Sejarah 19 November: Uji Terbang Pertama Pesawat Tempur Siluman F-22 Raptor

Sejarah 19 November: Uji Terbang Pertama Pesawat Tempur Siluman F-22 Raptor 18
Pesawat siluman pertama, F22 Raptor tidak dapat terdeteksi radar musuh, (ShutterImage)

Bosscha.id – F-22 Raptor adalah sebuah pesawat tempur “siluman” buatan Amerika Serikat. Yang dimana pesawat tempur ini dapat dengan cepat menyerang ke pertahanan tanpa terdeteksi radar musuh. Tentu pesawat tempur satu ini menjadi alat perang yang paling ditakuti.

Pesawat dengan sebutan “Siluman” ini memiliki kemampuan menghindari deteksi, baik itu visual, audio, sensor, dan gelombang radar. Selain disebut “Siluman”, pesawat ini juga mendapat sebutan “pesawat senyap”. Kehadirannya mampu menjadi benteng pertahanan dan melumpuhkan musuh melalui udara.

Pada tahun 1986 proposal pengerjaan pesawat ini diajukan oleh dua perusahaan dua produsen pesawaat kenamaan Amerika Serikat yaitu Lockheed Martin Aeronautics dan Boeing. Yang kemudian diberikan wewenang untuk membuat pesawat siluman tersebut. Dilansir dari Boeing.com, pembuatan pesawat F-22 Raptor ini menggantikan peran F-15 sebagai dominasi garis depan Amerika Serikat dalam menyerang basis pertahanan musuh.

Oleh karena ada dua perusahaan yang ditugaskan merakit pesawat ini, maka masing-masing perusahaan diberikan tanggung jawab berbeda. Lockheed Martin Aeronautics memiliki tanggung jawab untuk membuat bagian depan, kokpit pesawat, sayap depan, sirip dan stabilisator, serta perakitan akhir pesawat. Selain itu, Lockheed Martin juga bertanggung jawab terhadap pusat pesawar, navigasi, sistem peperangan elektronik, komunikasi, dan sistem pendukung senjata.

Sementara Boeing memiliki kewajiban membangun sayap dan bagian belakang pesawat, struktur mesin dan integrasi aviasi, 70 persen dari perangkat lunak misi, sistem pelatihan, sistem pendukung kehidupan dan perlindungan kebakaran, serta sistem pelatihan pilot dan pemeliharaan.

Pesawat Tempur Siluman F-22 ini difasilitasi dengan meriam M61A2 Vulcan yang dipasang sebagai persenjataan. Pesawat ini juga memiliki memiliki tiga senjata internal yang mempu membawa beberapa rudal sekaligus.

Baca Juga:   Sejarah 11 Desember: Wafatnya Seniman Jenius, Harry Roesli

Pesawat siluman ini dirancang untuk mengendalikan peluru kendali udara yang disimpan dalam badan pesawat supaya tak mengganggu kemampuan manuver dahsyatnya. Ketika rudal meluncur, katup hidrolik membuka dan mengarah ke sasaran. Selain itu, F-22 Raptor ini juga dilengkapi dengan beberapa senjata bom.

Dan setelah persiapan dirasa sudah matang, pada 19 November 1990, pesawat siluman ini memulai debut terbang pertamanya. Hasilnya ternyata menggembirakan dan mendapatkan pujian dari pemerintah AS. Pesawat ini mampu melaju dengan kecepatan maksimum 2.575 kilometer per jam dan dengan laju jelajah lebih dari 1.825 kilometer.

Dari uji coba terbang pertamanya, pesawat ini dinyatakan layak. Dan produksi pertama F-22 diresmikan pada 9 April 1997 dengan upacara peluncuran yang diselenggarakan oleh Lockheed Martin, Boeing, dan Pratt & Whitney.

Pada 2002, Boeing mengirimkan titanium dan sayap komposit seberat 2.000 pon (907 kilogram) untuk pesawat produksi F-22 yang pertama. Pada April 2005, Boeing telah mengirimkan 61 set sayap dan 66 bagian belakang pesawat serta sejumlah paket uji penerbangan avionik terpadu dan pembaruan untuk Lockheed Martin.

Dan pada 2005 pula, pesawat ini digunakan Angkatan Udara Amerika Serikat untuk menyerang ISIS di Suriah. F-22A Raptor milik Angkatan Udara AS melakukan misi tempur pertamanya, menjatuhkan bom pada beberapa sasaran. Setelah saat itu, pengembangan pesawat ini terus dilakukan dengan menghadirkan dan mengembangkan jenis yang lebih jauh canggih lagi. Karena kecanggihannya ini, nilai pesawat F-22 Raptor per unitnya kurang lebih sekitar US$ 150 juta atau sekitar Rp 2,11 triliun.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password