratis. Warga yang memiliki anjing ataupun kucing bisa menghubungi call center puskeswan di nomor 0811200762 ataupun bisa langsung datang ke Puskeswan KBB untuk mendapatkan layanan tersebut terhadap hewan peliharaan mereka.

“Pada tahun lalu hewan yang menjadi sasaran vaksinasi antirabies mencapai 3.000 ekor dari total populasi hewan anjing, kucing dan kera di KBB mencapai 4.000 ekor. Selain menjalankan program vaksinasi, kami juga menggenjot program kebiri pada hewan yang merupakan tindakan bedah dengan tujuan untuk menghilangkan fungsi testis pada jantan atau fungsi ovarium pada betina,” ungkapnya.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password