Sejarah 2 Januari: Komando Mandala Dibentuk, Irian Barat Dibebaskan

Setelah Trikora dibentuklah KOLA untuk melepaskan Irian Barat dari Belanda (Dok.Istimewa)

Bosscha.id – Berbagai langkah telah ditempuh Indonesia dalam membebaskan Irian Barat, mulai dari langkah-langkah diplomasi, perundingan dan cara-cara damai lainnya. Namun Belanda tidak menunjukan gelagat ingin melepaskannya.

Setelah operasi Trikora dikomandokan oleh Soekarno di Yogyakarta pada bulan Desember 1961. Sebagai langkah awal Operasi Trikora demi pembebasan Irian Barat, kemudian dibentuklah Komando Mandala (KOLA) pada tanggal 2 Januari 1962 sesuai dengan Keputusan Persiden No.1/1962.

Komando ini bersifat gabungan yang meliputi wilayah; Kodam XIII/Merdeka, Kodam XIV/Hasanudin, Kodam XV/Pattimura, Kodamar XVI/Udayana, serta Korud II dan Korud IV. Komando ini berpusat di Makasar, Sulawesi Selatan.

Komando ini memiliki tugas yakni, Pertama, melaksanakan Trikora dengan melakukan operasi militer untuk merebut Irian Barat yang diduduki Belanda. Kedua, Memimpin dan mempergunakan pasukan bersenjata maupun segala macam barisan perlawanan rakyat dan lain-lain sebagai kekuatan Nasional yang berada di Irian Barat.

Lalu pada tanggal 11 januari 1962, Presiden Soekarno menunjuk Jenderal Soeharto, sebagai Panglima Komando Mandala, dengan pelantikan yang dilaksanakan pada 13 Januari 1962, dimana pangkatnya kemudian dinaikkan satu tingkat menjadi Mayor Jenderal. Sedangkan untuk pelantikan kenaikan pangkatnya menjadi Mayor Jenderal, dilaksanakan pada 23 Januari 1962 bertempat di Istana Bogor, dilantik oleh Wakil Kepala Staff TNI Angkatan Darat Letjen Gatot Soebroto.

Kedudukannya berada langsung dibawah Panglima Besar Komando Tertinggi Pembebasan Irian Barat (Pangbes KOTI/Permirbar) yang juga dijabat oleh Presiden Seokarno. Dalam posisinya sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Perang Republik Indoneisa (APRI) /Pangbes KOTI/Permirbar, beliau mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 1962 dengan isi sebagai berikut:

Baca Juga:   Sejarah 10 Juli: Menentang Uji Coba Nuklir Prancis, Kapal Milik Greenpeace Dibom

– Merencanakan, mempersiapkan dan menyelenggarakan operasi-operasi militer dengan tujuan mengembalikan wilayah Irian Barat ke dalam kekuasaan Negara Republik Indoneisa.

– Mengembangkan situasi militer di wilayah Irian Barat sesuai dengan taraf perjuangan di bidang diplomasi, agar dalam waktu sesingkat-singkatnya, di wilayah Irian Barat secara de facto dapat diciptakan daerah-daerah bebas atau didudukan unsur-unsur kekuasaan Pemerintah Daerah Republik Indonesia.

Operasi Militer ini direncanakan dalam tiga tahap, dimana tahap pertama adalah tahap Inflitrasi (sampai akhir 1962), yaitu tahapan pendaratan pasukan dari udara dan laut dengan tujuan untuk penguasaan wilayah dan membawa serta rakyat Irian Barat untuk membebaskan wilayahnya. Tahap kedua, adalah tahap Eksploitasi (mulai awal 1963) dengan mengadakan serangan terbuka kepada pusat militer Belanda dan semua pos militer pentingnya. Dan tahap ketiga adalah tahap Konsolidasi (awal 1964), yaitu menegakkan kekuasaan Republik Indonesia secara mutlak di seluruh wilayah Irian Barat.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password