Sejarah 22 November: Presiden Amerika John F Kennedy Tewas Ditembak

Sejarah 22 November: Presiden Amerika John F Kennedy Tewas Ditembak 18
Kennedy ditengah kerumunan konvoi kendaraan sebelum peristiwa penembakan terjadi (gstatic.com)

Bosscah.id – John Fitzgerald Kennedy, dilahirkan di Brookline, Massachusetts, tanggal 29 Mei 1917. Atau akrab disapa John F. Kennedy, Kennedy, Jack, atau JFK. Ia merupakan Presiden Amerika Serikat yang ke-35.

Ketika perang dunia II berkecamuk, Kennedy mencoba mendaftar di militer. Namun karena riwayat kesehatannya yang kurang baik, menyebabkan ia tidak diterima. Namun berkat bantuan direktur Office of Naval Intelligence, john F. Kennedy dapat bergabung dengan Angkatan Laut Amerika Serikat.

Setelah perang dunia II usai, Kennedy yang mewakili Massachusetts terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan dari tahun 1946 hingga 1952.  Setelah itu, kemudian ia maju pada pemilu 1952 sebagai calon Senator AS.

Lalu pada tahun 1960, John F. Kennedy maju sebagai kandidat calon presiden Amerika Serikat dari partai Demokrat. Ia melawan Richard Nixon sebagai Capres dari Partai Republik. Pada akhir tahun 1960, John F. kennedy keluar sebagai pemenang, Ia terpilih sebagai Presiden dalam pemilu.

Ia berhasil mencatat sejarah, sebagai Presiden termuda yang terpilih menjadi Presiden Amerika pada saat itu. Kemudian dilantik pada 20 Januari 1961. Namun dua tahun kemudian jabatan jabatan Presiden terpaksa harus hilang dari dirinya. Bukan hanya jabatannya saja yang hilang, bahkan nyawanya pun ikut lenyap pada tahun 1963.

Pasalnya pada 22 November 1963, Ia tewas oleh terjangan peluru saat sedang melakukan kunjungan ke Dallas (Texas). Kennedy roboh seketika, saat mobil terbuka yang membawanya melintas di kerumunan orang yang menyambut kunjungannya. Ibu negara Jacqueline Kennedy yang jarang menemani suaminya dalam acara politik, saat itu tengah berada di sampingnya.

Bersama dengan Gubernur Texas John Connally dan istrinya, mereka berada dalam iring-iringan melalui jalan-jalan pusat Kota Dallas. Di dalam mobil konvertibel Lincoln, Keluarga Kennedy dan Connally melambaikan tangan ke arah kerumunan warga AS yang berkumpul di sepanjang rute iring-iringan.

Ketika kendaraan  melewati Texas School Book Depository Building pada pukul 12.30 siang, Lee Harvey Oswald menembakkan tiga peluru dari lantai enam, yang secara fatal melukai Presiden Kennedy dan melukai Gubernur Connally. Kennedy dinyatakan meninggal 30 menit kemudian di Parkland Hospital Dallas, di usianya 46 tahun.

Wakil Presiden Lyndon Johnson yang berada di tiga mobil di belakang mobil Presiden Kennedy dalam iring-iringan, kemudian dilantik sebagai presiden AS ke-36 pada pukul 14.39 siang. Dia mengambil sumpah jabatan presiden di atas jet kepresidenan Air Force One, di landasan Bandara Dallas Love Field.

Sumpah itu disaksikan oleh sekitar 30 orang, termasuk Jacqueline Kennedy, yang masih mengenakan pakaian bernoda darah suaminya. Tujuh menit kemudian, jet kepresidenan itu berangkat ke Washington.

Baca Juga:   Sejarah 11 Desember: Wafatnya Seniman Jenius, Harry Roesli

Keesokan harinya, Presiden Johnson mengeluarkan perintah pertamanya, yang menyatakan hingga 25 November sebagai hari berkabung nasional untuk presiden Kennedy yang telah terbunuh. Pada hari itu, ratusan ribu orang berbaris di jalan-jalan Washington untuk menyaksikan peti jenazah Kennedy dibawa dari Capitol Rotunda ke Katedral Katolik St. Matthew.

Prosesi kemudian berlanjut ke Arlington National Cemetery, tempat para pemimpin dari 99 negara berkumpul untuk menyaksikan pemakaman kenegaraan Kennedy. Kennedy dimakamkan dengan upacara militer di Arlington House, kemudian api abadi dinyalakan oleh Jacqueline di pusaranya.

Kurang dari satu jam setelah Kennedy ditembak, Oswald membunuh seorang polisi yang menanyainya di jalan dekat rumah kediamannya di Dallas. Tiga puluh menit kemudian, Oswald ditangkap di bioskop oleh polisi yang menanggapi laporan seorang saksi. Dia secara resmi didakwa pada 23 November untuk pembunuhan Presiden Kennedy dan petugas polisi J.D. Tippit.

Pada 24 November, Oswald dibawa ke ruang bawah tanah markas polisi Dallas. Ketika Oswald masuk ke dalam ruangan, Jack Ruby muncul dari kerumunan dan membunuh dia dengan satu tembakan dari pistol yang tersembunyi.

Ruby, yang segera ditahan, mengatakan ia menembak Oswald karena marah terhadap pria itu yang telah membunuh Kennedy. Jack Ruby, yang awalnya dikenal sebagai Jacob Rubenstein, diduga memiliki koneksi kecil terhadap aksi kejahatan terorganisir. Dia tertarik pada teori-teori pembunuhan Kennedy, dan banyak yang percaya dia membunuh Oswald agar konspirasi yang lebih besar tidak terungkap.

Dalam persidangannya, Ruby menyangkal tuduhan itu dan mengaku tidak bersalah. Ia beralasan, kesedihannya yang besar atas pembunuhan Kennedy telah menyebabkan dia menderita epilepsi psikomotor dan menembak Oswald secara tidak sadar. Namun hakim menyatakan Ruby bersalah atas dakwaan pembunuhan dan memvonisnya dengan hukuman mati.

Pada Oktober 1966, Pengadilan Banding Texas membalikkan keputusan Ruby. Pada Januari 1967, sambil menunggu sidang baru, yang akan diadakan di Wichita Falls, Ruby meninggal karena kanker paru-paru di rumah sakit Dallas.

Pejabat Warren Commission pada 1964 menyimpulkan, baik Oswald maupun Ruby adalah bagian dari konspirasi yang lebih besar, baik domestik maupun internasional, untuk membunuh Presiden Kennedy. Meskipun kesimpulannya tampaknya kuat, laporan itu gagal membungkam teori konspirasi seputar peristiwa tersebut.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password