Sejarah 9 Januari: Wafatnya Penyanyi Nyentrik Gombloh

Lagu yang nyentrik menjadi ciri khas dalam karya musik Gombloh (Bosscha.id)

Bosscha.id –  Soedjarwoto Soemarsono atau yang lebih populer dengan nama Gombloh merupakan penyanyi balada legendaris Tanah Air. Pria kelahiran Jombang ini telah banyak menelurkan karya-karya yang melegenda dan bahkan masih tetap dinikmati hingga saat ini.

Gombloh, adalah anak keempat dari enam bersaudara dari pasangan Slamet dan Tatoekah. Tumbuh dan besar di tengah-tengah keluarga sederhana, Slamet sangat berharap agar anak-anaknya dapat bersekolah setinggi, agar memiliki kehidupan yang lebih baik.

Hal inilah yang membuat sang ayah menyuruh Gombloh berkuliah di Jurusan Arsitektur Institut Teknologi Sepuluh Nopember, (ITS) Surabaya. Namun gombloh sendir tidak pernah berniat kuliah di ITS, Ia melakukannya karena dorongan dari orang tuanya.

Efeknya Gombloh sering membolos dari kampus hingga akhirnya diketahui oleh ayahnya setelah mendapat surat dari ITS yang memberikan peringatan. Kemudian Gombloh memutuskan untuk berhenti kuliah, lalu Ia pergi ke Bali dan berpetualang sebagai seniman di sana. Jiwanya yang bebas tidak dapat dikekang oleh disiplin yang ketat dan kuliah yang teratur.

Oleh karena mengikuti kata hatinya untuk bermusik, Ia pun akhirnya berhasil menjelma menjadi seniman yang berpengaruh di Indonesia, karya-karyanya menjadi warisan berharga bagi negeri ini. Ia memulai karir bermusiknya dengan bergabung dengan grup beraliran art rock / orchestral rock bernama Lemon Tree’s Anno ‘69, yang musiknya mendapat pengaruh ELP dan Genesis. Beberapa penyanyi seperti Leo Kristi dan Franky Sahilatua pun juga pernah menjadi anggota dari grup ini.

Keseharain rakyat kecil banyak digambarkan dalam setiap lirik lagu-lagunya, seperti Doa Seorang PelacurKilang-KilangPoligami PoligamiNyanyi Anak Seorang PencuriSelamat Pagi Kotaku. Sebagaimana penyanyi balada semasanya, seperti Iwan Fals dan Ebiet G Ade, Gombloh juga tergerak menulis lagu tentang (kerusakan) alam, salah satunya adalah Berita Cuaca. Lagu-lagu cintanya cenderung “nyeleneh”, misalnya Lepen (“sungai kecil” dalam bahasa Jawa, tetapi di sini adalah singkatan dari “lelucon pendek”).

Baca Juga:   Sejarah 1 Juli: Abdulrahman Saleh, Dokter, Penerbang, dan Penggagas Dunia Radio

Tak hanya terbatas pada tema-tema itu saja, ia pun memiliki tema khas yaitu nasionalisme di dalam lagu-lagunya, seperti Dewa RuciGugur BungaGaung Mojokerto-SurabayaIndonesia KamiIndonesiaku, IndonesiamuPesan Buat Negeriku, dan BK, lagu yang bertutur tentang Bung Karno, sang proklamator. Dan lagunya yang berjudul Kebyar Kebyar banyak dinyanyikan pada masa perjuangan menuntut Reformasi sudah masuk ke dalam lagu wajib nasional yang masih dikumandangkan hingga saat ini.

Semenjak album ‘Gila’ dirilis, Gombloh dinilai para kritisi telah mengendurkan idealismenya, dengan lebih mengedepankan album bergaya pop ringan dan dengan lirik-lirik sederhana dan jenaka. Namun dengan demikian ia menjadi lebih populer dan mendapat penghasilan yang besar.

Namun itu semua tidak serta merta menjadikannya kaya dengan itu, karena Ia lebih suka menghabiskan pendapatannya dengan makan-makan bersama kawan-kawannya. Malah ada suatu kisah yang menceritakan jika Gombloh sering membantu keuangan para PSK. Ia dikenal sebagai orang yang dermawan.

Gombloh meninggal dunia di Surabaya pada 9 Januari 1988 setelah lama menderita sakit paru-paru. Kebiasaan merokok dan sering begadang, diduga jadi pemicu timbulnya penyakitnya. Menurut salah seorang temannya, beberapa waktu sebelum meninggal, sering kali Gombloh mengeluarkan darah bila sedang bicara atau bersin.

Pada tahun 1996 sejumlah seniman Surabaya membentuk Solidaritas Seniman Surabaya dengan tujuan menciptakan suatu kenangan untuk Gombloh yang dianggap sebagai pahlawan seniman kota itu. Mereka kemudian sepakat untuk membuat patung Gombloh seberat 200 kg dari perunggu. Patung ini ditempatkan di halaman Taman Hiburan Rakyat Surabaya, salah satu pusat kesenian di kota itu.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password