Gemar Makan Nasi Padang?, Simak 5 Fakta Unik Masakan Padang Berikut Ini

Piring tersaji dengan menu lengkap di meja, menjadi salah satu ciri khas warung nasi padang (shutterstock)

Bosscha.id – Siapa yang tidak suka menikmati lezatnya kuliner asal Negeri Minang ini? Kuah yang kaya akan akan rempah-rempah ini menjadi cirinya yang khas, sambal balado yang pedas menggigit, serta lauk yang beragam selalu sedap untuk dilahap.

Namun dibalik rasa dan tampilannya yang sungguh menggoda ini, ternyata nasi atau rumah makan Padang ini punya beragam fakta unik dan menarik yang mungkin Anda belum ketahui. Penasaran bukan?. Baiklah untuk menjawab rasa penasaran Anda, kali ini bosscha.id akan berbagi 5 fakta unik tentang nasi dan rumah makan padang.

Porsi Nasi Padang Yang Dibungkus Jauh Lebih Banyak

Menyantap nasi padang memang paling enak jika dimakan di tempatnya langsung, karena bisa milih menu makanan yang disajikan melimpah di depan mata. Berbeda jika dibungkus, kita hanya bisa menikmati makanan yang dipesan saja, dan jika akan nambah menu, tentu saja mesti kembali lagi ke warung padang. Namun ada satu hal yang membuat tidak enak jika makan nasi padang di tempatnya langsung, yaitu porsinya lebih sedikit jika dibandingkan porsi kalau dibungkus.

Mengapa demikian?, konon pada zaman kolonial belanda, orang-orang yang makan di rumah makan padang cenderung adalah bangsawan dan kaum elite, dan yang makan nasi padang memilih untuk dibungkus adalah kaum-kaum pekerja atau buruh. Oleh sebab itu, nasi padang yang dibungkus memiliki porsi nasi yang lebih banyak. Karena biasanya yang membeli nasi padang untuk dibungkus, untuk makan berdua atau bahkan ramai-ramai.

Daun Singkong dan Gulai Nangka

Dua topping ini adalah jagoan dari menu masakan padang yang wajib banget ada di porsi makan tiap kali kita makan di warung padang, baik makan ditempat ataupun dibungkus. Kalau kamu beli nasi padang dan dibungkus, pastinya kedua menu ini selalu ada.

Dan uniknya, dua menu ini ternyata hanya dapat dijumpai di warung makan padang yang ada Pulau Jawa saja. Di daerah asalnya, kedua menu ini bahkan jarang sekali disatukan dan tidak banyak orang yang memakan dua menu ini secara bersamaan.

Dipajangnya Foto Syech Kiramatulla Ungku Saliah di Warung Makan Padang

Baca Juga:   5 Aplikasi Video Conference yang Bisa Membantu Komunikasi Saat Work From Home

Foto kakek yang menggunakan kopiah hitam ini sering kita jumpai di bebrapa rumah makan padang. Beliau adalah orang asli Minang yang dikenal dengan Ungku Saliah. Ungku Saliah adalah orang asli Minang yang berasal dari Pariaman, Sumatra Barat. Jadi kalau kita mampir ke rumah makan padang yang ada foto beliau, dapat dipastikan bahwa pemilik rumah makan tersebut adalah asli dari Pariaman.

Ungku Saliah, adalah ulama yang dihormati masyarakat kota Pariaman, Sumatera Barat. Beliau dipercaya memiliki indera lebih untuk meramal dan memprediksi kejadian-kejadian yang akan datang. Oleh karena itu masyarakat Pariaman sangat mengagumi Ungku Saliah. Dengan memajang foto beliau, hal ini sebagai penanda bahwa rumah makan tersebut milik warga dari Pariaman. Selain itu mereka meyakini bahwa dengan memajang foto ini, adalah salah satu bentuk dalam mendatangkan rezeki, karena memajang foto leluhur.

Lebih Nikmat Dimakan Tanpa Sendok

Tidak afdol rasanya jika menyantap nasi Padang menggunakan sendok dan garpu. Seakan kehilangan esensi makan nasi padang itu sendiri. Menyantap nasi padang itu lebih nikmat jika langsung menggunakan tangan, Anda bisa mengaduk nasi dengan campuran kuah gulai, bumbu rendang hingga lauk dan sambalnya.

Semuanya akan bersatu menjadi satu kesatuan yang akan menghasilkan kenikmatan tersendiri saat menyantapnya. Apalagi jika ditemani minuman teh tawar panas, itu adalah perpaduan yang cocok dan tak ada duanya.

Makanan Diantar Oleh “Penari” Piring

Jika kita kebetulan sedang berkunjung ke tempat makan padang yang cukup ramai, kita bakal melihat atraksi para pelayannya yang bisa membawa banyak sekali piring yang berisi lauk di sepanjang tangannya, tanpa takut jatuh atau pecah.

Ternyata, hal ini sangat identik dengan Tari Piring yang berasal dari Sumatera Barat. Tarian ini juga punya maksud sebagai ucapan syukur kepada yang Maha Kuasa karena sudah memberikan hasil panen yang melimpah ruah.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password