Sejarah 27 November: Lahirnya Bruce Lee, Sang Legenda Aktor Laga Hong Kong

Sejarah 27 November: Lahirnya Bruce Lee, Sang Legenda Aktor Laga Hong Kong 18
Belajar dari master Wing Chun, Ip Man. Bruce Lee fokus pada bela diri (Pinterest)

Bosscha.id – Siapa yang tidak kenal dengan sosok Bruce Lee, mendengar namanya saja, orang pasti langsung teringat pada sosok aktor yang identik dengan film laga Hong Kong. Orang juga pasti akan teringat pada kostumnya yang berwarna kuning dan senjata khasnya, nunchaku.

Ia lahir dengan nama Lee Jun Fan, pada 27 November 1940 di San Francisco, Amerika. Bruce Lee adalah anak keempat dari lima bersaudara, kakaknya yaitu Phoebe, Agnes, Peter, dan adiknya bernama Robert. Bruce Lee lahir dari pasangan Lee Hoi Chuen dan Grace Ho.

Ia mendapatkan nama “Bruce” tak lama setelah lahir, nama itu diberikan oleh suster yang membantu proses kelahirannya di rumah sakit. Meski lahir di San Francisco, Ia tumbuh dan besar besar di tanah leluhurnya yaitu Hong Kong.

Dia telah diperkenalkan dengan dunia industri hiburan sejak masih kanak-kanak, Ia bahkan telah mulai muncul dalam film sejak masih berusia tiga bulan, sebagai pemain figuran untuk film ‘Golden Gate Girl’. Setelahnya, Ia kerap kali diajak bermain film dengan berperan sebagai anak nakal atau anak jalanan.

Sang ayah adalah seorang seniman Opera Kanton sekaligus pemeran dalam film-film berbahasa Kanton. Keluarga Lee sedang mengadakan tur pertunjukkan opera ke Amerika Serikat saat Bruce Lee lahir. Pada usia 3 bulan, Bruce Lee dibawa keluarganya kembali pulang ke Hong Kong. Di sana Bruce tinggal sampai usia 18 tahun.

Saat usia 13 tahun Bruce Lee mempelajari teknik bela diri wing chun pada seorang master bela diri terkenal, Ip Man. Di saat yang sama, Lee juga mengambil kursus menari, yang membantunya dalam melatih gerak kaki dan juga keseimbangan.

Bahkan, Lee sempat meraih juara dalam sebuah kejuaraan menari di Hong Kong pada tahun 1958. Masa remaja Lee juga banyak diwarnai dengan tindak kenakalan remaja seperti perkelahian jalanan, sehingga tak jarang membuatnya harus berurusan dengan polisi.

Kedua orang tua Lee yang tak tahan dengan kenakalan anaknya ini, akhirnya memutuskan untuk mengirim Lee pindah ke Amerika saat dia berusia 18 tahun. Selama di sana, Lee tinggal dengan temannya yang bernama Ruby Chow di Seattle.

Di sana kemudian Lee sementara memfokuskan diri untuk belajar sambil melakukan berbagai macam pekerjaan seperti pelayan di restoran atau mengantar koran. Ia melanjutkan sekolah dan meneruskan pendidikan tingginya dengan mengambil jurusan filsafat dan drama di Universitas Washington. Dengan dasar kemampuan sebagai ahli bela diri ia menulis banyak esai tentang kung fu beserta filosofinya.

Seusai kuliah ia kembali mempraktikkan kung fu. Bersama teman-temannya ia membuka semacam tempat latihan untuk melatih gerakan kung fu. Beberapa murid baru tertarik dan ikut latihan Ia memberi perkumpulan kungfu itu dengan nama “Jun Fan Gung Fu Institute”. Tempat ini berada di lantai dasar sebuah gedung di Pecinan Seatle.

Baca Juga:   Sejarah 6 Desember: Lahirnya Daniel Sahuleka, Penyanyi Jazz Kelas Dunia Asal Indonesia

Pada awal tahun 1960-an, kung fu belum terlalu dikenal oleh masyarakat Amerika, namun Bruce Lee berusaha memperkenalkan kung fu dengan cara mendemonstrasikannya ke universitas. Ia membuka kelas yang lebih besar pada tahun 1963 di 4750 University Way.

Salah seorang murid baru, yang masuk tahun 1963 bernama Linda Emery. Ia adalah mahasiswa baru Universitas Washington. Linda mengenal Bruce sebagai dosen tamu mata kuliah filsafat Tionghoa di Garfield High School. Tidak berapa lama keduanya kemudian menjadi sepasang kekasih.

Mereka akhirnya menikah pada tahun 1964. Bruce Lee dan Linda pindah ke Oakland dan membuka kelas belajar kungfu yang kedua di sana bersama James Lee, sementara kelas Seattle ia percayakan kepada asistennya, Taky Kimura. Dan pada tahun 1965, anak dari pernikahan dengan Linda, Brandon Bruce Lee lahir.

Dikarenakan kekecewaannya dalam suatu pertarungan fisik pada tahun 1964 di Oakland, Bruce Lee merasa perlu lebih jauh untuk mengeksplorasi kemampuan beladiri serta lebih meningkatkan kebugaran tubuhnya, ia menciptakan suatu seni beladiri yang baru bernama Jeet Kune Do.

Pada medio 1965-an, Bruce mulai beralih ke kegiatan akting. Hal itu dikarenakan ia tidak tertarik lagi untuk membuka lebih banyak sekolah beladiri. Jika sekolah semakin banyak, ia dapat kekurangan waktu untuk menjaga kualitas dari ajarannya.

Karena dalam kebiasaanya, ia melatih kungfu bersama muridnya satu demi satu dalam waktu yang tidak sedikit. Ia merasa bahwa kecintaannya akan seni beladiri tidak seharusnya menjadi niat untuk mendapatkan keuntungan.

Kemudian Bruce Lee berkenalan dengan seorang produser film bernama William Dozier. Bruce Lee menandatangani kontrak dengan Dozier selama satu tahun. Pada tahun 1966, pembuatan serial televisi berjudul The Green Hornet dimulai.

Bruce Lee berperan sebagai Kato. Pertama kali dalam proses pembuatan, mereka kesulitan untuk merekam adegan Bruce yang terlalu cepat, jadi mereka memintanya untuk lebih lambat. The Green Hornet sukses dan mendapat sambutan positif dari penonton.

Namun serial tersebut hanya bertahan sekitar satu tahun, sebanyak 26 episode. Selepas berakhirnya serial The Green Hornet, Lee yang kesulitan mendapatkan peran yang cocok di sana memutuskan untuk kembali ke Hong Kong pada 1971.

Di Hong Kong, peluang Lee sebagai aktor spesialis laga lebih terbuka lebar. Lee pun meraih sukses setelah berperan sebagai pemeran utama dalam film Fist of Fury (1971). Film tersebut meraih ketenaran tidak hanya di Hong Kong namun juga Amerika.

Mendadak sukses dan terkenal, Lee memanfaatkan momen itu dengan mendirikan rumah produksinya sendiri, di mana dia menjadi penulis, sutradara sekaligus pemeran utama. Pada 1972, Lee merilis film Return of The Dragon, yang juga meraih sukses sehingga dibuat sekuelnya setahun kemudian dengan judul Enter the Dragon (1973).

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password