Sejarah 3 Januari: Dipatenkannya Penemuan Konsep Sedotan Modern, Oleh Marvin Stone

Marvin Stone menyempurnakan penemuan sedotan dengan menggunakan kertas (Shutterstock)

Bosscha.id – Sedotan adalah sebuah alat yang dimaksudkan untuk mentransfer minuman dari wadah ke mulut, dengan penerapan kekuatan mengisap. Sedotan yang paling awal berbentuk cekungan batang rumput dan benar-benar terbuat dari rumput / jerami.

Kalau sendok dan garpu digunakan untuk membantu kita saat makan, maka saat minum kita biasa menggunakan sedotan. Sedotan biasanya kita gunakan untuk meminum minuman dari botol atau saat minum minuman yang ada di restoran.

Tapi apakah Anda tahu, bahwa sudah ternyata sedotan yang kita gunakan sehari-hari ini sudah digunakan sejak tahun 3.000 Sebelum Masehi. Konsep sedotan ini sudah ditemukan dan digunakan oleh bangsa Sumeria sekitar tahun 3.000 Sebelum Masehi.

Bangsa Sumeria membuat sedotan yang berbahan logam mulia atau emas yang fungsinya adalah untuk memudahkan mereka saat minum. Selain sedotan dari emas yang dibuat oleh bangsa Sumeria, di Argentina juga sudah ditemukan sedotan dengan desain kayu yang sederhana.

Popularitas sedotan kemudian mulai meningkat. Orang-orang mulai menggunakan tangkai rumput gandum yang juga disebut ryegrass. Tapi sayangnya dengan menggunakan ryegrass ini rasa minuman menjadi tercampur dengan rasa tangkai rumput yang digunakan, sehingga membuat rasa alami minuman menjadi berubah.

Kemudian sedotan dengan konsep modern pun hadir dengan bahan kertas. Pada 3 Januari 1888, Marvin Stone seorang penemu asal Amerika Serikat menyempurnakan dan mematenkan konsep sedotan yang sudah ada dengan menggunakan bahan kertas. Ia membuat alat isap yang terbuat dari kertas yang direkatkan menggunakan lem hingga menjadi bentuk silinder.

Baca Juga:   Sejarah 17 Januari: Ditandatanganinya Perjanjian Renville

Penemuan ini kemudian disempurnakan lagi dengan melapisi bagian luar sedotan kertas dengan lilin, sehingga lem tidak larut ke dalam minuman. Pada tahun 1890, pabrik milik Marvin Stone mulai memproduksi sedotan ini secara massal dan mulai mendapatkan perhatian dunia hingga dikirim ke berbagai tempat.

Setelah bertahun-tahun penemuan Marvin Stone ini diproduksi secara masal, kemudian sedotan dengan bentuk lain, yaitu dengan bentuk melengkung yang diciptakan oleh Joseph B. Friedman. Penemuannya ini terinspirasi dari anaknya yang kerap kali kesulitan saat hendak meminum milkshake menggunakan sedotan lurus yang membuatnya harus memiringkan gelasnya.

Akhirnya sedotan tekuk pertama buatan Friedman ini dipatenkan pada tahun 1937. Lalu pada medio tahun 1960-an, sedotan berbahan plastik mulai menggeser sedotan kertas. Hal itu terjadi karena sedotan plastik dianggap lebih tahan lama dibandingkan sedotan kertas.

Namun era kejayaan sedotan berbahan plastik ini pun mulai meredup, pasalnya sedotan berbahan plastik ini dianggap tak ramah lingkungan, kerena limbahnya dinggap menjadi masalah bagi pencemaan lingkungan. Dan era sedotan kertas pun kembali menyeruak di akhir tahun 90-an, sedotan tipe ini kembali banyak dikenal. Tren ini kembali, seiring dengan isu ramah lingkungan yang mulai digalakan saat itu.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password