Sejarah 27 Desember: Lahirnya Nike Ardilla, Sangan Lady Rocker Tanah Sunda

Awal kejayaan dan dominasi Nike Ardilla di dunia hiburan tanah air, setelah album Bintang Kehidupan (1990) laku hingga 2.000.000 keping di pasaran. (Dok.Istimewa)

Bosscha.id – Raden Rara Nike Ratnadilla Kusnadi atau lebih populer dengan nama Nike Ardilla, adalah Penyanyi muda Indonesia yang begitu populer di era tahun ‘90an. Lahir di Bandung, pada 27 Desember 1975 adalah anak bungsu dari tiga bersaudara yang lahir dari pasangan R. Eddy Kusnadi dan Nining Ningsihrat.

Sejak kecil, Nike memang sudah menunjukkan ketertarikannya pada dunia tarik suara. Bakat menyanyi Nike mulai tumbuh sejak masih berumur 5 tahun. Darah seni Nike mengalir dari kakeknya, yang merupakan seorang penyanyi keroncong.

Ketika berusia 5 tahun, Nike sudah berani tampil menyanyi saat ada acara keluarga di rumahnya. Nike kecil memang aktif dengan kegiatan-kegiatan seni. Dari mulai tarik suara, sampai dengan menari tarian daerah.

Niatnya menekuni panggung tarik suara semakin serius setelah ia berhasil menjadi Juara Harapan I dalam ajang Lagu Pilihanku TVRI dan Juara Festival Pop Singer HAPMI Kodya Bandung pada tahun 1985, saat masih berusia 10 tahun.

Nike juga rutin mengikuti berbagai festival musik mulai dari tingkat kecamatan, sekolah, dan pernah mewakili provinsi Jawa Barat dalam ajang Festival Pop Singer tingkat nasional. Menyadari bakat menyanyi putrinya, sang ibu kemudian memasukkannya ke Himpunan Artis Penyanyi Musisi Indonesia (HAPMI) asuhan Djadjat Paramor.

Ia kemudian bergabung dengan manajemen Denny Sabri, seorang wartawan musik senior populer saat itu. Di bawah manajemen Denny Sabri, Nike yang ketika itu masih kelas 5, berhasil tampil di panggung-panggung pertunjukan musik rock dengan nama panggung Nike Astrina.

Nama panggung ini ditujukan bahwa Nike akan menyaingi Nicky Astria, penyanyi rock wanita yang terkenal di masa itu. Nike sendiri sering dipercaya sebagai penampil pembuka dalam sejumlah konser penyanyi senior, termasuk Nicky Astria, Ita Permatasari, dan Ikang Fawzi. Ia biasanya menyanyikan lagu-lagu bergenre rock.

Lalu pada tahun 1986, ia meluncurkan sebuah single berjudul “Lupa Diri”. Single ini kemudian masuk dalam album kompilasi yang bertajuk Bandung Rock Power (1987). Pada bulan Juli 1988, saat baru lulus dari ban, Nike akhirnya merekam album perdananya di bawah naungan label JK Records, namun album tersebut gagal dirilis. Hal itu dikarenakan usia Nike yang masih sangat belia pada saat itu, sedangkan sebagian besar lirik lagunya bertema tentang percintaan.

Dengan masih menggunakan nama Nike Astrina, pada awal 1989, Nike juga memulai karier aktingnya dengan membintangi sebuah film layar lebar yang berjudul Gadis Foto Model. Dalam film tersebut, Nike juga turut mengisi soundtracknya, yang kemudian dirilis dalam album yang berjudul OST Gadis Foto Model.

Pada bulan Oktober 1989 Nike kemudian bergabung dengan Proyek Q Records. Bersama label tersebut, Nike akhirnya berhasil merilis album yang bertajuk Seberkas Sinar, yang diproduseri oleh Deddy Dores. Dalam album ini, nama Nike yang sebelumnya Nike Astrina diganti menjadi Nike AR (Astrina dan Ratnadilla), dan akhirnya nama panggungnya diganti menjadi Nike Ardilla.

Baca Juga:   Sejarah 11 Januari: Pecahnya Pertempuran di Pulau Tarakan, Antara Belanda Melawan Jepang

Semenjak album perdananya dirilis di penghujung 1989, nama Nike Ardilla kemudian masuk kejajaran artis papan atas. Oleh managementnya Nike memang dipersiapkan untuk menjadi artis multi talenta, awal pembentukan Nike Ardilla menjadi artis memang disiapkan untuk menggantikan Cut Irna yang terkenal sebagai model, Meriam Belina bintang film papan atas, dan diva rock ’80-an Nicky Astria.

Tahun 90 bisa dibilang awal kejayaan dan dominasi Nike Ardilla di dunia hiburan tanah air, setelah album Bintang Kehidupan (1990) laku hingga 2.000.000 keping di pasaran. Tak hanya itu, terpilihnya ia sebagai Gadis Sampul Favorit juga membuat kariernya di industri hiburan semakin melesat.

Jadwal panggung on air maupun off air nya pun makin deras. Wajahnya mulai banyak muncul di beberapa film dan menghiasi layar kaca lewat beberapa sinetron dan bintang iklan. Nike Ardilla bisa dibilang sosok influencer pada  zamannya, ia selalu jadi trend center di kalangan anak muda pada zaman itu.

Dan ketika popularitasnya yang sedang berada di puncak, tiba-tiba semua dikagetkan oleh berita kematian Nike. Pada hari Minggu, 19 Maret 1995 pukul 06.15 pagi Ia tewas dalam kecelakaan tunggal dengan mobil Honda Civic biru metalik miliknya yang menabrak bak sampah beton di Jalan R.E. Martadinata Bandung.

Saat itu, Nike bersama manajernya, Sofiatun, baru kembali dari diskotik Polo. Ada isu negatif yang berkembang bahwa ia mengendarai mobil dalam keadaan mabuk, namun dibantah keras oleh pihak keluarga dan saksi kunci kecelakaan tersebut. Ia hanya minum jus jeruk menurut penuturan sang manajer.

Hasil visum polisi sendiri menyebutkan bahwa tidak diemukan zat alkohol di dalam tubuhnya. Ia kemudian dimakamkan sore itu juga di Ciamis, dan diantar oleh ribuan penggemarnya dan para artis ibukota. Menurut penuturan Sofiyatun yang kala itu bersama Nike di dalam mobil, dalam perjalanan pulang Nike mengendarai mobil dengan tidak menggunakan sabuk pengaman. Mobilnya berusaha menyalip mobil berwarna merah di depannya yang berjalan sangat pelan.

Tapi saat menyalip, dari arah berlawanan muncul mobil Taft melaju kencang, ia menghindari mobil tersebut dengan membanting setir terlalu ke kiri, hingga menabrak pohon dan terpental menabrak pagar beton bak sampah di Jalan R.E. Martadinata.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password